PBSI Syukuri DAO 2019 Medan Sukses

1
KETUA Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis foto bersama para pemenang nomor putri Daihatsu Astec Open 2019 di GOR PBSI Sumut, Jalan William Iskandar Medan, Sabtu (16/3). Waspada/Ist
KETUA Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis foto bersama para pemenang nomor putri Daihatsu Astec Open 2019 di GOR PBSI Sumut, Jalan William Iskandar Medan, Sabtu (16/3). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pengprov PBSI Sumut bersyukur kejuaraan bulutangkis Kelompok Umur (KU) bertaraf internasional Daihatsu Astec Open (DAO) 2019 Medan terlah berakhir dengan sukses.

Kejuaraan itu berlangsung di GOR PBSI Sumut, Jalan William Iskandar Medan, 12-16 Maret dengan menghelat empat kategori KU, yakni Usia Dini (U11), Anak-anak (U13), Pemula (U15) dan Remaja (U17).

“Alhamdulillah penyelenggaraannya berjalan sukses dan lancer. Meski ada beberapa kendala terutama gangguan listrik, tapi itu tidak jadi penghalang,” kata Ketum PBSI Sumut Suripno Ngadimin melalui Sekum Edi Ruspandi di Medan, Minggu (17/3).

Didampingi Ketua Panpel Lokal DAO 2019 Medan Kusprianto, Edi mengatakan kendati atlet Sumut belum bisa naik di podium pada kategori internasional (U13, U15 dan U17), namun mampu mencuri podium kategori nasional (U11).

“Ya kita patut bersyukur atlet-atlet asal Sumut kategori Usia Dini (U11) putra-putri bisa meraih posisi tiga,” ucap Edi Ruspandi.

“Diharapkan dengan adanya acara ini para pelatih bisa melakukan evaluasi lagi untuk mengukur sejauh mana kemampuan atlet kita dibandingkan atlet-atlet yang berlatih di klub-klub besar Pulau Jawa,” ujarnya lagi.

Pihaknya juga meminta semua elemen dan unsur yang terlibat di bulutangkis Sumut sama-sama memajukan prestasi bulutangkis Sumut lagi. Sebab 10 tahun lalu di kategori Pemula (U15), pebulutangkis Sumut masih bisa bersaing dengan atlet-atlet Jawa.

“Kini kenyataannya kita hanya mampu bersaing di kategori Usia Dini (U11). Artinya kita sudah tertinggal terlalu jauh,” jelas Edi.

“Makanya kita harus bersama-sama, pelatih harus improve, pengurus harus improve, atlet-atlet juga harus improve dan semua harus improve. Kalau enggak kita akan ketinggalan terus seperti ini,” tambahnya.

Suksesnya DAO 2019 Medan juga bisa memacu lahirnya acara lainnya di Sumut.

“Semoga kita dipercayakan lagi sebagai tuan rumah. Sasarannya adalah seperti Sirnas (Sirkuit Nasional) yang mempertandingkan kelompok umur remaja (U17) ke atas hingga kategori Taruna dan Dewasa,” harapnya.

“Jika kita dapat (tuan rumah) Sirnas, ya semoga ke depan kita pun bisa dipercaya untuk menyelenggarakan turnamen-turnamen yang sifatnya setingkat International Challenge,” terang Edi.

PBSI Sumut pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan stakeholder, sehingga DAO 2019 Medan bisa berjalan sukses dan lancar.

“Terutama kepada seluruh orangtua atlet, para atlet, komunitas dan masyarakat pecinta bulutangkis Sumut yang sudah memberikan dukungan. Juga KONI dan Dispora Sumut, semoga ke depan kita akan lebih baik,” tuturnya.

Harapan KONI Sumut

Ketum KONI Sumut John Ismadi Lubis yang turut hadir pada upacara pengalungan medali, Sabtu (16/3), memaklumi pebulutangkis Sumut belum bisa berbicara banyak di DAO 2019 Medan. Dia berharap untuk Kelompok Remaja (U17) pebulutangkis Sumut bisa lebih banyak mengikuti kompetisi demi sukses PON 2024.

“Kita harapkan walaupun tidak berhasil di tingkat remaja, ini sebagai persiapan kita menuju PON 2024. Karena cabang bulutangkis ini atletnya dibatasi usia 23 tahun,” jelasnya.

“Maka yang 17 tahun saat ini lima tahun ke depan sudah pas bagi mereka dipersiapkan untuk PON 2024,” tegas John Lubils.

Dia yakin kepengurusan baru PBSI Sumut memiliki semangat untuk maju dan bangkit demi mengapai cita-cita bisa meraih medali di cabang bulutangkis PON 2024.

“Selalulah koordinasi dengan pengurus kabupaten/kota. Binalah atlet melalui kompetisi berjenjang mulai dari tingkat klub, kabupaten/kota, provinsi hingga mengikuti kejuaraan bersifat nasional. Saya yakin PBSI Sumut mampu,” pesan John Lubis.

Hal senada disampaikan Kadispora Sumut Baharuddin Siagian melalui Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Sumut Joshua Sinurat.

“Pertama, Pengprov PBSI Sumut harus solid agar dapat melakukan pembinaan atlet di tingkat kabupaten/kota, mengingat di Sumut banyak atlet-atlet yang berpotensi. Kita harapkan pengurus yang baru ini dapat menjalankan program,” ucapnya.

Dalam DAO 2019 Medan, para pebulutangkis nasional masih mendominasi torehan medali emas. Namun pebulutangkis Thailand mampu memenangn nomor ganda putri U15 dan nomor tunggal putri U17. (m15)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here