8 Oknum Polri Kasus Sabu Disidangkan

0
OKNUM Polri mengikuti persidangan secara bergilir dalam perkara narkotika, di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur, Kamis (21/3). Waspada/M. Ishak
OKNUM Polri mengikuti persidangan secara bergilir dalam perkara narkotika, di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur, Kamis (21/3). Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Delapan oknum Polri diduga terlibat kasus narkoba jenis sabu-sabu, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Kab. Aceh Timur, Kamis (31/3). Sidang dipimpin hakim ketua Apriyanti SH, MH, dengan anggota Khalid SH, MH, dan Andy Effendi Rusdi SH.

Agenda sidang pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur. Keseluruhan terdakwa Hatta Muttaqin, Riki Wibowo, Abubakar, Sugita Candra, T. Reza, Sukadi Purnawan alias Wawan Bin Sumadi, Khairil Bin Muhammad dan Mukhlis Bin M. Husein. Selanjutnya, Zulfuad alias Fuad, Rahman alias Koboy, dan Darwis alias Lanang.

“Terdakwa dalam kasus ini melibatkan delapan oknum polisi dan tiga masyarakat sipil dengan peran berbeda, sehingga persidangan secara terpisah dan bertahap,” ujar Kasi Intel Kejari Aceh Timur Andi Zulanda SH.

Kata dia, delapan oknum polisi yang sudah menjalani sidang perdana yakni Hatta Muttaqin, Riki Wibowo, Abubakar, Sugita Candra, T. Reza, Sukadi Purnawan alias Wawan Bin Sumadi, Khairil Bin Muhammad, dan Mukhlis Bin M. Husein. Sedangkan tiga terdakwa dari masyarakat sipil yang belum disidang yaitu, Zulfuad alias Fuad, Rahman alias Koboy, dan Darwis alias Lanang.

Para terdakwa didakwa melanggar pasal 114 ayat 2 (dua) UU RI No. 35/2009 tentang narkotika jo pasal 132 ayat 1 (satu) UU RI No. 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara atau dapat dipidana hukuman mati atau seumur hidup.

“Subsideir pasal 112 ayat 2 (dua) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika jo pasal 132 ayat 1 (satu) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling banyak Rp8 miliar,” ujar Andi Zulanda.

Kasus yang sempat menghebohkan publik itu, berawal dari temuan narkotika jenis sabu di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Aceh Timur, Maret 2018 silam. Dalam dakwaan, terungkap ke 9 tersangka bersekongkol dan bermufakat jahat untuk menggelapkan 3 Kg sabu dari total keseluruhan 22 Kg yang ditemukan saat itu. (b24)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here