Pariwisata Maju, Ini Tujuh Dukungan yang Diharapkan Aceh dari Pemerintah Pusat

0

JAKARTA (Waspada): Guna memajukan sektor pariwisata Aceh dan sekaligus memperoleh peringkat satu pada Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019, pemerintah Aceh meminta sejumlah dukungan kepada pemerintah pusat.

Ada sekurangnya tujuh (7) dukungan yang diharapkan Aceh kepada pemerintah pusat yang disampaikan Plt (Pelaksana Tugas) Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam acara peluncuran Calender of Events (CoE) 2019 Aceh di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta, baru-baru ini.

Dukungan pertama, Aceh berharap ada penambahan rute penerbangan baru antara Banda Aceh-Puket, antara Sabang-Puket, dan Banda Aceh-Singapura.

Kemudian dukungan pembangunan bandara komersil dan pelabuhan di Kota Sabang.

“Hal itu juga sudah dibicarakan dengan kepala staf presiden dan pada dasarnya kita sudah mendapatkan good will dan political will dari presiden yang baru saja kemarin kami laporkan di Instana Negara bersama para bupati dan walikota,” terang Nova dihadapan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Dukungan selanjutnya, pengembangan fasilitas Bandara Rembele di Bener Meriah. “Kami  masih memerlukan bantuan pemerintah pusat agar pesawat berbadan lebar sudah dapat menjalani rute Medan-Rembele,” ungkap Nova.

Tak ketinggalan dukungan investasi seperti perhotelan. “Kami berharap ada fasilitasi dari Kemenpar dan pemerintah pusat untuk menarik investor untuk berinvetasi di Aceh khususnya untuk hotel dan resort,” tambahnya.

Berikutnya dukungan untuk  kedatangan cruise atau kapal pesiar yang masuk melalui wilayah laut Sabang.

Lalu dukungan promosi baik dalam paid media, owned media, social media, dan endorser atau dikenal dengan POSE.

Satu lagi, Aceh berharap Menpar Arief Yahya berkenan supaya dari 10 destinasi wisata nasional yang sudah ditetapkan, ditambah satu lagi yakni Sabang.

“Untuk ini kami mohon dukungan untuk pembangunan baru pelabuhan dan bandara internasional di Sabang dalam rangka percepatan konektivitas ke Puket, Langkawi, Andamar, dan juga dari Sabang langsung ke Singapura,” terang Nova.

Mengenai penambahan rute baru di Aceh, Menpar Arief Yahya  sepakat dan pihaknya akan memberikan insentif bagi airlines yang mau membuka rute baru ke Aceh.

“Untuk itu bila ada airlines yang mau membuka rute baru penerbangan, Kemenpar akan memberikan insentif hingga 50%. Kemenpar juga akan memberikan subsidi di awal-awal bagi flight yang membuka rute baru karena demand-nya pasti masih kecil. Terutama rute flight dari dan ke China Selatan serta India,” kata Arief Yahya.

Wisman asal China Selatan dan India menurut Arief Yahya merupakan segmentasi wisatawan yang dapat ditarik ke Aceh. “China Selatan yang mayoritas Muslim memiliki potensi sebagai kantong wisatawan. Kesukaan mereka adalah pantai dan ikan cakalang. Selain China, India juga bisa ditarik karena 40% penduduknya adalah Muslim,” terangnya.

Mengenai keinginan Aceh agar Sabang bisa menjadi destinasi nasional, Arief Yahya menilai pantas sebab Sabang merupakan kawasan yang layak dijadikan untuk itu.

Dalam kesempatan itu, Arief Yahya bahkan mengusulkan agar Aceh membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

Usulan itu disampaikan Arief Yahya dengan pertimbangan bahwa KEK pariwisata memiliki beberapa keunggulan, terutama dalam hal kemudahan perizinan bagi investor.

“Tantangan negara yang terbesar adalah dalam perizinan karena birokrasinya berbelit-belit dan KEK akan memudahkan. Lihat saja Nusa Dua Bali, prosesnya sangat mudah dan itu kelebihan dari KEK. Kelebihan yang kedua adalah pelayanan dan yang ketiga saat menjadi KEK maka infrastruktur dan fasilitas dasar akan didukung penuh oleh pemerintah,” beber Arief Yahya. (Adji K.)

Caption:
1. Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama Menpar Arief Yahya dalam acara Launching Calender of Events (CoE) 2019 Aceh di Jakarta. (Foto: Adji K.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here