Harga Tinggi, Permintaan Emping Pun Tinggi

1
Ifan, 24, pedangang emping melinjo di Beureunuen, Pidie saat mengisi emping melinjo berkualitas Lose untuk ditimbang sebelum dijual, Selasa (26/3). Waspada/Muhammad Riza
Ifan, 24, pedangang emping melinjo di Beureunuen, Pidie saat mengisi emping melinjo berkualitas Lose untuk ditimbang sebelum dijual, Selasa (26/3). Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Harga emping melinjo di Pidie dalam sebulan terakhir terus meroket. Tingginya harga disebakan pengrajin mayoritas kaum perempuan tengah sibuk memanen padi di sawah.

Amatan Waspada, Selasa (26/3) di pusat Kota Beureuneun, Kabupaten Pidie, emping melinjo kualitas super seharga Rp80.000/Kg, emping melinjo jenis Lose Rp75.000/Kg, dan kulitas emping biasa Rp70.000/Kg.  
Ifan, 24, pedagang emping melinjo di Toko Jasa HSM Beureunuen menjelaskan, tingginya harga emping dipicu beberapa faktor, diantaranya kurangnya biji melinjo sebagai bahan baku dan pengrajin yang mayoritas ibu rumah tangga saat ini sedang sibuk memanen padi.

Menurut dia, meski harganya tinggi namun permintaan masyarakat sangat tinggi. Bahkan dia memprediksikan, harga tersebut akan terus melonjak hingga berakhirnya Ramadhan.

Perkiraanya itu berdasarkan pengamalaman tahun-tahun sebelumnya, karena sudah menjadi kebiasaan menjelang Idul Fitri permintaan emping melinjo meningkat.

Ifan mengungkapkan, dampak dari pengaruh panen raya menyebabkan para pengrajin sibuk di sawah, para tenaga kerja yang menggeluti usaha pengolah emping melinjo pun menjadi berkurang. Kondisi ini juga turut berpengaruh pada harga atau upah. Jika sebelumnya ongkos tumbuk pada pengrajin Rp25.000/bambu, saat ini sekira Rp28.000.bambu. (b10)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here