Tun Mahathir: Jangan Curang

1

KUALA LUMPUR (Waspada): Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad berharap
Pemilu dan Pilpres di Indonesia pada 17 April mendatang berlangsung lancar, tertib, dan aman. Kuncinya jangan ada kecurangan, jangan ada penipuan suara rakyat, apalagi sampai terjadi pembunuhan.

“Siapapun yang menang atas pilihan rakyat harus dihormati, Malaysia sebagai negara
jiran dan negara-negara lain tidak boleh ikut campur Pilpres di Indonesia. Tidak betul
kalau saya sokong salah satu Capres, seperti diberitakan di media massa. Kebetulan masa
itu saya bertemu dengan Presiden Jokowi di rumah Ibu Megawati, lalu ditanya banyak
wartawan, seakan saya mendukung Jokowi. Siapapun yang menang tidak ada masalah
dengan Malaysia, hubungan baik tetap berjalan,” tegas TunMahathir menjawab pertanyaan
khusus Waspada di kantornya kompleks pemerintahan Putra Jaya, Senin (1/4).

Menurut Mahathir, Pilpres harus dijaga agar berlangsung demokratis, suara rakyatlah
yang menentukan siapa yang menjadi pemimpin di sebuah negara, sehingga pihak yang
menang harus menjalankan roda pemerintahan dengan benar, dan pihak yang kalah
harus sabar menunggu lima tahun lagi untuk bertarung dalam pemilihan raya.

“Harus ikuti peraturan perundangan. Saya sendiri harus menunggu 15 tahun, dan di luar dugaan bisa menang karena rakyat sudah pintar memilih pemimpin, tidak ingin memimpin
korupsi, pencuri uang rakyat,” ungkapnya mengenang masa lawannya Najib Razak menggunakan segala cara, pakai “kuku besi” untuk mendapatkan sokongan dengan membeli suara rakyat.

Mahathir menambahkan, bukan bermaksud membanggakan diri, sesungguhnya dirinya sendiri tidak yakin bisa meraih suara mayoritas dalam pilihan raya tahun lalu, apalagi lawannya begitu kuat, didukung partai berkuasa Barisan Nasional dan UMNO yang sudah memerintah selama 60 tahun.

Dia menyatakan keprihatinannya di sejumlah negara Islam di Arab karena pihak yang kalah dalam pemilihan presiden tidak mau mengakui kekalahannya, lalu memobilisasi massa untuk turun ke jalan, demonstrasi, menghalangi terbentuknya
pemerintahan baru. Pada akhirnya timbul kerusuhan. Yang terpilih tidak dapat menjalankan pemerintahannya, terus didemo sehingga militer mengambil alih pemerintahan, katanya seperti di Mesir.

Justru itu, PM Mahathir kembali mengingatkan perlunya Pemilu dan Pilpes yang jujur, adil, demokratis, kalau rakyat sudah memilih, siapapun yang menang wajib didukung, beri
kesempatan menjalankan roda pemerintahan. (tim)

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here