Empat Pasang Tersangka Mesum Ditangkap WH

0

LANGSA (Waspada): Petugas Dinas Syariat Islam dan Polisi Wilayatul Hisbah (WH) Kota Langsa kembali mengamankan empat pasang tersangka pelaku mesum di dua tempat berbeda, Sabtu (6/4) malam.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif, MM yang dihubungi wartawan menjelaskan, empat pasang tersangka yang ditangkap, sepasang ditangkap di jalan lingkar PTP kawasan Gampong Timbang Langsa, Kec. Langsa Baro, ketika hendak berhubungan suami istri.

Sementara tiga pasang lagi ditangkap di taman samping bekas kantor Dinas Pendidikan Kab. Aceh Timur, Minggu (6/4) sekira pukul 01:30. Ditangkapnya keempat pasangan mesum ini atas laporan masyarakat, selanjutnya oleh petugas Dinas Syariat Islam dan Polisi Wilayatul Hisbah (WH) turun ke lokasi di jalan lingkar PTP kawasan gampong Timbang Langsa.

“Di sana didapat pasangan di bawah pohon sawit di mana keduanya sudah tanpa pakaian,” sebut Ibrahim. Ibrahim menyebutkan, keduanya berasal dari Kecl Manyak Payed, Kab. Aceh Tamiang, yang pria berinisial AL, 32, dan yang wanita masih di bawah umur.

“Keduanya diamankan di kantor Dinas Syariat Islam kota Langsa untuk proses lanjut, diancam hukuman cambuk (Jinayat) yaitu perbuatan zina. Kalau cukup bukti dan saksi mereka dapat diancam hukuman 100 kali cambuk,” tegas Ibrahim Latif.

Sementara tiga pasang ditangkap di taman samping bekas kantor Dinas Pendidikan Kab. Aceh Timur di jalan protokol Ahmad Yani. Sepasang di antaranya masih pelajar. Kemudian FA, 19, warga Kec. Langsa Kota dan pasangan perempuannya masih di bawah umur.

Seterusnya FR, 19, warga Kec. Langsa Kota dan pasangan perempuannya juga masih pelajar. Mereka kita amankan Minggu (7/4) sekira pukul 01:30 saat mojok di taman samping bekas kantor Dinas Pendidikan Kab. Aceh Timur.

Ketiganya kemudian diboyong ke kantor Dinas Syariat Islam kota Langsa. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dilakukan pembinaan dan kita panggil pihak keluarga dan petua gampong masing-masing, mereka sepakat untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut oleh keluarga. Kemudian membuat pernyataan di kertas bermaterai bahwa mereka tidak mengulangi pembuatannya, demikian Ibrahim Latif. (m43)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here