Tabung Gas Meledak, 2 Tewas, 2 Kritis, 6 Luka-luka

0
Ruko Warung Sate Rahmad di Jl. Kruing Lingkungan I Kelurahan Sekip Kecamatan Medan Petisah yang diduga asal ledakan tabung gas terlihat porak poranda setelah ledakan dahsyat terjadi, Kamis (11/4) sekira pukul 18:30. Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): 2 orang tewas, 2 kritis dan 6 menderita luka-luka setelah ledakan dahsyat diduga akibat ledakan tabung gas di satu rumah toko (ruko) Jl. Kruing Lingkungan I Kelurahan Sekip Kecamatan Medan Petisah, Kamis (11/4) sekira pukul 18:30.

Korban ledakan tabung gas tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Royal Prima. Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan yang berasal dari Warung Sate Rahmad itu membuat ruko yang dijadikan sebagai tempat usaha kuliner itu porak poranda, dua ruko lainnya yakni toko roti Amanda dan rumah warga milik Sadikin mengalami rusak parah karena lantai II dan dinding rumah jebol.

Kerusakan juga dialami ruko De Room yang menjual oleh-oleh khas Medan. Sedangkan ruko yang menjual Bolu Meranti hanya mengalami kerusakan retak-retak pada dinding.

Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, mayoritas ruko di kawasan tersebut berlangganan gas dari Perusahaan Nasional Gas Negara. Ledakan diperkirakan terjadi sekira pukul 18:30. Saat itu, sejumlah warga sedang melakukan aktivitas di rumah masing-masing sedangkan suasana di lokasi usaha Bolu Meranti, Bolu Amanda, Warung Sate Rahmat dan De Room para pengunjung sedang sibuk hendak membeli. Tanpa diduga, tiba-tiba terdengar suara ledakan dahsyat yang berasal dari Warung Sate Rahmad. Ledakan yang sangat dahsyat itu membuat ruko Sate Rahmad hancur porak poranda. Ledakan tersebut juga menjebol ke dinding tetangga Warung Sate Rahmad yakni ruko usaha Roti Amanda dan rumah yang dihuni Sadikin.

Dua penjaga toko De Room menderita luka-luka akibat terkena serpihan kanopi yang terjatuh.

Ledakan yang diduga dari Warung Sate Rahmad itu membuat Pak Rahmad menderita luka bakar hampir 90 persen, istri pak Rahmad menderita luka bakar 50 persen sedangkan 2 anak Pak Rahmad meninggal dunia sesampainya di Rumah Sakit Royal Prima.

Seorang petugas Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran Pemko Medan bernama Dedi Aryadi Siregar menyebutkan, bocah anak Pak Rahmad meninggal dunia sesampainya di rumah sakit.

“Begitu sampai di rumah sakit, kedua anak-anak itu meninggal dunia. Memang tidak mengalami luka-luka namun kemungkinan besar karena terjebak kepulan asap hingga susah bernafas hingga akhirnya meninggal dunia,” ujar Dedi yang mengaku membopong korban dari ruko Warung Sate Rahmad menuju RS Royal Prima.

Sadikin, yang rumahnya berdampingan dengan Warung Sate Rahmad ketika diwawancarai mengaku bahwa saat kejadian tersebut, dirinya berada di belakang rumah dan sedang duduk istirahat memperhatikan orang-orang yang sedang bekerja.

“Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan hingga saya terkejut,”ujar Sadikin.

Dijelaskan Sadikin, saat kejadian tersebut, seorang anaknya menderita luka-luka ringan namun lantai II rumahnya ikut rubuh.

Sementara itu, seorang pekerja yang disebut-sebut dari PN Gas menyebutkan, ledakan berasal dari tabung gas dan bukan dari pipa gas.

“Padahal para pelanggan sudah diingatkan bahwa tabung gas tersebut harus hati-hati menggunakannya namun pelanggan lalai hingga terjadi ledakan,” ujar pekerja itu usai memeriksa kondisi pipa gas bawah tanah yang berada di bagian belakang ruko tersebut.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto kepada wartawan menyebutkan, akibat ledakan tersebut, 2 orang meninggal dunia dan 8 orang menderita luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Royal Prima.

Saat ditanya apakah ledakan tersebut diduga akibat ledakan tabung gas Elfiji, Dadang belum bisa menjelaskannya.

“Saat ini penyebab ledakan masih dalam penyidikan. Tim dari Labfor sedang melakukan penyelidikan dan kita masih menunggu hasil dari Tim Labfor,” ujar Dadang usai menjenguk para korban di Rumah Sakit Royal Prima. (h04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here