Puluhan Santri Mogok Belajar Protes Pemberhentian 11 Teman

0
SEJUMLAH santri Ponpes Ulumul Quran Stabat Kab. Langkat berjalan keluar pondok dalam aksi mogok belajar sebagai protes terhadap 11 teman mereka yang diberhentikan secara tiba-tiba. Waspada/Abdul Hakim
SEJUMLAH santri Ponpes Ulumul Quran Stabat Kab. Langkat berjalan keluar pondok dalam aksi mogok belajar sebagai protes terhadap 11 teman mereka yang diberhentikan secara tiba-tiba. Waspada/Abdul Hakim

STABAT (Waspada): Puluhan santri Pondok Pesantren Ulumul Quran Stabat Kab. Langkat mogok belajar, Jumat (12/4). Mereka keluar pondok kemudian berkumpul di halaman Masjid Syafiatul Amaliyatul Hadiqah Jalan Proklamasi Kec. Stabat, protes atas pemberhentian 11 rekan mereka oleh pengelola pondok karena terduga memukul adik kelas.

”Setelah ini kami berencana pulang ke rumah masing-masing, sebagian telah membawa tas,” kata salah seorang santri kepada waspada. Saat ditanyakan kapan kembali ke pondok, mereka menjawab belum tahu, menunggu sampai situasi kondusif.

Akibat mogok belajar itu hasil pantauan lokasi pondok sepi. Secara bersamaan 11 wali santri yang anaknya diberhentikan turut mendatangi gedung DPRD Langkat untuk mengadukan kekesalan mereka terhadap pengelola pesantren yang memberhentikan anak didik secara tiba-tiba.

Namun karena seluruh wakil rakyat yang membidangi masalah pendidikan tidak masuk sebab sedang kunjungan kerja, para wali santri hanya bertemu beberapa ASN dan membuat jadwal pertemuan dengan anggota dewan agar dapat mengadukan masalahnya.

Selanjutnya 11 wali santri juga mendatangi Kemenag Langkat untuk mengadukan hal serupa. Mereka diterima Kasi Pendidikan Diniyah Ainul Aswad. Kepada waspada, Ainul mengatakan bidang pendidikan pesantren diamanahkan kepada Siti Aminah.

”Kebetulan beliau sedang keluar, kami akan jadwalkan agar wali santri dapat bertemu dengannya membahas masalah tersebut,” katanya. Sementara itu Kakan Kemenag Langkat Zulfan Effendi mengemukakan pihaknya tidak dapat mencampuri terlalu jauh urusan Pondok Pesantren Ulumul Quran, karena dikelola yayasan.

”Ya seperti itu, kami tidak dapat terlalu jauh mencampuri masalah internal mereka. Namun menyangkut mogok belajar kami akan minta kepada pengelola pondok agar jangan sampai terganggu,” ujar Zulfan.

Kakan Kemenag kemudian menghubungi salah seorang kepala sekolah di pesantren tersebut via handpone. Dia menanyakan masalah yang terjadi dan dijawab kepala sekolah sedang rapat bersama jajaran guru dan pengelola pondok membahas masalahnya.

Akhirnya komunikasi berhenti, namun sebelumnya Zulfan mengatakan akan menghubungi kembali untuk mengetahui hasil rapat. Sementara itu Sumar, 51, salah seorang wali santri warga Jalan Marindal Medan yang anaknya termasuk diberhentikan, saat berada di gedung DPRD Langkat mengatakan kekesalannya kepada pengelola pesantren, karena anaknya tiba-tiba diberhentikan.

”Tidak ada teguran, peringatan mau pun surat kepada kami. Kemudian informasi diperoleh pemukulan tersebut terjadi tahun lalu. Terlihat jelas pengelola pondok sengaja mencari-cari kesalahan 11 anak ini karena sebelumnya mereka menolak pemberhentian dua guru tahfiz oleh pihak pesantren, hingga terjadi demo besar-besaran,” kata Sumar.

Dia berharap Bupati Langkat dapat mengganti pengurus yayasan di sana agar citra pesantren itu tidak semakin buruk. Pondok Pesantren Ulumul Quran yang berada di Jalan KHZ Wahid Hasyim Stabat tersebut merupakan aset Pemkab Langkat, sebagaimana dokumen-dokumen resmi yang diperlihatkan ASN Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) belum lama ini. (a03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here