Ganti Gaya Kunci Sukses Hamilton

0
Motorsport
Motorsport

SHANGHAI (Waspada): Lewis Hamilton (foto) mengaku, kunci suksesnya menjuarai balapan GP China 2019 adalah mengganti gaya membalap di belakang kemudi mobil Mercedes W10.

Sebelum menjuarai balapan seri ke-1.000 dalam kalender Formula 1 di Sirkuit Internasional Shanghai, China, Minggu (14/4), bintang Inggris itu sempat kewalahan mengendalikan mobilnya.

“Sepanjang akhir pekan, mobil ini tidak suka dengan cara membalapku di trek ini. Aku menggunakan itu di dua tahun terakhir, namun ban dan mobil tidak mau menyesuaikannya,” jelas Hamilton.

“Aku sepertinya kehilangan banyak performa. Aku harus lebih dinamis untuk mengubah gaya alami membalapku, berganti ke cara yang lain,” tambah juara dunia lima kali Formula One itu.

Hamilton mengatakan selalu menggunakan gaya membalap yang agresif di Shanghai dan itu berhasil dengan baik dengan raihan lima gelar juara di sana hingga 2017.

Namun pada 2018, dia gagal naik podium setelah hanya finis di peringkat empat. “Aku berhasil menemukannya di akhir kualifikasi. Ketika di balapan, gayaku sedikit kembali ke gaya normal membalapku,” ungkapnya.

“Jadi ketika memimpin, aku bisa mempertahankan posisi dan melakukan tugasku,” klaim Hamilton yang meraih gelar juara ke-75 sepanjang karirnya di usia 34 tahun.

Dia meraih gelar juara keenam kalinya di Shanghai setelah mengungguli rekan satu timnya, Valtteri Bottas. Dengan demikian Mercedes mencetak hatrik finis 1-2 di tiga balapan pertama F1 musim ini.

Hamilton finis 6,552 detik lebih cepat dari Bottas, meski dia mengawali balapan dari P2. “Mencetak finis 1-2 bersama itu sangat spesial di Grand Prix ke-1.000. Aku bisa membuat perbedaan dan ini seperti suatu sejarah,” ujarnya lagi.

Pebalap asal Inggris itu kini terpaut 16 kemenangan dari rekor 91 kemenangan yang masih dipegang legenda Michael Schumacher.

Belum ada pemenang yang mengawali balapan dari pole position musim ini. Bottas yang menjuarai GP Australia pun kasusnya sama, meraih juara dari P2.

“Aku kira kecolongan di start. Mobil terasa bagus dan selain itu kecepatannya serupa,” tegas Bottas.

Balapan Grand Prix ke-1.000 ini menjadi pertarungan batin antara dua pebalap Ferrari. Charles Leclerc, yang sempat unggul di posisi tiga, tidak terlalu senang ketika harus mematuhi perintah tim untuk memberi jalan Sebastian Vettel yang tertahan di belakang mobilnya pada lap 11.

Walaupun diuntungkan team order, Vettel seakan tak punya jawaban atas kecepatan dua pebalap Mercedes yang berada jauh di depan. Baik Mercedes maupun Ferrari menerapkan strategi dua pitstop dengan ban kompon hard dan medium.

Pebalap asal Jerman itu harus cukup puas berbagi podium dengan dua pebalap Mercedes setelah finis di peringkat ketiga dengan selisih 13,744 detik dari juara lomba.

Sedangkan Nico Hulkenberg (Renault), Lando Norris (McLaren), dan Daniil Kvyat (Toro Rosso) tidak menyelesaikan balapan karena mengalami masalah dengan mobil mereka di tengah lomba. (m15/rtr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here