Gas Alam PGN Solusi Kurangi Subsidi Gas Elpiji

0
SALES Area Head PGN Medan Saeful Hadi (dua kiri) dan Camat Medan Denai foto bersama warga penerima manfaat pembangunan Jargas di Medan, saat diresmikannya Jargas di Medan beberapa waktu lalu. Waspada/Sugiarto
SALES Area Head PGN Medan Saeful Hadi (dua kiri) dan Camat Medan Denai foto bersama warga penerima manfaat pembangunan Jargas di Medan, saat diresmikannya Jargas di Medan beberapa waktu lalu. Waspada/Sugiarto

MEDAN (Waspada): Program pemerintah pemasangan Jaringan Gas (Jargas) ke rumah tangga mendapat apresiasi positif, karena selain memberikan pemasangan gratis, penggunaan gas alam ini bisa menjadi solusi untuk pengurangan beban subsidi penggunaan gas elpiji sekaligus mengurangi impor elpiji.

Pengamat ekonomi Sumatera Utara dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo mengatakan, program jaringan gas ke rumah tangga merupakan bentuk diversifikasi penyediaan energi bagi masyarakat. Namun penyediaannya masih sangat terbatas, mengingat biaya pembangunan jaringannya yang mahal.

“Penyediaan jaringan gas rumah tangga membantu ketersediaan gas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, walaupun harga jualnya masih di bawah harga keekonomian. Dengan demikian sangat membantu rumah tangga untuk menghemat pengeluaran untuk kebutuhan gas,” kata Wahyu Ario, Senin (15/4).

Terkait dengan banyaknya masyarakat yang menginginkan dapat menikmati gas alam yang murah dari PGN ini, Wahyu mengharapkan pemerintah bisa memprogramkan pembangunan Jargas ini setiap tahunnya, terutama di Sumatera Utara.

“Ya sebaiknya pemerintah meneruskan program pembangunan Jargas ini agar sebagian besar warga bisa menikmatinya. Terutama untuk mengurangi permintaan gas elpiji subsidi. Karena banyak rumah tangga yang seharusnya tidak layak mengkonsumsi elpiji 3 kg, ikut membelinya karena murah, sehingga tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah harus terus mendorong penggunaan gas alam untuk rumah tangga ini, agar tidak ada penyelewengan pemakaian gas elpiji 3 kg dan mengurangi impor elpiji.

“Kita mendorong pemerintah untuk penggunaan gas alam PGN bagi rumah tangga. Meskipun biaya instalasi jaringan cukup mahal, tetapi jika ingin tepat sasaran dan tidak ada penyelewengan pemakaian gas elpiji 3 kg, sebaiknya program Jargas ini dilanjutkan setiap tahunnya,” ujarnya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagdo mengatakan, penggunaan gas alam PGN memiliki beberapa keunggulan, di antaranya, gas yang didistribusikan PGN, antara lain berasal dari kekayaan gas bumi di dalam negeri.

Artinya, dari sisi makro, penggunaan gas pipa bagi konsumsi rumah tangga, tidak membebani neraca perdagangan lantaran impor gas yang terjadi pada gas elpiji. Keunggulan lain khusus konsumen rumah tangga, akan menghemat ongkos penggunaan gas, dikarenakan tarif per kubik gas PGN lebih murah.

“Harga memang berbeda dengan Elpiji 3kg,” tegas Dilo. Gas pipa yang dijajakan PGN merupakan jenis gas metana berbobot jenis ringan, sehingga cepat dan gampang menguap, minim risiko kebakaran.

Sedangkan gas Elpiji merupakan gas propana dengan bobot massa lebih berat, mudah tersulut. “Keunggulan-keunggulan tersebut akan lebih memudahkan masyarakat mengakses energi baik yang lebih ramah lingkungan, dan penggunaan gas ini pun membantu kemandirian energi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi mengatakan, saat ini program untuk pelanggan rumah tangga yaitu program Jargas merupakan program pemerintah agar masyarakat dapat menikmati gas alam tersebut, namun untuk program ini tergantung dari kemampuan anggaran pemerintah untuk membangunnya.

“Untuk di Medan terdapat 5.656 sambungan dan di Deliserdang 5560 sambungan yang sudah berjalan dan merupakan anggaran tahun 2018. Sedangkan untuk tahun 2019 tidak ada, yang ada di daerah lain,” sebutnya.

Menurutnya, wilayah Indonesia sangat luas, sehingga dengan kemampuan anggaran pemerintah yang terbatas maka dilakukan secara bergilir ke daerah lain untuk menciptakan pemerataan pembangunan.

Saeful Hadi menyebutkan, sampai saat ini, jumlah pelanggan gas alam PGN untuk rumah tangga sebanyak 19.341 pelanggan ditambah program Jargas 2018 di Medan 5.656 pelanggan dan Deliserdang 5.560 pelanggan (sebagian masih proses konversi kompor). Kemudian untuk komersil (usaha kecil menengah) sebanyak 481 pelanggan, industri 47 pelanggan. (m41)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here