Guru Harus Ikuti Perkembangan Teknologi Pembelajaran

0

JOMBANG (Waspada):Guru masa kini tidak boleh hanya mengajar dari buku pelajaran yang sudah lama terbit. Di era Revolusi Industri 4.0,  sudah banyak materi pembelajaran di Internet yang dapat membantu guru dalam mengajar.

“Di era sekarang ini guru tidak boleh ketinggalan di dalam teknologi yang mendukung literasi, karena kalau seorang guru tidak mengetahui teknologi ini pasti akan kalah oleh murid,”ujar Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhamad Nasir dalam Sambutan Wisuda Berjudul Peran Perguruan Tinggi, Mahasiswa, dan Lulusannya Menjawab Tantangan Era Disrupsi Teknologi di Dies Natalis Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Jombang, Jawa Timur, Sabtu (20/4).

Nasir mengingatkan ilmu yang diajarkan kepada murid tidak berhenti setiap tahun melainkan terus diperbarui, sehingga guru tidak boleh berpuas dengan buku ajar yang lama.

“Jangan sampai menjadi dosen atau guru ketinggalan teknologi, dengan menggunakan buku yang dipakai cetakan tahun-tahun yang lalu, tahun 2005 atau 2010, padahal sekarang sudah tahun 2019 dan harus update,” ungkap Nasir.

Lebih lanjut Nasir menyatakan di era Revolusi Industri 4.0 ini akan ada banyak mata pelajaran dan mata kuliah yang dapat diajarkan tanpa guru atau dosen sama sekali, sehingga guru dan dosen perlu meningkatkan kemampuan mengajarnya juga dengan bantuan teknologi, sehingga mereka tetap dapat memberikan pengajaran yang maksimal.

“Sekarang dunia pengajaran sudah menggunakan sistem pembelajaran yang tidak lagi menggunakan orang lagi. Kami datang ke Korea Selatan, Jepang dan China bahkan sampai dengan Kanada. Ada suatu proses pembelajaran dimana mahasiswa sudah tidak lagi bersentuhan dengan orang di tingkat pendidikan tinggi,” ungkap Nasir.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat Unifah Rosyidi mengatakan guru di Indonesia akan tetap dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 selama mereka terus meningkatkan profesionalismenya.

“Profesionalisme adalah kata kunci dan menjadi perhatian global, karena itu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita akan terus belajar dan profesionalisme itulah yang menjadi kuncinya. Dengan terus mengasah diri insya Allah kita akan bisa memposisikan diri apapun tantangannya di era 4.0,” ungkap Ketua Umum PGRI Pusat Unifah Rosyidi.

Setelah memberikan sambutan wisuda, Menristekdikti meresmikan Gedung Student Center STKIP PGRI Jombang. Rangkaian agenda di Jombang ini dihadiri oleh Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat Unifah Rosyidi, President Association of Higher Learning Institution in Computing and Information Technology Studies Richardius Eko Indrajit, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI (Jawa Timur) Suprapto, Bupati Jombang Munjidah Wahab, para eselon Pemerintah Kabupaten Jombang, ketua dan anggota Senat Akademik STKIP PGRI Jombang beserta para dosen, serta wisudawan dan wisudawati bersama orang tua masing-masing.(dianw/B).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here