ASJB  Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi  Berita Medsos

0

JAKARTA (Waspada): Alumni  SMA Jakarta Bersatu (ASJB) mengapresiasi hasil hitung cepat yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei yang hasilnya memenangkan pasangan Presiden Jokowi-KH Ma’ruf Amin serta mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang menunggu hasil resmi penghitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami juga melakukan acara khusus berupa ‘slametan’  yang dihadiri oleh seluruh alumni SMA di Jakarta untuk mengapresiasi hasil pencoblosan dan kinerja yang dilakukan oleh aparat keamanan TNI-Polri,” kata inisiator ASJB Dede Radinal, di Jakarta, kemarin.

Dede juga  mengimbau  agar masyarakat Indonesia tidak mudah terpancing terhadap isu-isu yang digelontorkan melalui media sosial yang bertujuan untuk memecah-belah warga bangsa.

“Kan sekarang kita lihat berbagai informasi dengan mudah diakses melalui media sosial, sangat diharapkan agar masyarakat tidak mudah terpancing yang berbuntut pada bentrokan sosial. Jadi sabar untuk menunggu pengumuman resmi dari KPU,” kata Dede.

Selain itu ASJB juga menggelar syukuran atas kemenangan jagoan mereka di Pilpres 2019 dalam versi hitung cepat (quick count). Para relawan membotaki kepala mereka.

“Cukur rambut ini adalah salah satu apresiasi kegembiraan untuk pemilu yang damai, gembira, ceria bahwa pesta demokrasi Indonesia berjalan dengan baik,” kata Dede Radinal.

Selain menggunduli rambut, ASJB melaksanakan doa bersama 100 anak yatim. Setelahnya, digelar sesi diskusi mengenai langkah ASJB untuk tetap mendukung Jokowi.

Saat gelaran diskusi, hadir Ketua Umum Gerakan Alumni UI, Fajar Soeharto. Dalam kesempatannya, Fajar yakin aspirasi yang dibawa ASJB berdampak signifikan bagi bangsa.

“Mestinya secara umum pemerintah pasti mendengarkan ya. Apalagi ASJB yang kita lihat walaupun selama ini bukan sebagai organisasi resmi politik, tidak berbentuk badan hukum tertentu itu saja suaranya sudah bukan main. Jadi, suara mereka pantas untuk didengar dan saya pikir pemerintah yang akan datang, khususnya Pak Jokowi dan Pak Kiai, pasti akan mendengar. Jadi saya pikir, tanpa perlu harus ada siapa pun, caranya seperti apa. Tapi organisasi ini, kelompok ini sudah pantas untuk bersuara dan didengar,” kata Fajar.(dianw/B).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here