Harumkan Bangsa di Kancah Internasional

0
MUHAMMAD Ja'far Hasibuan memamerkan medali emas di Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF), Sabtu (20/4), atas temuannya mengolah udang sebagai obat kulit. Waspada/Ist
MUHAMMAD Ja'far Hasibuan memamerkan medali emas di Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF), Sabtu (20/4), atas temuannya mengolah udang sebagai obat kulit. Waspada/Ist

SHANGHAI, China (Waspada): Muhammad Ja’far Hasibuan mengharumkan nama Indonesia setelah sukses merebut medali emas di Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF), Sabtu (20/4), dalam bidang kesehatan atas temuannya mengolah udang sebagai obat kulit.

Dalam kompetisi yang diikuti banyak negara dari berbagai profesi, seperti dosen, pelajar dan mahasiswa itu, Ja’far menyodorkan penemuan yang disebutnya Biofar Shrimp Skin Care. Ja’far telah meneliti temuan ini selama tiga tahun, karena terinspirasi dari udang halus kecil yang hidup tumbuh berkembang biak di bawah pohon bakau.

Udang itu bermanfaat bagi dunia kesehatan. Bahan produk inovatif tersebut diproses dalam bentuk dengan bubuk dan salep cair. Uji coba pada manusia telah dilakukan kepada mereka yang terkena benda tajam, seperti paku dan seng. Dan ternyata, setelah memberikan udang halus ramuan kental di sekitar luka, hasilnya positif. Dalam dalam dua jam rasa sakit dan nyeri berkurang secara signifikan.

Pemanfaatan udang pasta juga telah diuji terhadap pasien dengan rasa gatal di kulit, baik di bagian dalam jaringan kulit (epidermis) dan jaringan luar kulit serta dari luar. Ja’far mempraktikkan temuannya di depan juri internasional yang terkena penyakit kulit.

“Alhamdulillah bisa menyumbangkan emas untuk Merah-Putih walaupun saya sulit mencari dana untuk berangkat. Emas ini untuk rakyat Indonesia yang telah mendukung kita dan untuk keluarga saya,” kata Ja’far yang merupakan alumni MTs dan MAS Pondok Pesantren Nurul Falah Tamosu Panompuan Tapanuli Selatan.

Penemuannya ternyata diapresiasi oleh banyak pihak. Hal itu terlihat dari banyaknya pengunjung yang menemuinya dan meminta kerjasama untuk memasarkan produknya. Salah satu profesor China mengapresiasi penemuannya.

Alumni UIN Sumut ini menambahkan, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Shanghai juga telah mengapresiasi prestasinya. “Beban tetap ada karena minimnya perhatian pemerintah terhadap saya. Delegasi Indonesia setiba di Jakarta hari ini tanggal 23 April 2019, disambut Bapak Presiden RI di bandara,” harapnya.

CSITF merupakan bagian dari kegiatan ke 7 China Shanghai International Technology Fair yang didukung oleh United National Industrial Development Organization,United Nations Development Program dan Work Invention Intellectual Property Associations (WIIPA). (And)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here