Kartini Inspirator Sepanjang Zaman

0

JAKARTA (Waspada): Kartini sebagai inspirator yang semangat dan cerdas, patut diteladani oleh setiap orang. Khususnya perjuangannya mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan.

Dimana Kartini memilih pendidikan sebagai jalur yang harus ditempuh perempuan untuk memperoleh kesejajaran dengan kaum laki-laki dan menjadi pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia.

Sebagaimana pertemuan komisi status perempuan di markas PBB New Yorkang dihadiri sekitar 9000 peserta UN Women dan Dewan Ekonomi dan Social PBB (ECOSOC, Economic and Social Council) Maret 2019 lalu, kesetaraan gender merupakan sesuatu hal yang harus diperjuangkan.

Demikian diungkapkan DR. Ir. Giwo Rubiyanto Wiyogo, MPd Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) di Jakarta (21/4). Kata dia, perjuangan tersebut sangat sejalan dengan semangat perjuangan Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia.

Sehingga pendidikan menurut Giwo menjadi sangat penting bagi perempuan agar lebih terampil dalam melakukan kewajiban sebagai ibu. Perempuan wajib mendapat pendidikan, karena perempuan sebagai calon ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi seorang anak.

Melalui pendidikan, perempuan dapat maju dan memiliki ilmu untuk mendobrak tradisi yang membodohkan, dan melalui pendidikan seorang perempuan dapat menentukan jalan hidup serta kemandiriannya. Karenanya, kata dia, perempuan juga perlu dibekali dengan pendidikan karakter agar dapat mendidik generasi penerus bangsa yang cerdas, unggul dan memili akhlak yang mulia.

“No Women and Girl Left Behind, tidak ada perempuan dan anak perempuan tertinggal dibelakang, mengingat peran dan tanggung jawab besar perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang membina generasi penerus masa depan bangsa, membangun karakter dan mentalitas bangsa, yang menjaga moral keluarga dan masyarakat, yang menjaga lingkungan  alam agar tetap dapat dinikmati oleh anak cucu serta dapat berperan aktif menggerakkan ekonomi keluarga, ekonomi masyarakat dan bangsa,” kata dia.

Dilanjutkanya,perempuan harus cerdas, yang meliputi cerdas kodrati (tahu ada kodrat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan), cerdas tradisi (tahu memilah tradisi buatan manusia yang bias gender, yang merugikan perempuan), cerdas sosial (tahu tata pergaulan sosial yang membangun karakter) dan cerdas profesi (hak memilih profesi yang menjadi dambaan setiap orang) dalam upaya membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Perempuan sambungnya harus dapat berpikir “out of the box”, yang inovatif dapat mengatasi problem masa depan yang jauh beragam dan tidak biasa biasa saja. “Think Equal, Build Smart, Innovate for change, perempuan cerdas dapat menjadi agen perubahan. Pasti ada tantangan yang dihadapi, mari bersatu fokus dalam melanjutkan semangat perjuangan ibu Kartini,” pungkasnya. (m37)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here