Masih Banyak Warga Medan Inginkan Gas PGN

0
SEKRETARIS Direktorat Jenderal Migas Iwan Prasetya Adhi saat mencoba menggoreng telur menggunakan kompos gas yang dialiri gas bumi PGN, setelah diresmikannya Jargas di Kec. Medan Denai, pada Maret 2019 lalu. Waspada/Sugiarto
SEKRETARIS Direktorat Jenderal Migas Iwan Prasetya Adhi saat mencoba menggoreng telur menggunakan kompos gas yang dialiri gas bumi PGN, setelah diresmikannya Jargas di Kec. Medan Denai, pada Maret 2019 lalu. Waspada/Sugiarto

MEDAN (Waspada): Pemerintah melalui Program Jaringan Gas Bumi untuk rumah tangga (Jargas), telah meresmikan sebanyak 11.216 jaringan rumah tangga yakni 5.656 di Medan dan 5.560 di Deliserdang.

Namun masih banyak warga yang sangat ingin mendapatkan aliran gas yang dikelola oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) tersebut. Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi mengakui, banyak warga yang menginginkan rumahnya dialiri gas bumi PGN.

Ada sekitar 1.100-an lebih rumah tangga yang memasukkan permohonan ke PGN. “Saat ini program untuk pelanggan rumah tangga yaitu program Jargas dan merupakan program pemerintah. Sehingga untuk program Jargas ini tergantung dari kemampuan anggaran pemerintah untuk membangunnya,” ujar Saeful Hadi, Minggu (21/4).

Dia mengatakan, untuk tahun 2019 ini tidak ada pembangunan Jargas di Medan. Karena untuk tahun anggaran 2018, Medan sudah mendapatkan jatah sebesar 5.656 sambungan rumah tangga dan 5.560 di Deliserdang.

“Untuk tahun 2019 tidak ada, yang ada di daerah lain,” sebutnya. Menurutnya, wilayah Indonesia sangat luas, sehingga dengan kemampuan anggaran pemerintah yang terbatas maka dilakukan secara bergilir ke daerah lain untuk menciptakan pemerataan pembangunan.

Saeful Hadi menyebutkan, sampai saat ini, jumlah pelanggan gas alam PGN untuk rumah tangga sebanyak 19.341 pelanggan ditambah program Jargas 2018 di Medan 5.656 pelanggan dan Deliserdang 5.560 pelanggan. Kemudian untuk komersil (usaha kecil menengah) sebanyak 481 pelanggan, industri 47 pelanggan.

Lebih Efisien

Salah seorang warga Perumnas Mandala Medan, Juli Rahmadani, 30, menyebutkan, dirinya mengaku sangat menginginkan masuknya gas bumi PGN ke rumahnya. Karena menurutnya, menggunakan gas bumi PGN untuk keperluan memasak lebih efisien.

“Kami kepingin sekali pakai gas PGN. Karena menurut hemat kami, gas bumi PGN lebih efisien baik waktu, tenaga, biaya. Karena tidak harus mengantre, seperti membeli LPG di pangkalan, dan biayanya lebih murah dibanding LPG dan tidak naik-turun, sehingga bisa berhemat dan mudah memperkirakan anggaran belanja setiap bulannya,” ujarnya.

Untuk itu, dia sangat berharap, pemerintah bisa memberikan kuota program Jargas di Medan setiap tahunnya. Karena, selain bisa meringankan beban masyarakat Medan yang sering merasakan kelangkaan gas LPG dan harganya yang sering melambung, pemerintah juga bisa mengurangi beban subsidinya untuk gas LPG.

Sebelumnya, Rabitha, 54, ibu rumah tangga konsumen gas bumi di Kecamatan Medan Denai, mengaku merasa gembira bisa mendapatkan aliran dari program Jargas. Dia memilih menggunakan gas bumi untuk keperluan memasak agar lebih hemat.

“Sebelum saya pakai, kakak saya yang duluan sudah pakai. Dia bilang gas bumi lebih hemat. Dan setelah saya pakai juga, memang benar, hematnya lebih dari separuh dibanding LPG,” tuturnya.

Menurutnya, sejak awal dia meyakini lebih murah, pemasangan Jargas di rumahnya juga atas inisiatif dia sendiri untuk mendaftar, bukan karena ditawarkan PGN. Pemasangan instalasi Jargas di rumahnya pun tanpa ada pungutan biaya sama sekali.

Dia juga tidak mengkhawatirkan faktor keamanan dalam penggunaan gas bumi karena sudah diberikan pemahaman cara penggunaan instalasi yang dipasang di rumah. Selain itu, Rabitha memastikan hasil masakan dengan gas bumi tidak berbeda dengan penggunaan LPG. (m41)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here