DPD Protes Vonis  Bebas Penganiaya TKI

0
Parlindungan Purba menunjukkan foto TKI asal NTT, Adelina Sau diduga menjadi korban penganiayaan hingga akhirnya meninggal dunia, di Malaysia. Waspada/Irianto
Parlindungan Purba menunjukkan foto TKI asal NTT, Adelina Sau diduga menjadi korban penganiayaan hingga akhirnya meninggal dunia, di Malaysia. Waspada/Irianto

DELISERDANG (Waspada): Vonis bebas Pengadilan Tinggi Malaysia terhadap Ambika Shan,61 diduga penganiaya TKI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Adelina Sau,21 pada 18 April lalu, menuai protes.

Kali ini, protes itu dari Anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba yang meminta Pemerintah RI untuk mengambil sikap tegas. “Jadi, tentu kami sangat kecewa, Ambika Shan divonis bebas,” kata Parlin kepada Waspada, di Kualanamu International Airport (KNIA), Senin (22/4) siang.

Disebutkan Parlin, kasus penganiayaan menimpa pembantu rumah tangga (PRT) Adelina Sau, terjadi sekira 2 tahun lalu. Adelina sempat menjalani perawatan dan akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Bukit Mertajam, Penang, Malaysia, 11 Februari 2019.

Terkait kasus penyiksaan diduga dilakukan sang majikan, Ambika Shan sempat disidang dan dijatuhi hukman 8 tahun penjara. Ambika digugat dengan Pasal 302 Hukuman Pidana Malaysia yang memuat ancaman hukuman mati dalam kasus itu.

Tapi, Ambika Shan, mengajukan banding, dan akhirnya setelah kurang lebih 2 tahun masa hukuman dijalani, dia divonis bebas Pengadilan Tinggi Malaysia, 18 April 2019.

Putusan tersebut menurut Parlin sangat melukai hati dan keluarga korban. Senator Senayan ini segera akan menyampaikan permasalahan itu kepada Ketua DPD RI di Jakarta. “Jangan sampai putusan tersebut, mengganggu minat orang khususnya TKI bekerja ke Malaysia secara resmi,” paparnya.

Sebelumnya, Parlindungan Purba memberikan apresiasi kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Pulau Pinang, Malaysia Iwanshah Wibisono yang langsung merespon kasus menimpa seorang TKI asal NTT itu. (m29/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here