Ribuan Massa Kecam Bawaslu

0
Polisi Melakukan Penjagaan Di Antara Dua Kubu Yang Akan Berunjuk Rasa Di Kantor Bawaslu Sumut, Jl. Adam Malik Medan, Jumat (10/5). Waspada/Rizky Rayanda/C
Polisi Melakukan Penjagaan Di Antara Dua Kubu Yang Akan Berunjuk Rasa Di Kantor Bawaslu Sumut, Jl. Adam Malik Medan, Jumat (10/5). Waspada/Rizky Rayanda/C
Sejumlah massa yang tergabung dalam aliansi Gemas Sumut Anti Makar, terlihat membawa kayu saat beraksi di depan kantor Bawaslu Sumut, Jl. Adam Malik Medan, Jumat (10/5). Waspada/Rizky Rayanda/C
Sejumlah massa yang tergabung dalam aliansi Gemas Sumut Anti Makar, terlihat membawa kayu saat beraksi di depan kantor Bawaslu Sumut, Jl. Adam Malik Medan, Jumat (10/5). Waspada/Rizky Rayanda/C

MEDAN (Waspada) : Ribuan massa Ormas Islam mendatangi Kantor Bawaslu Sumut di Jl. H Adam Malik Medan, Jumat (10/5) sekira pukul 16:00. Pasalnya, mereka menuding pelaksanaan Pemilu penuh dengan kecurangan.Dalam aksinya, massa mengecam penyelenggara Pemilu baik itu Bawaslu maupun KPU yang diduga melakukan kecurangan dalam Pemilu 2019. “Ketika KPU tidak jujur, maka rakyat akan turun ke seluruh Indonesia,” ujar Rabu Alam saat orasi di depan Kantor Bawaslu Sumut dan disaksikan oleh Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan.

Rabu Alam menegaskan, rakyat akan turun ke jalan bila KPU bersikap tidak adil dan berlaku curang, sehingga mencederai demokrasi Indonesia. Sementara itu, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumut Ustad Heriansyah saat membacakan petisi Selamatkan Indonesia, bahwa Pemilu 2019 telah terbukti dan nyata dilakukan dengan segala penyimpangan, kecurangan, dan kejahatan yang secara terstruktur, sistematis,massif, dan brutal.

“Bahwa seluruh perbuatan penyimpangan, kecurangan Pemilu 2019 nyata telah melibatkan dan diduga diprakarsai paslon 01 yang juga berkapasitas sebagai petahana,” sebutnya.

Heriansyah mensinyalir, ada pihak memperalat seluruh lembaga penyelenggara pemilu (jajaran KPU, Bawaslu) dan juga instansi pemerintah seperti Polri, ASN, BUMN dan Institusi Pemerintah lainnya yang semuanya diarahkan guna pemenangan Paslon 01.

Selain itu, kata Heriansyah, berdasarkan keterlibatan paslon 01 sebagai pelaku utama penyimpangan, kecurangan dan kejahatan pemilu 2019,maka secara hukum memenuhi syarat untuk didiskualifikasi sebagai calon presiden.

Selain itu, kata Heriansah, penyelenggara Pemilu diduga melakukan kecurangan dan kejahatan, maka seluruh ad hoc KPU Pusat untuk melakukan perhitungan suara ulang secara jurdil hasil pemilu 2019.

Dalam petisi itu, Heriansah mensinyalir hasil perhitungan Pilpres dan Pileg 2019 yang telah ditetapkan oleh Komisioner KPU Pusat dijadikan sebagai dasar penetapan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 dan juga penetapan hasil pemilihan legislatif.

Pada bagian akhir petisi tersebut, Heriansah mendesak agar dibentuk Tim Independen Pencari Fakta kematian 500-an lebih penyelenggara Pemilu di Indonesia, yang merupakan angka yang sangat besar dan menjadi kejadian luar biasa.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan mengatakan, akan mempelajari petisi yang disampaikan kepada Bawaslu. “Setiap laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti,”ujarnya.

Usai menyampaikan petisi, massa aksi ormas Islam membubarkan diri dengan tertib. Kendati begitu massa menegaskan akan menunggu hasil tindaklanjut dari Bawaslu.

Pantauan Waspada, sebelum massa Ormas Islam tiba, ratusan massa yang menamakan dirinya Masyarakat Anti Makar telah berada di sekitar kantor Bawaslu, sehingga massa dari Ormas Islam tidak bisa mendekati kantor Bawaslu, sedangkan petugas kepolisian memberikan pagar betis. (h04/K)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here