Kejari Nias Tangani Pembangunan Gedung SLB Berbiaya Rp2.3 M

3
KASI Pidsus Kejari Gunungsitoli, Fatizaro Zai, SH. Waspada/Bothaniman Jaya Telaumbanua
KASI Pidsus Kejari Gunungsitoli, Fatizaro Zai, SH. Waspada/Bothaniman Jaya Telaumbanua

GUNUNGSITOLI (Waspada): Kejaksaan Negeri Gunungsitoli melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi Pembangunan Gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kab. Nias Barat berbiaya Rp2.335.470.000.

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli melalui Kasi Pidsus, Fatizaro Zai, SH kepada wartawan, Selasa (14/5)m membenarkan kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung SLB di Kab. Nias Barat telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

“Sejumlah saksi telah kita periksa dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah turun ke Nias Barat,” ungkap Fatizaro Zai sambil menambahkan, kerugian negara pada pembangunan gedung SLB Nias Barat menunggu hasil audit BPKP.

Namun kasus tersebut ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan karena melihat kondisi bangunan SLB sebagian besar tidak bisa dimanfaatkan. “Setelah kita cek di lapangan, sebagian besar bangunan SLB tidak bisa dimanfaatkan, makanya kita berani meningkatkan statusnya ke penyidikan sambil menunggu hasil audit BPKP yang telah turun ke lapangan,” ujar Kasi Pidsus.

Dalam waktu dekat Kejari Gunungsitoli akan melakukan pemeriksaan terhadap pejabat pengambil komitmen (ppk) serta panitia pelaksana pembangunan gedung SLB. Dokumen terkait pembangunan gedung SLB Nias Barat telah diperoleh tim Kejari Gunungsitoli, dan untuk menetapkan tersangka segera dilakukan.

Dari Kasipidsus diketahui, dana proyek pembangunan gedung SLB di Nias Barat berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pendidikan Republik Indonesia tahun anggaran 2016.

Pembangunan gedung SLB di Nias Barat dikerjakan secara swakelola oleh Dinas Pendidikan Kab. Nias Barat dengan dana Rp2.335.470.000. Ppk pembangunan gedung SLB langsung dari kantor Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, Kementrian Pendidikan RI. (a25)

3 KOMENTAR

  1. Harus benar-benar aparat hukum jeli dalam memperhatikan ini,,karena Nias Barat saat sedang dalam kondisi terpuruk

  2. Harus benar-benar aparat hukum jeli dalam memperhatikan ini,,karena Nias Barat saat ini sedang dalam kondisi terpuruk…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here