KNIA Waspada Virus Cacar Monyet

0
dr.M Sofyan Hendri  berbincang dengan Kasi Pemeriksa II Imigrasi Albert Oloan Pasaribu terkait virus cacar monyet yang dibawa penumpang luar negeri. Waspada/Irianto 
dr.M Sofyan Hendri  berbincang dengan Kasi Pemeriksa II Imigrasi Albert Oloan Pasaribu terkait virus cacar monyet yang dibawa penumpang luar negeri. Waspada/Irianto 

DELISERDANG (Waspada):Pihak Kantor Kesehatan dan Pelabuhan (KKP) wilayah kerja Kualanamu menyatakan waspada terhadap masuknya penyebaran virus cacar monyet (monkeypox) yang dibawa penumpang di terminal kedatangan luar negeri Kualanamu International Airport (KNIA).

Koordinator KKP wilayah kerja (wilker) Kualanamu dr.M Sofyan Hendri yang dikonfirmasi Waspada, Selasa (14/5) membenarkan hal itu. “Benar sejauh ini, kami pihak KKP Kualanamu waspada masuknya virus cacar monyet di KNIA,” katanya.

dr.M Sofyan menuturkan, selain dua alat thermo scanner (alat monitor pendeteksi suhu atau temperatur penumpang) yang dipasang di terminal kedatangan luar negeri, pihaknya juga mensiagakan delapan tim medis.

Kesemuanya dikerahkan guna mengantispasi kemungkinan masuknya penyebaran virus cacar monyet yang dibawa melalui penumpang luar negeri. Jika nantinya ada penumpang yang dicurigai (suspect) terkena cacar monyet ditandai dengan suhu tubuh tinggi 38 derajat celcius.
Selain itu, demam panas dan adanya bintil atau semacam gelembung di tubuhnya. Langkah cepat yang dilakukan tim medis, penumpang yang suspect tersebut dibawa ke KKP untuk diperiksa.

“Tapi, memang sampai saat ini belum ditemukan adanya penumpang suspect  cacar monyet itu,” paparnya. Walau demikian pihak KKP berkoordinasi dengan Imigrasi Kualanamu tetap waspada.

Sofyan menambahkan, koordinasi dengan pihak Imigrasi itu sangat penting, guna mencari tahu asal negara mana penumpang diduga yang terkena cacar monyet tersebut. Seperti Afrika tengah dan barat.
“Tentu akan lebih  cepat diketahui, karena petugas Imigrasi yang mengetahui asal penumpang dari negara mana berdasarkan dokumen paspor,” sebutnya.

Kasi Pemeriksa II Imigrasi Kualanamu Albert Oloan Pasaribu yang saat itu turun langsung melihat thermo scanner mengaku siap untuk melaporkan asal penumpang yang dicurigai cacar monyet. “Yang jelas siap dan tentu kita berharap penyakit tersebut tidak masuk ke Indonesia,”pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, penyakit cacar monyet tengah menjadi perbincangan, menyusul temuan Pemerintah Singapura terhadap seorang warga Nigeria,38 yang positif mengidap cacar monyet, 8 Mei 2019 lalu. (m29/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here