PB PBI Puji Sumut Bangun Lintasan Boling

0
SEKJEN PB PBI Meidianto Susatya dan Dewi Nasution pose bersama Ketua Pengda PBI Sumut dr Hj Rayati Syafrin MBA dan Bidang Organisasi Debbie Lies Civilia usai silaturahim di Kantor Harian Waspada Medan, Selasa (14/5). Waspada/Dedi Riono
SEKJEN PB PBI Meidianto Susatya dan Dewi Nasution pose bersama Ketua Pengda PBI Sumut dr Hj Rayati Syafrin MBA dan Bidang Organisasi Debbie Lies Civilia usai silaturahim di Kantor Harian Waspada Medan, Selasa (14/5). Waspada/Dedi Riono

MEDAN (Waspada): Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia (PB PBI) memuji dan mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mendukung pengembangan dan pembinaan olahraga boling di daerah ini dengan membangun lintasan boling di kawasan Jl Pancing Medan.

“Sumatera Utara menjadi provinsi kedua setelah Sumatera Selatan memiliki lintasan boling. Namun Sumut menjadi yang pertama membangun lintasan boling dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” ujar Sekjen PB PBI, Meidianto Susatya.

Hal itu disampaikan Meidianto didampingi pengurus lainnya, Dewi Nasution, saat bersilaturahim dengan Ketua Pengda PBI Sumut, dr Hj Rayati Syafrin, MBA didampingi Bidang Organisasi Debbie Lies Civilia di Kantor Harian Waspada, Jl Letjen Suprapto No.1 Medan, Selasa (14/5) siang.

Lebih lanjut Meidianto mengatakan, sejauh ini lintasan boling yang ada di Indonesia dimiliki oleh pihak swasta. Sebelum akhirnya di tahun 2017, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang ketika itu akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 membangun JSC Bowling Center Palembang.

“Bedanya, jika JSC Bowling Center Palembang pembangunannya didukung pihak swasta (Sinar Mas Group dan Pertamina), lintasan boling di Sumut dibangun murni menggunakan dana APBD. Makanya kita patut apresiasi Pemprov Sumut dan semoga langkah ini bisa diikuti provinsi lainnya,” ucap Meidianto.

Selain kepada Pemprov Sumut, Meidianto juga menyampaikan rasa salut dan apresiasinya atas perjuangan Pengda PBI Sumut yang terus mendorong pemerintah provinsi untuk membangun lintasan boling. Berkat dorongan dari Pengda PBI Sumut, lintasan boling di Sumut dapat terealisasi.

“Semangat perjuangan pengurus PBI Sumut, termasuk di dalamnya mendiang Singgih Goenawan ini yang perlu ditiru pengurus PBI provinsi lainnya di Indonesia dalam mendorong pemerintah provinsi membangun lintasan boling. Kalau Sumut bisa, provinsi lainnya tentunya juga bisa kalau memang mau berjuang,” ucapnya.

Apalagi, lanjut Meidianto, adanya lintasan boling menjadi syarat utama adanya Pengurus Daerah PBI. “Kondisinya sekarang kan jumlah lintasan boling yang ada semakin berkurang karena beberapa di antaranya tutup. Makanya kita bersyukur Sumut bangun lintasan,” katanya.

Meidianto mengatakan dalam pembangunan lintasan boling di Sumut, PB PBI turut dilibatkan oleh Pemprov Sumut, dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga. Kedatangannya ke Medan pun atas undangan pihak Disporasu yang segera pengadaan peralatan untuk lintasan.

“Kalau gedungnya kan sudah dibangun. Sekarang tinggal proses pemasangan lintasan. PB PBI di sini dilibatkan sebagai tenaga ahli untuk memastikan bahwa seluruh peralatan yang digunakan nantinya sudah sesuai dengan standar olahraga boling,” ucap Meidianto.

Dia juga mengaku memberikan banyak masukan kepada Dispora Sumut terkait pembangunan lintasan boling. Salah satunya pembangunannya harus sesuai dengan standar venue PON 2024, di mana Sumut dan Aceh akan menjadi tuan rumah bersama.

“Selain itu, tentu rencana pasca-pembangunan lintasan. Jangan sampai selesai dibangun selesai begitu saja, pintu gedungnya digembok. Harus ada pengelolaan secara profesional, bagaimana pengelolaannya ke depan itu tentu harus dipikirkan dan harus dikelola oleh pihak yang benar-benar paham dalam pengelolaan lintasan boling dan bisa melibatkan PBI,” ucapnya.

Enam Gubsu

Ketua Pengda PBI Sumut, dr Hj Rayati Syafrin, MBA, bersyukur PB PBI turut terlibat dalam pembangunan lintasan boling di Sumut. Dengan demikian, diharapkan lintasan boling Sumut nantinya sesuai standar dan bisa digunakan untuk PON 2024 maupun ajang internasional.

“Rencana pembangunan boling center di Sumut ini sudah cukup lama hingga era enam gubernur, yakni mulai Gubsu Raja Inal Siregar, Rizal Nurdin, Rudolf Pardede, dan Syamsul Arifin. Baru di era Gubsu Gatot Pudjonugroho dan Tengku Erry Nuradi terealisasi serta finishing-nya di era Gubsu Edy Rahmayadi. PBI Sumut sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Pemprov Sumut sudah merealisiasikan pembangunan boling center,” ucap Rayati.

Mantan atlet boling Nasional ini pun berharap proses penyelesaian pembangunan boling center, khususnya pemasangan lintasan bisa segera rampung, sehingga dapat digunakan untuk pembinaan atlet. Mengingat setelah Perisai Super Bowl ditutup, peboling Sumut tidak punya tempat latihan yang representatif.

“Tidak adanya lintasan juga membuat PBI Sumut tak bisa maksimal melaksanakan program pembinaan seperti menggelar kejuaraan. Kejuaraan Boling Waspada Cup yang berstatus PBI Series juga terpaksa tidak digelar lagi. Makanya kami berharap pembangunan boling center segera rampung dan program pembinaan PBI Sumut kembali berjalan dengan baik,” ucap Rayati. (m42)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here