Ketua FPI T.Tinggi Dijadikan Tersangka Pengacara: Penetapan Tersangka Aneh

0
Tim pengacara didampingi Ketua FPI Tebingtinggi Muslim Istiqomah saat memberikan keterangan pers di depan Kantor Pengadilan Negeri Tebingtinggi Deli. Foto=Waspada/Muhammad Idris.
Tim pengacara didampingi Ketua FPI Tebingtinggi Muslim Istiqomah saat memberikan keterangan pers di depan Kantor Pengadilan Negeri Tebingtinggi Deli. Foto=Waspada/Muhammad Idris.

TEBINGTINGGI (Waspada) Meski sudah berlangsung lama, mendadak Ketua FPI Kota Tebingtinggi, Muslim Istiqomah Sinulingga dijadikan tersangka oleh pihak Polres Tebingtinggi terkait insiden terjadinya keributan saat peringatan Harlah NU di tanah lapang Merdeka Kota Tebingtinggi yang terjadi sekitar tiga bulan lalu tepatnya, 27 Pebruari 2019.

Penetapan tersangka tersebut berdasarkan surat yang dikeluarkan pihak Polres Tebingtinggi dengan Nomor Sp.Tap/04/V/2019/Reskrim yang memutuskan mengalihkan status Muslim Istikomah Sinulingga alias Muslim,45, warga Jalan Gunung Sibayak, Ling.II, Kel. Tanjung Marulak Hilir, Kec. Rambutan, Kota Tebingtinggi dari saksi menjadi tersangka.

Dalam surat itu disebutkan, hal itu sehubungan dengan perkara tindak pidana dimuka umum dengan lisan dan tulisan menghasut supaya melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti ketentuan undang-undang dan atau dengan ancaman kekerasan merintangi pertemuan umum keagamaan yang tidak dilarang atau turut serta atau menyuruh melakukan perbuatan tersebut. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 160 subs pasal 175 yo pasal 55 dari KUHP pidana dan perubahan status terhitung sejak 13 Mei 2019.

Menanggapi hal tersebut, tim pengacara Borkat Harahap,SH kepada Waspada Rabu (15/5) mengatakan, penetapan tersangka itu aneh. Kejadian beberapa bulan lalu telah menetapkan dan menahan 11 orang tersangka. Kasusnya sudah bergulir dan diteliti pihak kejaksaan, dan kini sedang proses sidang di pengadilan. “Penetapan tersangka Muslim kenapa tidak dari awal?, ucapnya

Kenapa tiba-tiba muncul penetapan tersangka, kenapa tidak dari awal? tanya pengacara. Dia meminta pihak Polres menangguhkan pemeriksaan terhadap ustad Muslim yang akan diperiksa, Kamis (16/5) hari ini menunggu putusnya perkara pra pradilan.

“Saya menduga keterlibatan ustad Muslim tidak cukup, kalau sudah cukup tentu dari awal jaksa mendakwa. Kok sekarang usdad Muslim diperiksa jadi tersangka apa bukti-bukti polisi. Inilah yang akan kita prapradilan,” tandasnya. Kalau ada hasil pemeriksaan yang lalu pasti jaksa menarik dan memberikan petunjuk kepada polisi, jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, AKP Rahmani,SH ketika dikonfirmasi Waspada terkait penetapan tersangka Ketua FPI Tebingtinggi tersebut mengatakan, tidak ingin berkomentar. Dia beralasan karena yang bersangkutan tidak datang-datang dipanggil.

Sementara Ketua FPI Tebingtinggi, Muslim Istiqomah menduga ada indikasi politik dalam penetapannya tersangka. Masalah ini, katanya, udah ada upaya penyelesaian lewat lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bahkan pihak kepolisian dikatakannya, sudah meminta pendapat MUI Propinsi terkait masalah tersebut, dan pihak MUI Sumut mengatakan agar persoalan tersebut diselesaikan secara damai, karena masalah tersebut bukan masalah kriminal akan tetapi masalah keumatan.

Dia mengakatakan, terkait kejadian insiden keribuatan saat peringatan Harlah NU di tanah lapang Merdeka Kota Tebingtinggi Pebruari 2019 lalu. Tidak ada atribut FPI di sana. 11 Orang tersangka juga bukan anggota FPI, tidak ada kartu dan SK mereka sebagai anggota organisasi, melainkan hanya simpatisan. Tidak ada perencanaan sebelum kejadian, saat kejadian ada warga dan teman-teman datang minum di warung depan rumah.

Mereka mengabarkan akan datang Abu Janda di Tebingtinggi. Lalu mereka menanyakan ke saya apa boleh datang, lalu saya bilang boleh saja kalau sekedar foto-foto dan merekam gambar. Jadi tidak ada perencaaan atas kejadian keributan acara tersebut, juga tidak ada kejadian pemukulan atau kerusakan, ucapnya mengklarifikasi sebagaimana yang disangkakan terhadap dirinya.(a11/b/ckb) .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here