Lembaga Penjamin Simpanan Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan 

0

JAKARTA (Waspada): Tingkat bunga penjaminan untuk simpanan Rupiah dan valuta asing di bank umum dan simpanan Rupiah di BPR tidak mengalami perubahan.

Keputusan tersebut hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tentang Penetapan Tingkat Bunga Penjaminan di periode reguler Mei 2019.

Merujuk pada PLPS No. 1 Tahun 2018, LPS menetapkan tingkat bunga penjaminan 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) tahun yaitu bulan Januari, Mei, dan September.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah dalam Konferensi Pers Pengumunan Hasil Review Suku Bunga Penjaminan di Jakarta, Senin (13/5). Hadir dalam kesempatan itu Anggota Dewan Komisioner LPS, Destry Damayanti, Kepala Eksekutif Fauzi Ichsan, Direktur Eksekutif Riset, Surveilans, dan Pemeriksaan Didik Madiyono.

Ditambahkan Halim, tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku untuk periode tanggal 15 Mei 2019 sampai dengan 25 September 2019, dengan rincian Bank Umum sebesar 7,00 persen; Bank Perkreditan Rakyat 9,50  persen dan valas Rupiah 2,25 persen.

“Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan ditetapkan tidak mengalami perubahan. Pertimbangannya adalah Tren suku bunga simpanan perbankan terpantau sudah melandai dan berada di level yang stabil,” kata Halim.

Selain itu, lanjutnya, kondisi likuiditas relatif membaik meski masih terdapat beberapa risiko. Demikian juga kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) berada dalam kondisi stabil namun terdapat tantangan dari luar negeri.

Dalan perjalanannya ke depan, LPS akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan data suku bunga simpanan perbankan dan melakukan evaluasi yang berkesinambungan. Pasalnya,  pergerakan suku bunga simpanan di perbankan masih cukup dinamis serta masih terdapat beberapa risiko ketidakpastian terkait ekonomi dan likuiditas kedepan.

“Selanjutnya LPS akan melakukan penyesuaian terhadap kebijakan Tingkat Bunga Penjaminan sesuai dengan perkembangan suku bunga simpanan perbankan dan hasil evaluasi atas perkembangan kondisi ekonomi, likuiditas serta stabilitas sistem keuangan,” imbuh Halim.

Tidak Dijamin

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.

“Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan,” kata Kepala Eksekutif LPS, Fauzi Ichsan,

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan.

“Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan,” pungkas Fauzi. (dianw/B).

Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Destry Damayanti, Kepala Eksekutif Fauzi Ichsan, Ketua Dewan Komisioner Halim Alamsyah, Direktur Eksekutif Riset, Surveilans, dan Pemeriksaan Didik Madiyono berbincang seusai Konferensi Pers Pengumunan Hasil Review Suku Bunga Penjaminan di Jakarta, Senin (13/05/2019).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here