Ketua KAMMI : Unjukrasa Adalah Gerakan Kritis Yang Harus Dilindungi

0

MEDAN (Waspada): Aksi unjukrasa terkait Pemilu yang berujung tewasnya enam orang peserta aksi di Jakarta, disesalkan banyak pihak. Karena aksi unjukrasa adalah  gerakan kritis masyarakat yang seharusnya dilindungi aparat, bukan malah disambut dengan tembakan,bahkan sampai menyasar masjid.

Sikap represif petugas ini berpotensi memicu kemarahan umat se Indonesia.Hal itu dikatakan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut Mangaraja Harahap, Rabu (22/5).

Dia memberikan pernyataan terkait dengan aksi massa yang terjadi di Jakarta, Selasa sampai Rabu dinihari. Mangaraja menilai, dalam negara demokrasi, aksi unjukrasa adalah hal yang biasa, bahkan dilindungi oleh Undang -Undang (UU).

Karenanya, aksi unjukrasa yang berujung tewasnya enam orang peserta aksi terkait Pemilu di Jakarta tersebut, sudah melampaui batas wajar kemanusiaan dalam pengamanan massa aksi.  “Aparat harusnya melindungi dan mengayomi masyarakat, bukan malah menembaki masyarakat yang sedang berun-jukrasa,” katanya.

Mangaraja menilai, hal yang paling membuat umat  marah ialah ketika rumah ibadah umat Islam juga turut menjadi sasaran serangan.“Apa sangkut pautnya masjid dengan unjukrasa ?,kenapa masjid di tembaki ?.  Ini tidak boleh dibiarkan dan akan membangkitkan kemarahan umat Islam,” tandasnya.

Menurutnya, KAMMI Sumut akan menggelar aksi terkait tindakan refresip aparat terhadap masyarakat dan juga terkait penembakan masjid yang dilakukan aparat. “Kami sedang melakukan konsolidasi untuk melakukan aksi terkait kerusuhan yang terjadi di Jakarta. Rencananya kami akan unjukrasa ke Polda Sumut dan DPRD Sumut terkait itu,” kata Mangaraja.  (crds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here