Juara Inovasi Tingkat Dunia Gubsu Bangga Prestasi M Ja’far Hasibuan

0

MEDAN (Waspada): Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi  didampingi sejumlah kepala dinas menerima Muhammad Ja’far Hasibuan yang berhasil menyabet medali emas dalam ajang China Sanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) di Sanghai, China.

Ajang yang berlangsung pada 18-26 April 2019 itu menampilkan lebih dari 300 inovasi dari berbagai institusi pendidikan, individu, dan perusahaan dari beberapa negara seperti Arab Saudi, Turki, Iran, Iraq, Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Australia, Amerika, Rusia, dan Tiongkok selaku tuan rumah.

“Prestasi ini sangat membanggakan dan luar biasa, di mana anak Sumut, Ja’far telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di level dunia. Semoga ini mengundang berbagai pihak ikut serta mendukung Ja’far untuk masa depannya,” ujar Gubsu, baru-baru ini.

Dalam ajang tingkat Dunia tersebut, Ja’far mengembangkan produk yang terbuat dari udang khas Pesisir Selatan Malaka atau dikenal sebagai Udang Halus Kecil Segar yang berhabitat di bawah hutan bakau.

Menurut Ja’far, di wilayahnya banyak terdapat udang jenis itu. Inovasinya ini diberi nama sebagai Biofar Shrimp Skin Care. Menurut Ja’far, inovasinya itu bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit serta luka di kulit.

“Ujicoba pada manusia yang terkena luka benda tajam, secara positif dapat menyembuhkan rasa nyeri dalam dua jam,” kata Ja’far. Bukan tanpa alasan Ja’far menamai inovasinya dengan Biofar Shirimp Skin Care. Menurutnya, nama itu diambil dari penggalan nama tengahnya, yakni Ja’far. “Bio kan alami, far itu nama saya, kan Ja’far,” ujar dia.

Tidak Berbau

Karena terbuat dari bahan dasar udang, inovasi temuan Ja’far ini kerap disebut sebagi terasi. Namun begitu, Ja’far menolak inovasinya itu disebut terasi. Berbeda dengan terasi, yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, Ja’far lebih suka inovasinya disebut dengan Biofar.

“Jangan disebut terasi, nanti publik salah persepsi,” kata Ja’far. Menurutnya, inovasinya itu merupakan campuran antara udang lokal di daerahnya (Udang Halus Segar) dengan garam. Ja’far sendiri tidak menceritakan kandungan zat apa di dalam udang itu yang berperan dalam menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Dia hanya menyampaikan bahwa inovasinya itu terinsipirasi dari temuan peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB). “Iya saya melihat penelitian IPB tentang kulit udang,” kata Ja’far. Inovasi Ja’far ini berbentuk serbuk dan pasta cair.

Meskipun begitu, Ja’far mengaku bahwa olahannya itu tidak berbau. “Tidak berbau seperti terasi,” katanya. Ja’far sendiri merahasiakan cara pengolahannya. Menurutnya produknya itu difermentasikan dengan teknik tertentu yang belum bisa dipublikasikan.

“Kalau pengolahannya kami rahasiakan,” tuturnya. Menurut Ja’far, penggunaan Biofar itu bisa lewat luar atau pun dalam. Jika lewat luar bisa dioleskan ke sekitar luka, sedangkan jika lewat dalam dengan cara dicampur air terus diminum.

“Kalau dicampur air, ambil sesendok teh serbuk Biofar terus tuangkan ke air hangat sebanyak 200 milimeter,” ucapnya. Dia berharap inovasinya itu dapat didukung oleh pemerintah. Dia juga berencana mempatenkan inovasinya itu supaya bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Ada dukungan dari Bapak Presiden yang dalam waktu dekat mengundang saya ke Istana. Sudah Bertemu Mensegneg, Mendikbud, Menristekdikti, Staf kepresidenan dan Menpora. Tapi sebelum mengadap ke Istana, kami koordinasi dulu dengan Bapak Gubsu,” katanya.

Ja’far sendiri mengaku dirinya bukanlah lulusan dari keilmuan eksak, seperti kimia atau biologi. Namun ia mengaku sejak berada di bangku SMP sudah mandiri. “Saya hanya lulusan pesantren, kemudian melanjut ke Universitas Islam Negeri Sumatera Utara jurusan Bimbingan Konseling (BK),” aku Ja’far.

Menurutnya, ilmunya itu merupakan ilmu pemberian dari Allah. “Kalau dalam Islam itu ilmu laduni kan ilmu yang tak disangka-sangka gitu,” terang Ja’far. Sebelumnya diberitakan, pemuda asal Sumatera Utara Muhammad Ja’far Hasibuan berhasil membawa pulang medali emas di ajang China Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) di Shanghai China pada 18-26 April lalu.

Ja’far yang tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten, Rabu (24/4) sore langsung disambut oleh Asisten Deputi Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Wisler Manalu. Wisler menyampaikan terima kasih kepada Ja’far yang sudah bisa mengharumkan nama bangsa di pentas Dunia. (rel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here