Potensi Tapera 139 juta orang jadi stimulus BTN

0

JAKARTA (Waspada): Potensi Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)  diperkirakan mencapai sekitar 139 juta orang sampai tahun 2024 mendatang dan menjadi stimulus bagi Bank Tabungan Negara (BTN) yang siap bermitra untuk menjembatani atau mengakselerasi masyarakat Indonesia memiliki hunian yang terjangkau.

“Menjadi mitra BP Tapera merupakan sinergi yang sangat tepat sejalan dengan upaya kami terus mendukung kesuksesan Program Satu Juta Rumah. Hanya BTN yang sangat fokus mendukung pembiayaan perumahan rakyat sejak 1974,” tutur Direktur Utama  Bank BTN Maryono di Jakarta, akhir pekan.

Untuk itu, lanjutnya, BTN sudah mendapat izin dari pemegang saham mengakuisisi 30 persen saham PT PMN Investment Management, anak usaha PT Permodalan Nasional Madani (Persero), untuk memperkuat basis pembiayaan di sektor perumahan.

Direktur Finance and Treasury & Strategy BTN Nixon L.P Napitupulu menjelaskan, BTN mengincar menjadi pemilik saham mayoritas di PMN Investment Management sebesar 85 persen. Tapi untuk tahap awal BTN miliki dulu 30 persen di PMN, dengan target penyelesaian transaksi pada Juni 2019, setelah mendapat restu OJK.

Kesiapan tersebut didukung pengalaman Bank BTN menjadi pemimpin pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi, inovasi bisnis yang telah dilakukan, hingga kepemilikan Manajer Investasi yang sudah diinisiasi perseroan.

Maryono menambahkan, perseroan dan BP Tapera memiliki visi yang sejalan. Keduanya merupakan agen pemerintah yang disiapkan untuk mendukung program, khususnya dalam pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar dapat memiliki rumah yang terjangkau.

“Ini merupakan program pemerintah yang perlu didukung bersama stakeholder terkait bidang perumahan. Kami akan terus berinovasi guna menjangkau semakin banyak masyarakat Indonesia, khususnya MBR memiliki hunian yang terjangkau,” ujar Maryono.

Bank BTN pun telah melakukan berbagai inovasi dan sinergi di segmen KPR bagi kelompok MBR. Di segmen KPR Subsidi misalnya, perseroan aktif bersinergi dengan berbagai pihak guna penyaluran kredit yang lebih luas. BTN pun menciptakan produk KPR Mikro sektor informal seperti tukang ojek online dan tukang bakso untuk memiliki rumah.

Catatan keuangan perseroan menunjukkan, dalam |ima tahun terakhir BTN meraih pertumbuhan KPR Subsidi sebesar 29,85% (mulai Desember 2014 hingga Desember 2018). Per Maret 2019, emiten bersandi saham BBTN ini juga masih menempati posisi wahid No:1 pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 92,96%.

Sementara itu, Deputi Komisioner BP Tapera Bidang Pemanfaatan Ariev Baginda Siregar mengatakan kehadiran BP Tapera ditujukan agar kebutuhan kalangan MBR akan perumahan dapat dipenuhi dengan menyediakan dana murah jangka panjang. Dana tersebut akan disalurkan untuk pembiayaan perumahan berkesinambungan.

“Peserta Tapera yang tergolong sebagai masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh manfaat untuk pembelian rumah, perbaikan rumah, atau membangun rumah melalui KPR dengan bunga rendah,  yang disalurkan oleh institusi keuangan yang bekerja sama dengan kami,” jelas Ariev.

Nantinya, kalangan masyarakat yang ditargetkan menjadi peserta Tapera yakni para pekerja asing, pekerja swasta, pekerja mandiri, pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Aparatur Sipil Negara (ASN)/Tentara Nasional Indonesia (TNl)/Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Menurut Ariev, per April 2019, BP Tapera telah memiliki dana senilai Rp10,4 triliun. Dana tersebut berasal dari Taperum-PNS yang nantinya akan diperuntukkan bagi pemupukan, pemanfaatan, dan dana cadangan bagi peserta yang pensiun. (j03

Potensi Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)  diperkirakan mencapai sekitar 139 juta orang sampai tahun 2024 mendatang dan menjadi stimulus bagi Bank Tabungan Negara (BTN) yang siap menjadi mitra utama menjembatani atau mengakselerasi masyarakat Indonesia memiliki hunian yang terjangkau.

“Menjadi mitra BP Tapera merupakan sinergi yang sangat tepat sejalan dengan upaya kami terus mendukung kesuksesan Program Satu Juta Rumah. Hanya BTN yang sangat fokus mendukung pembiayaan perumahan rakyat sejak 1974,” tutur Direktur Utama  Bank BTN Maryono di Jakarta, akhir pekan.

Untuk itu, lanjutnya, BTN sudah mendapat izin dari pemegang saham mengakuisisi 30 persen saham PT PMN Investment Management, anak usaha PT Permodalan Nasional Madani (Persero), untuk memperkuat basis pembiayaan di sektor perumahan.

Direktur Finance and Treasury & Strategy BTN Nixon L.P Napitupulu menjelaskan, BTN mengincar menjadi pemilik saham mayoritas di PMN Investment Management sebesar 85 persen. Tapi untuk tahap awal BTN miliki dulu 30 persen di PMN, dengan target penyelesaian transaksi pada Juni 2019, setelah mendapat restu OJK.

Kesiapan tersebut didukung pengalaman Bank BTN menjadi pemimpin pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi, inovasi bisnis yang telah dilakukan, hingga kepemilikan Manajer Investasi yang sudah diinisiasi perseroan.

Maryono menambahkan, perseroan dan BP Tapera memiliki visi yang sejalan. Keduanya merupakan agen pemerintah yang disiapkan untuk mendukung program, khususnya dalam pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar dapat memiliki rumah yang terjangkau.

“Ini merupakan program pemerintah yang perlu didukung bersama stakeholder terkait bidang perumahan. Kami akan terus berinovasi guna menjangkau semakin banyak masyarakat Indonesia, khususnya MBR memiliki hunian yang terjangkau,” ujar Maryono.

Bank BTN pun telah melakukan berbagai inovasi dan sinergi di segmen KPR bagi kelompok MBR. Di segmen KPR Subsidi misalnya, perseroan aktif bersinergi dengan berbagai pihak guna penyaluran kredit yang lebih luas. BTN pun menciptakan produk KPR Mikro sektor informal seperti tukang ojek online dan tukang bakso untuk memiliki rumah.

Catatan keuangan perseroan menunjukkan, dalam |ima tahun terakhir BTN meraih pertumbuhan KPR Subsidi sebesar 29,85% (mulai Desember 2014 hingga Desember 2018). Per Maret 2019, emiten bersandi saham BBTN ini juga masih menempati posisi wahid No:1 pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 92,96%.

Sementara itu, Deputi Komisioner BP Tapera Bidang Pemanfaatan Ariev Baginda Siregar mengatakan kehadiran BP Tapera ditujukan agar kebutuhan kalangan MBR akan perumahan dapat dipenuhi dengan menyediakan dana murah jangka panjang. Dana tersebut akan disalurkan untuk pembiayaan perumahan berkesinambungan.

“Peserta Tapera yang tergolong sebagai masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh manfaat untuk pembelian rumah, perbaikan rumah, atau membangun rumah melalui KPR dengan bunga rendah,  yang disalurkan oleh institusi keuangan yang bekerja sama dengan kami,” jelas Ariev.

Nantinya, kalangan masyarakat yang ditargetkan menjadi peserta Tapera yakni para pekerja asing, pekerja swasta, pekerja mandiri, pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Aparatur Sipil Negara (ASN)/Tentara Nasional Indonesia (TNl)/Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Menurut Ariev, per April 2019, BP Tapera telah memiliki dana senilai Rp10,4 triliun. Dana tersebut berasal dari Taperum-PNS yang nantinya akan diperuntukkan bagi pemupukan, pemanfaatan, dan dana cadangan bagi peserta yang pensiun. (j03)

Direktur Utama Bank BTN Maryono (tengah) berbincang dengan Deputi Komisioner BP Tapera Ariev Baginda Siregar didampingi Direktur Bank BTN Budi Satria

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here