Ferrari Anggap Vettel Juara

0

MONTREAL (Waspada): Ferrari secara moral tetap menganggap Sebastian Vettel (foto kiri) sebagai juara GP Kanada 2019, meski penalti lima detik merampas kemenangannya di Circuit Gilles Villeneuve, Montreal, Quebec.

Pebalap Jerman yang start dari pole position itu menyentuh garis finis pertama di depan pebalap Mercedes Lewis Hamilton (foto kanan), namun tidak ada perayaan kemenangan untuk Ferrari.

Berada di bawah tekanan dari Hamilton sepanjang balapan Formula One itu, Minggu (Senin WIB), Vettel lantas membuat kesalahan di putaran ke-48. Dia terlalu keras melintasi chicane dan melebar ke rumput di pinggir trek.

Vettel berhasil mengendalikan mobilnya untuk kembali ke trek di depan sang pebalap Inggris yang terpaksa melakukan pengereman keras agar terhindar dari terpojok ke pagar pembatas.

Balapan dilanjutkan sementara insiden tersebut diinvestigasi steward. Beberapa lap kemudian ketika Vettel diberitahu keputusan penalti tersebut, amarah sang juara dunia empat kali itu meledak seperti terdengar di radio komunikasi pebalap.

Di tempat lain Mercedes memberi tahu Hamilton untuk tetap berada di belakang girbok Vettel dan kemudian menyambut kemenangan di akhir balapan.

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto mengindikasikan jika mereka tidak akan mengajukan banding terhadap keputusan tersebut, tetapi menegaskan siapa juara sebenarnya.

“Bukan kami yang memutuskan dan itu baru namanya olahraga. Namun jelas jika kita lihat ke para penonton, saya rasa semua beranggapan jika tak ada yang bisa diperbuat oleh Sebastian,” beber Binotto, seperti dilansir Reuters, Senin (10/6).

“Saya kira dia tak ada niatan buruk dengan apa yang dia lakukan. Dia di depan memimpin sepanjang balapan, dia melewati garis finis pertama, bagi kami dia adalah pemenang secara moral,” tambahnya.

Jenson Button, juara dunia tahun 2009, ikut berkomentar lewat Sky Sports. “Selalu mengecewakan ketika ada pertarungan sengit di trek antara dua pebalap hebat, dua juara dunia, kemudian steward datang dan merampasnya dari kita,” sentilnya.

“Sangat disayangkan, bagi saya ini jelas insiden balapan… Itu tak memerlukan penalti,” klaim Button.

“Saya kira fungsi dari steward adalah memberikan penalti kepada pergerakan tak aman yang mencolok, bukan kesalahan alami dari hasil balapan ketat. Apa yang terjadi di GP Kanada tak bisa diterima di tingkat olahraga setinggi ini,” kritik juara dunia 1987 Mario Andretti.

“Mereka mencuri balapan ini dari kami. Saya tak punya jalan lain, serius saya tak bisa ke mana-mana,” ucap Vettel dengan amarah lewat radio komunikasi ketika mendapati dirinya berada di bawah penyelidikan steward

“Yang benar saja, kalian buta jika mengizinkan dia lewat dan tidak mengendalikan mobilmu, ke mana seharusnya saya melintas? Ini dunia yang salah, ini tidak adil,” sesalnya lagi.

Sejumlah fans yang tidak senang meneriaki Hamilton ketika berada di podium untuk posisi pertama. Ini kemenangan kelimanya pada 2019 serta menyamai rekor tujuh kemenangan Michael Schumacher di GP Kanada.

“Pertama, bukan saya yang membuat keputusan ini. Jadi saya tak tahu apa yang mereka teriakkan, mungkin keputusannya,” klaim Hamilton.

Dia pun makin kokoh di puncak klasemen pebalap dengan kemasan 162 poin, diikuti Valtteri Bottas dengan 133 poin. Vettel peringkat ketiga dengan defisit 62 poin dari pemuncak klasemen. (m15/rtr/sky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here