Kasus Penipuan Arisan Rp1,3 M: Sejumlah IRT Datangi Polres Nias

0
SEJUMLAH ibu rumahtangga (IRT) mendatangi ruang Unit II Sat Reskrim Polres Nias mempertanyakan penanganan dan proses pengaduan mereka terkait dugaan penipuan arisan sebesar Rp1,3 miliar, Rabu (12/6). Waspada/Bothaniman Jaya Telaumbanua
SEJUMLAH ibu rumahtangga (IRT) mendatangi ruang Unit II Sat Reskrim Polres Nias mempertanyakan penanganan dan proses pengaduan mereka terkait dugaan penipuan arisan sebesar Rp1,3 miliar, Rabu (12/6). Waspada/Bothaniman Jaya Telaumbanua

GUNUNGSITOLI (Waspada): Sejumlah ibu rumah tangga (IRT) di Kota Gunungsitoli mendatangi Kantor Satuan Reserse Kriminal Polres Nias, Rabu (12/6). Mereka mempertanyakan perkembangan proses pengaduan terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan arisan mencapai Rp1,3 miliar lebih.

Evi Waruwu alias Ina Carlos, salah seorang IRT yang ikut mendatangi Sat Reskrim Polres Nias menyebutkan tujuan mereka mempertanyakan tindaklanjut penanganan laporan pengaduan dugaan penipuan arisan Rp1,3 miliar yang telah dilaporkan Januari 2019 lalu. “Kami menanyakan tindaklanjut penanganan laporan kami di Polres Nias yang kami laporkan sejak Januari 2019 lalu,” ujar Evi Waruwu.

Evi menjelaskan mereka adalah korban penipuan arisan cabutan oleh ketua arisan berinisial MN alias Ina Inda, dan suaminya AW. Dimana sejak ikut arisan tahun 2015, mereka tidak pernah menang atau mendapatkan kembali uang yang telah mereka setor, padahal arisan tersebut telah selesai dan bubar. “Kami anggota arisan berjumlah 28 orang, tapi yang melapor ke Polres Nias 6 orang,” ungkapnya.

Dari Evi Waruwu diketahui, modus penipuan dan penggelapan arisan yang mereka laporkan, dimana setiap pencabutan berdalih bukan mereka yang menang tetapi peserta arisan lainnya. Namun hingga arisan tersebut bubar pada November 2018 lalu, mereka tidak pernah menang dan uang yang disetor setiap bulan sejak tahun 2015 tidak dikembalikan. “Sejak dimulai hingga selesai, kami tidak pernah menang atau uang kami dikembalikan, padahal setiap bulan kami menyetor Rp1 juta,” ungkapnya.

Kerugian yang dialami Evi Waruwu kurang lebih Rp36 juta, dan jika dikalkulasikan semua kerugian peserta arisan mencapai Rp1,3 milliar. Dia berharap Kapolres Nias serius menangani laporan mereka, dan mereka ingin kepastian hukum secepatnya agar pelaku mengembalikan uang mereka. “Kami berharap Kapolres serius, karena kami sudah melapor sejak Januari 2019,” harapnya.

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.Ik, MH melalui Ps. Paur Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo yang ditemui pada hari yang sama menerangkan, laporan pengaduan kasus dugaan penipuan arisan tersebut sedang dalam penyelidikan. “Kasus penipuan arisan yang dilaporkan sejumlah ibu rumah tangga masih penyelidikan, dan penyidik kita sedang melakukan pengumpulan alat bukti,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan, terlapor sudah dilayangkan undangan untuk dimintai keterangan dan hingga saat ini belum menghadiri undangan penyidik. “Kasus ini tetap kita proses untuk menentukan apakah kasus ini bisa naik ke tingkat penyidikan atau tidak,” ujar Restu Gulo.

Dari surat bukti pelaporan yang diberikan Evi Waruwu dengan Nomor STPLP/11/I/2019/NS diketahui salah seorang korban penipuan arisan Siti Emma alias Ina Mira melaporkan AW, MN, DW dan NW. Kerugian yang dialami pelapor atas kasus penipuan arisan dalam laporannya Rp170 juta. (a25)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here