Presiden Diminta Turun Tangan Atasi Kelangkaan BBM Di Simeulue

0

SIMEULUE (Waspada): Presiden Republik Indonesia Jokowi diminta turun tangan membantu kesulitan masyarakat khususnya Wong Cilik Simeulue untuk memperoleh minyak tanah dan solar.

Ketua PAC PDIP Simeulue Timur Hardani kepada Waspada menyatakan di Sinabang, Rabu (12/6), imbauan ini langsung pada presiden agar derita Rakyat Simeulue tidak terus berlanjut.

Menurut Hardani (foto) yang juga mantan Presiden Mahasiswa Perguruan Tinggi Al-Washliyah Aceh, sistem pembelian minyak tanah dengan pembatasan jumlah dan waktu sangat meresahkan warga.

“Ini masyarakat kita harus bagai zaman penjajahan saja,” jelas dia. Untuk Hardani mengimbau kehadiran negara teristimewa Presiden Jokowi supaya masalah teratasi secara permanen.

Dia menguraikan kesulitan penduduk Simeulue terutama kalangan kecil, petani dan nelayan memperoleh BBM khususnya solar dan minyak tanah bukan satu dua hari tapi sudah menahun.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan & Koperasi Simeulue Ir. Ibnu Abbas menyatakan sudah berulang kali rapat dengan pihak terkait untuk mengatasi hal tersebut.

Katanya sepengetahuan dia kelangkaan sudah tidak ada. “Masak, saya pikir kelangkaaan minyak tanah dan solar sudah tuntas,” jawab Ibnu Abbas.

Ibnu Abbas berjanji menyikapi kelangkaan BBM dan solar. Dia akan menggelar rapat lagi dengan Pertamina Simeulue pada Kamis (13/6).

Kepala Operasional Head Terminal BBM (OH TBBM) Simeulue Evandrey Iyandiarta saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya segera melakukan rapat evaluasi bersama mengatasi kelangkaan solar dan minyak tanah di Simeulue. Dia akan melakukan tindakan tegas kepada SPBU dan juga AMPS yang beroperasi tidak sesuai aturan.

Pengakuan Evandrey harusnya solar dan minyak tanah sudah cukup namun dia menduga ada kelemahan di SPBU dan APMS dalam penyaluran nya kepada pengguna.

Seorang pegawai SPBU PT. Pandata Daro, Afrizal alias Zal yang dikonfirmasi Waspada siang kemarin menyebutkan alasan cepat ludesnya Solar di SPBU itu karena jumlah jatah yang diberikan Pertamina sedikit dan dalam seminggu  tiga kali saja.

Lebih lanjut Zal menjelaskan pihaknya tidak pernah melakukan penimbunan dan permainan dalam penjualan melainkan karena memang kurang. “Tidak cukup, kita order banyak tidak dikasih Pertamina,” jelas dia. (crm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here