Tiket Rp10 Juta Bisa Ke Jepang PP

0
PRAKTISI hukum Irwansyah Tanjung SH, MHum bertemu anggota DPD RI Parlindungan Purba saat akan berangkat ke Jepang dengan pesawat MH 865. Waspada/Irianto
PRAKTISI hukum Irwansyah Tanjung SH, MHum bertemu anggota DPD RI Parlindungan Purba saat akan berangkat ke Jepang dengan pesawat MH 865. Waspada/Irianto

DELISERDANG (Waspada): Harga tiket pesawat tujuan Kualanamu, Cengkareng, Jakarta yang mencapai Rp10 juta di Kualanamu International Airport (KNIA) pada arus balik Lebaran 1440 H, bisa untuk berangkat ke Narita Jepang PP (pulang pergi). Praktisi hukum di Medan Irwansyah Tanjung, SH, MHum menyatakan hal itu kepada waspada, saat akan bertolak ke Narita Jepang di KNIA dengan pesawat Malaysia Airlines, MH 865, Kamis (13/6) pukul 14:45.

Disebutkannya, harga tiket pesawat rute domestik itu sungguh sangat mahal jika dibanding rute keberangkatan international. “Bayangkan saja, tiket Jakarta Rp10 juta sekali jalan, dengan jarak tempuh 2 jam. Sedangkan ke Jepang Rp10 juta bisa untuk tiket pesawat pulang pergi dengan 7 jam perjalanan,” katanya.

Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat penerbangan di Indonesia semakin suram. Karena harga tiket pesawat yang sangat memberatkan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini Menteri Perhubungan (Menhub), lanjut Irwansyah, yang juga advokat di Medan harus mencarikan solusi terbaik. Sehingga harga tiket pesawat dapat terjangkau. “Ini gawat sekali, masak ke Jakarta lebih mahal daripada ke Jepang,” paparnya.

Terkait tiket mahal, masyarakat khususnya pengguna jasa transportasi udara memang tak ada pilihan lain, membeli tiket kelas bisnis yang harganya ‘selangit’ karena tiket kelas ekonomi tempat duduk (seat) penuh. “Jadi, masyarakat sangat terpaksa membeli tiket,” sebutnya.

Persoalan harga tiket yang dikeluhkan masyarakat ini tak bisa dibiarkan. Pemerintah harus turun tangan. Misalnya, pemerintah menyediakan armada pesawat Boeing 747, guna mengantisipasi lonjakan penumpang. Apalagi ini masih dalam suasana padat penumpang (peak season) karena arus balik Lebaran 1440 H. “Intinya, kalau saat ini harga tiket melambung jangan disalahkan airlines, karena dia akan mencari untung. Jadi pemerintah yang menyiapkan armadanya karena ini menyangkut public service ke masyarakat,” sebutnya.

Lewat Kualalumpur

Sementara anggota DPD RI asal Sumatera Utara Parlindungan Purba yang akan berangkat ke Jakarta terpaksa memilih terbang lewat transit Kualalumpur dengan pesawat MH 865, karena harga tiket mahal. “Apa boleh buat, harga tiket ke Jakarta mahal jadi harus ke Kualalumpur dulu,” katanya.

Parlindungan minta instansi terkait seperti pengusaha airlines, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN duduk bersama membahas persoalan harga tiket pesawat yang dirasakan masyarakat sangat mahal. “Kasihan masyarakat, karena memang mahal sekali tiket pesawat rute keberangkatan domestik,” katanya.

Ketua Asita Sumatera Utara Solahuddin Nasution yang dikonfirmasi terpisah juga sangat menyayangkan harga tiket melambung tinggi di KNIA. Pemerintah seharusnya tidak hanya menentukan tarif batas atas (TBA) kelas ekonomi saja, tapi TBA kelas bisnis juga perlu diatur, agar airlines tidak bertindak sesuka hati.

“Kondisi ini tak bisa dibiarkan, airlines sudah melakukan tindakan ugal-ugalan terhadap masyarakat,” paparnya. Menurut Solahuddin, harga tiket ke Jakarta Rp10 juta dengan jarak tempuh hanya 2 jam penerbangan sudah di luar kepatutan. “Airlines sudah melakukan praktik bisnis semaunya saja tanpa mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat,” ungkapnya.

Terkait seat penuh, bukan berarti karena peningkatan jumlah penumpang yang membludak, tapi karena sejumlah airlines mengurangi frekuensi penerbangannya sehingga terkesan penuh (full).

Kepala Bidang Keamanan Angkutan Udara dan Kelaikudaraan (Kauku) Kantor Otoritas Bandara Wilayah II Medan, Agus Pramuka yang ditemui di sela peninjauan tiket di KNIA tak menampik sejumlah penerbangan mengurangi frekuensi penerbangan.

Misalnya, Garuda Indonesia yang perharinya melayani 13 penerbangan menjadi 8 penerbangan. Demikian juga Lion Air dari 18 penerbangan dikurangi menjadi 12 penerbangan. Terkait harga tiket mahal dan menembus di angka Rp10 juta sangat disayangkan. “Kami selaku regulator prihatin, penumpang terpaksa beli tiket kelas bisnis karena kelas ekonomi penuh,” sebutnya.

Solusi ke depan, lanjut Agus, dia akan mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan di Jakarta untuk memberlakukan slot atau jam penerbangan yang sudah ada supaya normal kembali. Informasi lain diperoleh, terkait mahalnya harga tiket dan bahkan hasil cek di kounter Garuda KNIA kelas bisnis Rp13.182.000,- sejumlah oknum pejabat teras di PT Angkasa Pura II Kualanamu tak kedapatan tiket ke Jakarta karena seat penuh. (m29)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here