Kapoldasu Bangga Prestasi Muhammad Ja’far

0
KAPOLDASU Irjen Pol. Agus Andrianto didampingi pejabat teras Poldasu saat menerima Muhammad Ja’far Hasibuan. Waspada/Ist
KAPOLDASU Irjen Pol. Agus Andrianto didampingi pejabat teras Poldasu saat menerima Muhammad Ja’far Hasibuan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs Agus Andrianto SH, MH, menyatakan bangga atas prestasi yang diperoleh Muhammad Ja’far Hasibuan, yang sukses di kejuaraan dunia menyabet medali emas dan WIIPA Special Award dalam ajang China Sanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) di Sanghai, China, pada 16-28 April 2019.

Rasa bangga itu diungkapkan Kapoldasu didampingi Kombes Pol. Yusuf Hondawantri Naibaho SH, MSi, saat menerima kunjungan Muhammad Ja’far Hasibuan, di Mapolda Sumut, baru-baru ini.

Pada kesempatan itu, Kapoldasu mengatakan, prestasi yang diraih Muhammad Ja’far sangat luar biasa karena mengharumkan nama bangsa Indonesia di level dunia dan mengajak semua pihak memberikan support.

Diketahui, Ja’far memperoleh prestasi tingkat dunia yang membanggakan itu melalui penelitiannya berupa produk yang terbuat dari udang halus khas Pesisir Selatan Malaka, yang dikenal sebagai udang halus kecil segar yang berhabitat di bawah hutan bakau.

Inovasinya temuannya itu diberi nama sebagai Biofar Shirimp Skin Care. Menurut Ja’far, inovasinya itu bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit serta luka di kulit. “Uji coba pada manusia yang terkena luka benda tajam, secara positif dapat menyembuhkan rasa nyeri dalam dua jam,” kata Ja’far kepada Waspada, Senin (17/6) siang.

Ja’far menamai inovasinya dengan Biofar Shirimp Skin Care, diambil dari penggalan nama tengahnya, yakni Ja’far. “Bio kan alami, far itu nama saya, kan Ja’far,” ujarnya.

Tidak Berbau

Karena terbuat dari bahan dasar udang, menurut Ja’far, inovasi temuannya ini kerap disebut sebagai terasi. Padahal, sangat jauh berbeda dengan terasi, yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, Ja’far lebih suka inovasinya disebut dengan Biofar. “Jangan disebut terasi, nanti publik salah persepsi, karena inovasi ini tidak berbau,” tuturnya.

Menurutnya, inovasinya itu merupakan campuran antara udang lokal di daerahnya (udang halus segar) dengan garam. Ja’far sendiri tidak menceritakan kandungan zat apa di dalam udang itu yang berperan dalam menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Dia hanya menyampaikan bahwa inovasinya itu terinsipirasi dari temuan peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB).

Inovasi Ja’far ini berbentuk serbuk dan pasta cair. Meskipun begitu, dia mengaku olahannya itu tidak berbau seperti terasi. Menurutnya produknya itu difermentasikan dengan teknik tertentu yang belum bisa dipublikasikan. “Kalau pengolahannya kami rahasiakan,” tuturnya. (rel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here