Morsi Dimakamkan di Kairo

0
Dalam foto bertanggal 21 Juni 2015 ini tampak mantan presiden Mesir Mohammed Morsi ditempatkan dalam kerangkeng besi saat menjalani siding di kairo, Mesir. AP

KAIRO, Mesir (Waspada): Mantan presiden Mesir Mohammed Morsi telah dimakamkan di Kairo pada Selasa (18/6). Tempat peristirahatan terakhirnya berdampingan dengan tokoh-tokoh senior Ikhwanul Muslimin lainnya.

Putra Morsi, Anmed Mursi, mengungkapkan, prosesi pemakaman dihadiri oleh anggota keluarga. Sebelum dikuburkan, jasad Morsi dimandikan di rumah sakit penjara Tora.

“Kami memandikan tubuh mulianya di rumah sakit penjara Tora, membacakan doa untuknya di rumah sakit penjara, dan pemakamannya dilakukan di pemandu spiritual Ikhwanul Muslimin,” kata Ahmed. Sebelumnya, Morsi, 67, hendak dimakamkan di provinsi asalnya di Sharqiya. Namun, otoritas menolak permintaan tersebut.

Morsi meninggal pada Senin (17/6) pukul 16.50 waktu setempat saat tengah menjalani persidangan. Sumber dari gedung pengadilan, seperti dikutip AFP, menerangkan, Morsi sedang berbicara kepada hakim selama 20 menit ketika dia tiba-tiba roboh.

“Saat itu, dia tengah bersemangat sebelum jatuh pingsan. Morsi segera dilarikan ke rumah sakit tempat dia kemudian dinyatakan meninggal dunia,” kata sumber itu. Situs berita Al Ahram memberitakan Morsi adalah presiden pertama Mesir yang dipilih secara demokratis pada 30 Juni 2012. Namun, dia hanya berkuasa selama setahun.

Masa pemerintahannya berakhir pada 3 Juli 2013 menyusul aksi kudeta yang dilakukan Abdel Fattah el-Sisi buntut aksi protes yang terjadi di Mesir. Kematian tokoh terkemuka Ikhwanul Muslimin itu seketika memunculkan tekanan terhadap pemerintah Mesir.

Cukup banyak kabar beredar yang menyebut bahwa Morsi diperlakukan secara buruk dalam tahanan setelah penggulingannya dari kursi presiden pada 2013. Dia tak memperoleh akses pelayanan kesehatan dan sangat jarang diizinkan menemui anggota keluarga. Tak ada yang tahu secara pasti tentang kondisi kesehatannya. Bahkan saat menjalani persidangan pun, dia diisolasi di sebuah sangkar kaca.

Sementara itu, Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan menyalahkan pemerintah Mesir yang diduga telah berlaku seperti ‘raja yang lalim’. “Sejarah tidak akan melupakan mereka yang telah bersikap tirani hingga menyebabkannya (Morsi) pada kematian. Dia dimasukkan ke penjara dan mengancamnya dengan hukuman,” kata Erdogan dalam sebuah pidatonya di kota Istanbul yang disiarkan televisi.

Erdogan sangat mengecam kudeta terhadap Morsi dan menyerukan pembebasannya serta para anggota Ikhwanul Muslimin yang juga dipenjara. Erdogan menggambarkan kematian Morsi sebagai sebuah simbol eksekusi yang mengincarnya dan para simpatisannya. “Di mata kami, Morsi adalah seorang syuhada yang kehilangan hidupnya demi sebuah kasus yang diyakininya,” kata Erdogan.

Lembaga hak asasi manusia Human Rights Watch juga menyerukan kematian Morsi sebagai kabar buruk. Mereka mengatakan pemerintah Mesir telah gagal untuk mengizinkan Morsi mendapatkan akses perawatan kesehatan. Dengan begitu, Kairo harus menanggung tanggung jawab atas kematian Morsi karena tak bisa memberikan hak-hak dasar bagi seorang tahanan. (afp/al-jazeera/And)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here