Kepemimpinan Gubsu Diapresiasi Oleh Perantau Sumut Di Jakarta

0

MEDAN (Waspada): Kepemimpinan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, diapresiasi oleh para perantauan Sumut yang berdomisili di Jakarta. Kita jangan taunya hanya menangkan Edi Rahmayadi-H. Musa Rajeckshah (Eramas) saja, tapi juga harus mendukung program dan kebijakannya.

Hal itu disampaikan Fahri Lubis (foto) tokoh perantau Sumut yang kini berdomisili di Jakarta, Kamis (20/6). Fahri menilai, kehadiran Eramas di Sumut sebenarnya catatan awal yang baik untuk pembangunan di Sumut, mengingat ada banyak sekali pengorbanan yang sudah diberikan Edy-Ijeck untuk mewujudkan Sumut yang Bermartabat.

“Edy Rahmayadi meninggalkan jabatan strategisnya dan meninggalkan karir cemerlangnya di Militer, sementara Ijeck meninggalkan bisnis dan usahanya demi Sumut Bermartabat. Hal itu adalah tekad dan kesungguhan mereka untuk membangun Sumut, bukan semata demi jabatan,” tegasnya.

Menurut Fahri, sebagai warga Sumut diperantauan hal itu membuktikan bahwa Edy Rahmayadi komitmem di garis perjuangan dalam membangun daerah. Katanya, keputusan Edy Rahmayadi sangat berbeda dengan orang pada umumnya. Dimana banyak orang ketika karirnya sudah redup baru pulang ke kampung halaman, Edy Rahmayadi malah sebaliknya. Disaat karirnya lagi cemerlang cemerlangnya, justru dia ingat pulang kamlung dan membangun kampung halamannya.

“Kami apreiasi keputusan dan sikap itu, dan ini harus menjadi perhatian masyarakat Sumut. Kami yakin dan percaya bahwa duet Eramas akan membawa masyarakat Sumut yang adil, sejahterah dan Bermartabat,” tegasnya.

Fahri mengatakan, pembangunan infrastruktur kedepan akan paralel dengan kebijakan pusat dan Ishaa Allah kami tokoh tokoh Sumut di perantauan akan ikut mendukung dan berpartisipasi dalam mendukung Gubernur di Sumut. “Kita jangan taunya hanya mendukung Eramas saja. Tapi setelah Eramas duduk sebagai pemimpin, kita lupa untuk membantu dan menjaga mereka dalam membangun Sumut agarvapa yang telah dijanjikan bisa terlanksana. Tentunya hal itu bertahap dan perlu waktu kesabaran semua pihak dalam merubah tata kelola pemerintahan yang baik jujur dan transparan,” tegasnya.

Fahri mengatakan, paradigma potret negatif Sumut yang suram masa lalu bahwa Sumut diartikan sebagai segala urusan memakai uang tunai harus kita rubah bersama menjadi Sumut Bermartabat. Kita harapkan prestasi Gubsu periode ini bisa sejajar dengan para Gubernur yang ada di Pulau Jawa.

Katanya, itu semua bisa terwujud dengan kerja cerdas pemimpin bersama peran aktif dari semua pihak khususnya tokoh dan warga masyarakatnya. (Crds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here