The Berkshire Eagle, Bangkit Berkat Inovasi dan Investasi

0
Harian The Berkshire Eagle yang sanggup bertahan atas inovasinya. Associated Press

Di zaman yang kini disesaki media daring digital, sebuah surat kabar lokal di Pittsfield, Massachusetts barat, Amerika Serikat, berhasil bangkit dengan menawarkan inovasi berbeda dari media serupa.

Harian The Berkshire Eagle memiliki kejelian yang memberikan angin segar bagi  kelangsungan perusahaan dengan membentuk tim investigasi yang mencoba mencari tahu apa yang diinginkan oleh para pembaca dari sebuah media cetak.

Dan mereka berhasil mengedepankan kualitas isi berita bagi edisi cetak dan digitalnya, berkshireeagle.com. Saat ini, edisi cetak Minggu The Berkshire Eagle memiliki 12 halaman gaya hidup dengan kualitas kertas yang baik dan tebal, serta menerbitkan majalah yang berfokus di bidang kuliner dan alam.

(AP Photo/Steven Senne)

Surat kabar yang merilis edisi pertama pada 1892 ini melakukan perombakan besar-besaran serta berinvestasi terhadap jajaran redaksinya. Kantor berita Associated Press edisi Kamis 20 Juni 2019 menyebut, The Berkshire Eagle kini memiliki dewan direksi yang solid, terlebih setelah pemenang Pulitzer, Elizabeth Kolbert, bergabung.

Tak bisa dipungkiri jika kini media cetak lokal diibaratkan seperti hewan langka yang terancam punah dan harus dilindungi. Jajaran redaksi berbagai surat kabar dan majalah di Amerika Serikat dalam 15 tahun terakhir telah menurun setengahnya. Kota-kota seperti Pittsfield sebelumnya kerap mengalami ‘kekeringan berita’.

Kebangkitan The Eagle (sebutan bagi The Berkshire Eagle) bermula pada 2016, ketika empat investor mencoba peruntungan mereka dengan membeli surat kabar tersebut beserta tiga adik perusahaan publikasinya dari rantai ‘lintah darat’ yang hanya mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dari surat kabar yang berjuang untuk bertahan hidup.

(AP Photo/Steven Senne)

Keempat investor itu kemudian melakukan perombakan dengan mengurangi karyawan yang tidak memiliki kontribusi kepada perusahaan dan memfasilitasi jajaran redaksinya dengan peralatan yang memadai. Langkah-langkah tersebut sukses melapangkan jalan bagi keberlangsungan rantai surat kabar itu secara finansial dan membuka lapangan kerja kepada 50 pegawai barunya.

Namun, hal itu bukannya tanpa masalah. The Eagle masih tetap berjuang untuk bertahan. Karena mereka tahu, para pelanggannya harus selalu dibuat tergoda untuk terus membaca. Pemilik The Eagle, beserta jajaran redaksi dan para stafnya tengah melancarkan kampanye untuk merevitalisasi jurnalisme lokal di Berkshires dan Vermont selatan.

(AP Photo/Steven Senne)

“Saya menginginkan surat kabar kami mencintai para pembacanya. Dan saya ingin para pembaca juga mencintai kami,” ujar Redaktur Eksekutif The Eagle Kevin Moran. “Karena, jika mereka tidak memiliki hubungan emosional dengan surat kabar, maka mereka tidak akan menangis jika Anda (surat kabar) menghilang,” tambahnya.

Langkah The Eagle untuk bertahan mendapat perhatian dari Fredric Rutberg, seorang warga lokal yang berprofesi sebagai jaksa wilayah dan merupakan salah satu dari empat investor. Menjelang masa pensiunnya, ia ikut membantu kelangsungan hidup surat kabar kesayangannya dengan berinvestasi dana dan usaha.

(AP Photo/Steven Senne)

Rutberg, 73, kini berperan sebagai pemilik, penerbit, dan presiden bagi The Eagle. Ia rutin menggelar pertemuan dengan para pembaca, mempromosikan keberhasilan surat kabar pimpinannya dalam melakukan laporan investigasi tentang masalah-masalah di sekitar, serta menyediakan jaringan internet bagi komunitas pinggiran.

Ia kerap mengumpulkan dan menjawab semua keluhan para pembaca terkait The Eagle. Bahkan untuk hal terkecil sekalipun, seperti jika korannya telat dikirim atau diletakkan terlalu jauh dari pintu rumah pelanggannya.

(AP Photo/Steven Senne)

“Mereka selalu terkejut ketika saya yang menjawab telepon,” ujar Rutberg yang pernah ikut mengantarkan koran bersama staf distribusi. Ia selalu mendengarkan keluhan para pegawainya di semua jajaran.

Langkah Rutberg menyelamatkan The Eagle berbuah manis. Beberapa hari sebelumnya, ia baru saja kembali dari Boston untuk menerima JFK Commonwealth Award dari Dewan Kebudayaan Massachusetts atas komitmen The Eagle terhadap jurnalisme komunitas. “Kami akan tetap melakukan hal ini. Ini merupakan komitmen kami sebagai manusia,” pungkas Rutberg. (Associated Press/Aldion)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here