4 Program Strategis Kadin Madina

0

MADINA (Waspada):Ada empat (4) program strategis yang menjadi prioritas kerja Kadin Madina tahun 2019 meliputi karet, kopi, serehwangi, dan Masyarakat Perlindungan Iklim Geografis (MPIG) kopi Mandailing yang sudah mendunia.

Demikian di sampaikan Ketua Kadin Madina, Sobir Lubis,SH usai mengadakan pertemuan dengan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution kepada Waspada di Panyabungan, Selasa(25/6).

Sobir Lubis menjelaskan untuk potensi karet,Kadin Madina bersama Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution, dan pengusaha Aswin Parinduri telah mengadakan pertemuan dengan PT.Kirana Megatara Group di Jakarta baru-baru ini untuk membahas peningkatan produktifitas serta harga komoditi karet.

Untuk pemasaran sereh wangi juga telah di lakukan pendekatan melalui Menko Perekonomian, Darmin Nasution yang telah membangun komunikasi dengan Walikota Grasse negara Prancis sebagai pusat pembuatan Parfum merek terkenal duni.Seperti halnya kopi, sereh wangi juga memiliki potensi yang cukup menjanjikan dan kultur tanah Madina dengan iklim sedang menjadi modal utama selain lahan yang masih memadai, yang terpenting tanaman sereh wangi ini perawatannya tidak rumit sehingga cocok dan berterima di kembangkan masyarakat untuk perbaikan peningkatan ekonomi.

Kemudian untuk Kopi Mandailing, Kadin juga terus besinergitas dengan Pemkab Madina sehingga kopi menjadi andalan masyarakat secara umum, tentunya masalah kopi adalah di hilir yang perlu kembangkan seluas luasnya.Di Madina sendiri saat ini kata Sobir Lubis, perkembangan UKM di bidang kopi sangat menggembirakan, dan sudah ada 11 jenis koperasi yang telah berdiri. 

Kemudian peningkatan UKM bidang kopi yang bekerja di hilir merupakan strategi dan ujung tombak untuk mengembakan kopi Mandailing.Petani hilir ini akan bekerja berinovasi memperkenalkan atau memasarkan kopi Mandailing.Semakin banyak dan semakin kuat dan besar UKM kopi, maka “serapan” beans dari petani akan semakin tinggi sehingga permintaan yang tinggi ini akan memacu petani untuk memproduksi beans lebih banyak lagi dengan perluasan area perkebunan kopi. 

“Yang tidak kalah penting adalah mereka-mereka ini adalah penopang harga beans petani agar tetap tinggi. Jika mereka runtuh, petani juga runtuh, karena itu kebun kopi hilir harus dikembangkan.Harus menjadi catatan, salah satu faktor penentu keberhasilan di hilir adalah kwalitas.Karena berdasarkan analisa, kualitas kopi ditentukan oleh petani 60%, roaster 30%, dan brewer 10%. 

Petani ini luar biasa kontribusinya untuk menentukan kualitas kopi, tetapi kebanyakan petani tingkat kepeduliannya terhadap kwalitas rendah.Untuk memastikan kwalitas 60% saat ini harus memilih mengambil gabah langsung ke petani dengan harga lebih tinggi tapi kwalitas bagus. 

“Sebenarnya mekanisme untuk menjamin kwalitas kopi petani ini sudah ada lengkap di buku MPIG. Nama kopi kita ini sudah besar jika kita masih asal asalan mungkin bisa jadi kita akan menenggelamkan nama ini.Karena itu lewat MPIG ini kita akan menjaga harga diri berikut kwalitas Kopi Mandailing di pasaran sehingga tidak sembarang di gunakan orang namanya, bila perlu kita tuntut secara hukum jika ada yang mencatut nama Kopi Mandailing di pasaran,” ucap Sobir.(c.14).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here