Top Stories

Opini

Mewaspadai “Setan Baru” Di Bulan Ramadhan

Konkritnya mengapa pengeluaran umat Islam di dalam bulan Ramadhan dan Syawal lebih banyak di ban...

Filosofi Ucapan” Marhaban Ya Ramadhan “

Kegembiraan Menyambut Bulan Suci Ramadan Juga Diartikan Dengan Kesiapan Batin Untuk Mengendalika...

Membangun Peradaban Bersama Alquran

  Jika pernyataan ayat-ayat Alquran ini cepat disahuti oleh manusia dari dulu, maka kehidupan...

Menyambut Kemuliaan Sya’ban

Kata Sya’ban, menurut Ensiklopedi Islam, berasal dari kata syi’ab (jalan di atas gunung ). Dikat...

Amalan Sya’ban

Empat amalan Sya’ban sebagai persiapan menyambut Ramadhan, menjadikan kita tidak termasuk yaghfu...

Tindak Pidana Pengusiran Dalam Alquran

(Kajian Analisis terhadap Pengungsi Rohingya) Pembunuhan, perang dan pengusiran adal...

Keuniversalan Islam Dalam Alquran

  Nampaknya, menggeluti suatu aliran lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya karena keb...

Mimbar Jumat

Mewaspadai “Setan...

Konkritnya mengapa pengeluaran ...

Filosofi Ucapan” ...

Kegembiraan Menyambut Bulan Suc...

Membangun Peradab...

  Jika pernyataan ayat-ayat ...

Menyambut Kemulia...

Kata Sya’ban, menurut Ensiklope...

Lentera

Mewaspadai “Setan...

Konkritnya mengapa pengeluaran ...

Filosofi Ucapan” ...

Kegembiraan Menyambut Bulan Suc...

Membangun Peradab...

  Jika pernyataan ayat-ayat ...

Menyambut Kemulia...

Kata Sya’ban, menurut Ensiklope...

Lentera Ramadhan

Mewaspadai “Setan...

Konkritnya mengapa pengeluaran ...

Filosofi Ucapan” ...

Kegembiraan Menyambut Bulan Suc...

Membangun Peradab...

  Jika pernyataan ayat-ayat ...

Menyambut Kemulia...

Kata Sya’ban, menurut Ensiklope...

Banner
Keistimewaan Bulan Ramadhan
Articles | Mimbar Jumat
Share
(Sikap Muslim Dalam Menyambutnya)

Pendahuluan

Dalam bulan Islam, ada bulan yang disebut dengan bulan Ramadhan. Rasulullah saw. menyebut bulan Ramadhan sebagai penghulu sekalian bulan (sayyidus syuhur), bulan Allah (syahrullah), bulan penuh dengan kenikmatan dan limpahan karunia-Nya (syahrul ala’i), bulan pelepas azab neraka (syahrun najah), bulan penuh kasih sayang (syahrur rahmah). Hal ini mengindikasikan keistimewaan yang dimiliki bulan Ramadhan.

Kehadiran bulan Ramadhan tentu merupakan suatu momen yang paling tepat untuk memperbaiki makna kehidupan. Di bulan itu, seorang muslim diharapkan dapat mengintrospeksi dan merekonstruksi perjalanan hidupnya. Tujuannya adalah agar fitrah yang sebenarnya dapat diraih. Untuk meningkatkan semangat beribadah di bulan Ramadhan, seorang muslim perlu mengetahui keutamaan bulan Ramadhan dan sikap dalam menyambutnya.

Keistimewaan Ramadhan

Keistimewaan bulan Ramadhan, banyak diinformasikan dalam Alquran dan Hadis Rasul. Paling tidak ada beberapa keistimewaan yang paling fundamental dalam bulan Ramadhan, sehingga Ramadhan tervisualisasi begitu istimewa. Antara lain:

Pertama, Allah menurunkan Alquran di bulan Ramadhan (QS. Al Baqarah: 185). Kitab suci Alquran memuat konsepsi-konsepsi unversal-eternal yang menjadi petunjuk bagi orang-orang yang ingin selamat dunia dan akhirat. Alquran tidak diragukan lagi kebenarannya sebagai pedoman hidup muslim. Jadi, sangat tepatlah, kalau bulan ini, senantiasa disenandungi dengan bacaan Alquran, baik secara individu dan berjama’ah.

Kedua, Allah mengaruniakan Ramadhan sebagai bulan untuk berpuasa melatih diri menundukkan kekuatan hawa nafsu yang senantiasa mengajak kepada kesesatan, sehingga kembali kepada fitrah. Melalui pengalaman ibadah yang dilakukan secara kontinu dan terencana, diharapkan tumbuh jiwa sejati yang dibalut cahaya iman.

Sebagaimana dikatakan Hamid al-Khuli, bahwa pada puasa terdapat dua kekuatan yang saling tarik-menarik, yaitu kekuatan ruh dan kekuatan jasad. Kekuatan jasad adalah pondasi dasar dalam membentuk manusia yang hina. Sementara kekuatan ruh adalah unsur yang mengontrol kekuatan jasad, yaitu kekuatan yang dilahirkan oleh syariat langit dan undang-undang bumi. Apabila seseorang berpuasa, maka ia akan menuruti bisikan ruh dan terjaga dari kekuatan hawa nafsunya.

Ketiga, Ramadhan sebagai bulan istimewa dan bulan penuh berkah. Allah telah memberikan konvensasi yang lebih terhadap setiap aktivitas ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan. Setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan dilipat gandakan. Ibadah sunat di apresiasikan dengan ibadah wajib. Suatu hal yang tidak terbayangkan, tetapi yang disayangkan masih banyak di antara kita yang kurang begitu menghiraukan kenikmatan ibadah di bulan Ramadhan.

Keempat, pada bulan Ramadhan terdapat malam lailatul qadr, yaitu suatu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, para malaikat diturunkan Allah (QS. Al Qadar: l-6). Lailatul qadr atau yang lajim disebut dengan malam seribu bulan, telah menjadi intipan para mukhlisin, muttaqien dan muqorribin. Karena menurut mereka, salah satu hikmah di sembunyikan kedatangan malam lailatul qadr adalah agar kita benar-benar memelihara ibadah di bulan Ramadhan, sebagaimana yang dilakukan para sahabat-sahabat Rasul.

Sebenarnya masih banyak keutamaan bulan Ramadhan yang tidak dapat diuraikan secara lebih terperinci dalam tulisan ini. Tapi salah satu yang perlu dipahami dari sekian banyak keistimewaan Ramadhan adalah bahwa Allah memberikan kesempatan kepada setiap muslim di bulan itu, untuk melebur segala dosa yang pernah dilakukan. Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Sikap Muslim Menyambut Ramadhan

Rasulullah saw. menampilkan sikap yang khusus dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Logikanya, jika Rasulullah saw. menyambut Ramadhan penuh dengan keistimewaan, idealnya seorang muslim juga harus memperlihatkan sikap yang tulus dalam menyambut hadirnya Ramadhan, karena bulan itu penuh dengan keistimewaan. Hasbi Ash Shiddiqy menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan seorang muslim dalam menyambut bulan Ramadhan. Antara lain adalah:

Pertama, mempersiapkan wawasan pengetahuan tentang berpuasa yang baik dan benar dengan senantiasa mengacu kepada petunjuk Alquran dan Hadis. Pengetahuan yang dimaksud adalah seputar tentang rukun puasa, syarat syah, makruh, adab, faedah, rahasia, hikmah serta yang membatalkan puasa dan lain sebagainya.

Kedua, mengekspresikan sikap yang senang dan bahagia, baik secara lahir dan bathin, sebagaimana kegembiraan Rasulullah dan sahabat-sahabatnya dalam menyambut datangnya Ramadhan. Kata Rasul: ”Barangsiapa yang berbahagia dengan datangnya Ramadhan, Allah mengharamkan jasadnya terhadap api nereka.” (HR. Ahmad).

Ketiga, mengiktikadkan jiwa penuh dengan semangat untuk dapat eksis dalam menjalankan ibadah secara sempurna. Ramadhan adalah bulan latihan, maka setiap latihan memerlukan semangat dan stamina yang kuat agar latihan tersebut berjalan dengan sukses.

Keempat, memelihara dan meningkatkan amalan yang telah dilakukan, untuk tetap berlangsung sampai kepada pasca Ramadhan. Suatu sikap yang tidak ideal jika rutinitas pengamalann ibadah hanya pada bulan Ramadhan saja, bahkan hanya awalnya saja. Refleksi ibadah akan dapat terwujud, jika ibadah itu tetap dijalankan tanpa melihat batas waktu dan tempat.

Kelima, menghilangkan tradisi-tradisi yang memberatkan. Perspektif dan cara pandang yang salah di kalangan mayoritas kita adalah menyikapi Ramadhan sebagai bulan euforia belanja. Memberatkan diri dan memboroskan belanja karena puasa merupakan sikap tidak baik.

Ramadhan yang sewajarnya, bulan latihan lapar, haus, justru harus dibalas dengan memuaskan kehausan dan kelaparan di saat berbuka secara mubazir. Padahal, salah satu hikmah Ramadhan adalah menimbulkan kesadaran akan nilai-nilai sosial, agar dapat merasakan laparnya kehidupan yang dihadapi fakir dan miskin.

Penutup

Ramadhan adalah bulan sayyidus syuhur (raja sekalian bulan), bulan yang terdapat didalamnya berbagai keutamaan dan kemuliaan. Sebagai musliam yang taat, tentunya kita harus menyambut bulan ini penuh dengan keceriaan dan kegembiraan.

Sikap muslim dalam menyambutn fisik dan rohani serta memiliki spirit yang tinggi untuk dapat mengisi ramadhan dengan penuh amal shaleh. Antusiasisme menyambut ramadhan ini secara tidak benar dan glamour, akan membuatnya kehilangan makna dan tujuan dari rahasia dibalik ramadhan. ***** ( Ahmad Sabban Rajagukguk : Kepala Cabang BSM Petisah Medan )

 



Tags: Ramadhan  
 

Internasional

Turunnya Alquran Dengan Nu...

Ketika Alquran diturunkan dengan lisan Arab maka ...

Mewaspadai “Setan Baru” Di...

Konkritnya mengapa pengeluaran umat Islam di dala...

Filosofi Ucapan” Marhaban ...

Kegembiraan Menyambut Bulan Suci Ramadan Juga Dia...

Membangun Peradaban Bersam...

  Jika pernyataan ayat-ayat Alquran ini cepat ...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada