Opini

Kabura Maqtan

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin bersua orang-orang yang banyak ilmu tetapi kurang sekali meng...

Iman Dan Akal

Dalam beberapa ayat Alquran, Allah SWT menyeru manusia untuk menggunakan akal pikirannya; Afalaa t...

Bulan Dakwah

Ramadhan juga dikenal sebagai bulan dakwah Para muballigh diundang ke mana-mana menyampaikan pe...

Kaum Lahabiyyin

Binasalah kedua tangan Abu Lahab, dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepada...

I’tikaf

‘Abdullah bin Al-‘Abbas, sahabat sekaligus sepupu Rasulullah SAW yang dikenal dengan gelar “Tarjum...

Kekuatan Dan Kelemahan

Nabi Yacub as mungkin saja sudah menduga kalau anaknya Yusuf as akan hidup sebagai manusia mulia. ...

Ihsan

Maka beritahukanlah kepadaku tentang ihsan. Nabi menjawab: Ihsan ialah bahwasanya engkau meny...

Mimbar Jumat

Kabura Maqtan...

Dalam kehidupan sehari-hari mung...

Iman Dan Akal...

Dalam beberapa ayat Alquran, Alla...

Bulan Dakwah ...

Ramadhan juga dikenal sebagai bu...

Kaum Lahabiyyin...

Binasalah kedua tangan Abu Lah...

Lentera

Kabura Maqtan...

Dalam kehidupan sehari-hari mung...

Iman Dan Akal...

Dalam beberapa ayat Alquran, Alla...

Bulan Dakwah ...

Ramadhan juga dikenal sebagai bu...

Kaum Lahabiyyin...

Binasalah kedua tangan Abu Lah...

Lentera Ramadhan

Kabura Maqtan...

Dalam kehidupan sehari-hari mung...

Iman Dan Akal...

Dalam beberapa ayat Alquran, Alla...

Bulan Dakwah ...

Ramadhan juga dikenal sebagai bu...

Kaum Lahabiyyin...

Binasalah kedua tangan Abu Lah...

Banner
Harta Terbaik
Articles | Lentera Ramadhan
Written by Edy Rachmad on Thursday, 25 August 2011 07:39   
Share
Suatu waktu, Rasululah SAW duduk di atas mimbarnya, para sahabat duduk di sekeliling beliau. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sahabat-sahabatku! Di antara pelbagai hal yang sangat kukhawatirkan atas diri kalian sepeninggalku kelak adalah kemewahan duniawi yang dianugerahkan kepada kalian.”

Salah seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasul! Apakah kenikmatan tersebut bisa mengakibatkan keburukan?” Mendengar pertanyaan tersebut, Nabi Muhammad SAW diam saja. Ternyata Sang Rasul SAW waktu itu sedang menerima wahyu. Beberapa saat kemudian, Sang Nabi SAW mengusap keringat yang membasahi tubuh beliau karena menerima wahyu. Tak lama kemudian, Rasulullah SAW bertanya, “Dimanakah orang yang bertanya tadi?”

Lalu Rasulullah SAW bersabda tanpa menunggu jawaban dari orang yang bertanya tadi, “Kenikmatan tidak mengakibatkan kejelekan, seperti halnya rerumputan dan sayur mayur tidak mematikan atau membuat sakit hewan yang memakannya. Hewan yang memakannya hanya akan membesar kedua sisi lambungnya, kemudian ia menghadap ke arah matahari, buang air besar dan kecil, dan merumput lagi.

Sesungguhnya harta itu hijau dan manis. Dan harta terbaik seorang Muslim adalah yang sebagiannya diberikan kepada orang miskin, anak yatim, dan orang-orang yang sedang menempuh perjalanan. Barang siapa yang mengambil harta orang lain bagaikan orang makan namun tidak pernah kenyang, harta yang diambil di luar haknya itu pada hari kiamat kelak akan menjadi saksi yang memberatkannya.”

Demikian hadis yang bersumber dari Abu Sa’id Al-Khudhri diriwayatkan Bukhari. Hadis di atas menjelaskan betapa khawatirnya Rasulullah SAW akan umatnya yang “cinta gila” akan harta sehingga memperolehnya dengan berbagai cara seperti korupsi, manipulasi, ribawi dan cara-cara tercela lainnya.

Kekhawatiran Nabi Muhammad SAW tersebut menegaskan kembali akan ayat-ayat Alquran yang tidak sedikit mengingatkan hancurnya manusia-manusia terdahulu karena kecintaan berlebihan terhadap harta yang diamanahkan kepada manusia sehingga ia kikir dan dengki. Tentang hal tersebut bisa dilacak pada surah Muhammad (47) ayat 37 dan 38, juga pada surah Al-Fajr (89) ayat ke-20.

Rasulullah SAW menerangkan pula bahwa harta terbaik bagi umat Islam bukanlah harta mewah. Harta terbaik seorang Muslim adalah harta yang disalurkan manusia yang sangat memerlukan.

Islam tidak membiarkan golongan manusia lemah dibiarkan tanpa kepedulian. Alquran, di antaranya dalam surah Al-Haqqah (69) ayat 33 dan 34, Al-Fajar (89) ayat 17-18 dan Al-Ma’un (107) ayat 1-2, menerangkan ancaman neraka karena keengganan memuliakan anak yatim dan keengganan mengajak untuk memberikan nafkah pada golongan lemah (dhu’afa). Marilah kita mulai di bulan Ramadhan ini menjadikan harta kita menjadi harta terbaik! Semoga bermanfaat! Wallahu Al-‘Alim. ( Muhammad Arif Fadhillah Lubis, SHI, MSI.)



 

Internasional

Harta Terbaik...

Suatu waktu, Rasululah SAW duduk di atas mimbarnya...

Kabura Maqtan...

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin bersua orang-o...

Iman Dan Akal...

Dalam beberapa ayat Alquran, Allah SWT menyeru manu...

Bulan Dakwah ...

Ramadhan juga dikenal sebagai bulan dakwah Para m...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada