Top Stories

Kepercayaan Rakyat Kepada Jokowi-JK Makin Anjlok
Nomor Porsi Aman Sementara Calhaj Medan 90232 Ke Bawah
Ayah Gorok Anak Kandung
Insentif Dokter Tidak Dibayar
Poldasu Hentikan Alihfungsi 100 Ha Hutan Mangrove

Opini

Pangdam I/BB: Jangan Coba-coba Buka Lokasi Judi

MEDAN (Waspada): Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi terus berupaya memajukan Sumut dan Medan guna...

Harga BBM Naik, UMKM Terpuruk

MEDAN (Waspada):  Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah memberikan dampa...

Kepercayaan Rakyat Kepada Jokowi-JK Makin Anjlok

MEDAN (Waspada): Kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla semakin anjlok ,akibat ...

Nomor Porsi Aman Sementara Calhaj Medan 90232 Ke Bawah

MEDAN (Waspada) : Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Iwan Zulhami SH, mengatakan, porsi aman...

Ayah Gorok Anak Kandung

BELAWAN (Waspada): Diduga karena terlalu banyak menggunakan narkoba, seorang ayah mencoba menggorok ...

Insentif Dokter Tidak Dibayar

MEDAN (Waspada): Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumut menyesalkan sikap Pemkab Nias Selatan (...

Poldasu Hentikan Alihfungsi 100 Ha Hutan Mangrove

MEDAN (Waspada): Subdit IV/Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Poldasu menghentikan aktivitas perambaha...

Mimbar Jumat

Pangdam I/BB: Jan...

MEDAN (Waspada): Pangdam I/BB Mayje...

Harga BBM Naik, U...

MEDAN (Waspada):  Kenaikan harga Ba...

Kepercayaan Rakya...

MEDAN (Waspada): Kepercayaan rakyat...

Nomor Porsi Aman ...

MEDAN (Waspada) : Kepala Kantor Kem...

Lentera

Pangdam I/BB: Jan...

MEDAN (Waspada): Pangdam I/BB Mayje...

Harga BBM Naik, U...

MEDAN (Waspada):  Kenaikan harga Ba...

Kepercayaan Rakya...

MEDAN (Waspada): Kepercayaan rakyat...

Nomor Porsi Aman ...

MEDAN (Waspada) : Kepala Kantor Kem...

Lentera Ramadhan

Pangdam I/BB: Jan...

MEDAN (Waspada): Pangdam I/BB Mayje...

Harga BBM Naik, U...

MEDAN (Waspada):  Kenaikan harga Ba...

Kepercayaan Rakya...

MEDAN (Waspada): Kepercayaan rakyat...

Nomor Porsi Aman ...

MEDAN (Waspada) : Kepala Kantor Kem...

Banner
Dokter Baru Wajib Ditempatkan Di RS Tipe C, D, Puskesmas
Articles | Medan
Written by Syafri Harahap on Tuesday, 06 December 2011 04:07   
Share

MEDAN (Waspada): Mulai 2012, seluruh dokter yang baru menyelesaikan pendidikannya harus  ditempatkan di rumah sakit tipe C dan D, serta puskesmas di Kab/kota di Sumut selama 1 tahun.


Hal ini sesuai Surat Keputusan Permenkes No. 299 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Program  Internship Dokter Indonesia dan Penempatan Dokter Pasca Internship. “Ini berlaku untuk  seluruh propinsi. Sedangkan sub komitenya berasal dari Dekan Fakultas Kedokteran, Asosiasi  Rumah Sakit, dan Ikatan Dokter Indonesia,” kata Kadis Kesehatan Sumut dr. Candra Syafei  Sp.OG, di ruang kerjanya, Senin (5/12).


Diterangkannya, untuk penentuan dokter yang akan ditempatkan itu nantinya, akan ditentukan  oleh Komite Internship Dokter Indonesia (KIDI). “Ini merupakan program baru bagi dokter yang  baru tamat dan wajib dilakukan, tidak boleh memilih tempat sendiri selama 1 tahun. Setelah itu  baru bebas memilih apakah akan mengambil spesialis atau tidak,” sebutnya.


Penempatan dokter ini, kata Candra, diharapkan untuk memberikan keterampilan dan masalah  administrasi dokter tersebut menjadi baik. “Penempatannya di rumah sakit kelas C dan D. Jadi,  diharapkan tiap kab/kota ada dua dokter yaitu di rumah sakit dan puskesmas,” kata Candra.


Menurut Candra, para dokter yang baru tamat ini akan didampingi oleh seorang dokter pendamping  atau supervisor. Dimana satu dokter pendamping untuk 5 sampai 10 dokter yang ditempatkan.  “Tapi, paling tidak satu dokter pendamping akan mendampingi lima dokter yang dididik tadi,”  katanya.


Sekretaris Umum IDI Sumut dr. Ade Taufiq, SpOG menuturkan, untuk program tersebut mereka  sedang mempersiapkan sekitar 200 dokter alumnus USU, karena USU memiliki Kurikulum Berbasis  Kompetensi. “Ada sekitar 60 dokter dari seluruh kab/kota di Sumut, yang sudah dilatih di  Jakarta, termasuk dokter dari seluruh Indonesia untuk mendampingi dokter yang akan  ditempatkan nantinya,” ujar Ade Taufiq yang juga sebagai ketua disivi dokter pendamping.


Dokter yang diberikan pelatihan itu, merupakan dokter umum yang sudah memiliki Surat Tanda  Registerasi dan mempunyai izin praktek dari IDI. “Diharapkan penempatan dokter muda ini akan  membantu pelayanan di rumah sakit  dan puskesmas,” ujarnya. (h02)



 

Internasional

Polisi Tangkap Dua Kakek P...

MEDAN (Waspada): Sat Reserse Narkoba Polresta Medan m...

Pangdam I/BB: Jangan Coba-...

MEDAN (Waspada): Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayad...

Harga BBM Naik, UMKM Terpu...

MEDAN (Waspada):  Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...

Kepercayaan Rakyat Kepada ...

MEDAN (Waspada): Kepercayaan rakyat terhadap pemerint...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada