Top Stories

Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad Dan Rombongan Ke Waspada
Tuntaskan Penyaluran Dana Untuk Sinabung
Utang Pasien Di RS HAM Rp1,2 M
Hapus Outsourcing
Kelangkaan Elpiji 3 Kg Diduga Permainan Penyalur

Opini

Ketua MPR-RI Buka Muktamar Nasional PII

MEDAN (Waspada): Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI) Zulkifli Hasan membuka Muktamar Nasio...

Dua Pasangan Tanpa Nikah Terjaring Razia Kos-kosan

MEDAN (Waspada) : Aparatus Kec. Medan Perjuangan bersama petugas gabungan TNI-Polri mengamankan dua ...

Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad Dan Rombongan Ke Waspada

MEDAN (Waspada): Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Prof. Dr. Farouk M...

Tuntaskan Penyaluran Dana Untuk Sinabung

MEDAN (Waspada) : Pemerintah didesak segera menuntaskan penyaluran dana bagi korban erupsi Gunung Si...

Utang Pasien Di RS HAM Rp1,2 M

MEDAN (Waspada): Sejak tahun 2010 hingga 2015, RSUP H. Adam Malik Medan masih menanggung biaya pasie...

Hapus Outsourcing

MEDAN (Waspada): Massa dari sejumlah elemen dan organisasi  berunjukrasa ke gedung DPRDSU, Senin (4/...

Kelangkaan Elpiji 3 Kg Diduga Permainan Penyalur

MEDAN (Waspada): Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Herri Zulkarnaen Hutajulu mengatakan, ...

Mimbar Jumat

Ketua MPR-RI Buka...

MEDAN (Waspada): Ketua Majelis Perm...

Dua Pasangan Tanp...

MEDAN (Waspada) : Aparatus Kec. Med...

Wakil Ketua DPD F...

MEDAN (Waspada): Wakil Ketua Dewan ...

Tuntaskan Penyalu...

MEDAN (Waspada) : Pemerintah didesa...

Lentera

Ketua MPR-RI Buka...

MEDAN (Waspada): Ketua Majelis Perm...

Dua Pasangan Tanp...

MEDAN (Waspada) : Aparatus Kec. Med...

Wakil Ketua DPD F...

MEDAN (Waspada): Wakil Ketua Dewan ...

Tuntaskan Penyalu...

MEDAN (Waspada) : Pemerintah didesa...

Lentera Ramadhan

Ketua MPR-RI Buka...

MEDAN (Waspada): Ketua Majelis Perm...

Dua Pasangan Tanp...

MEDAN (Waspada) : Aparatus Kec. Med...

Wakil Ketua DPD F...

MEDAN (Waspada): Wakil Ketua Dewan ...

Tuntaskan Penyalu...

MEDAN (Waspada) : Pemerintah didesa...

Banner
Dokter Baru Wajib Ditempatkan Di RS Tipe C, D, Puskesmas
Articles | Medan
Written by Syafri Harahap on Tuesday, 06 December 2011 04:07   
Share

MEDAN (Waspada): Mulai 2012, seluruh dokter yang baru menyelesaikan pendidikannya harus  ditempatkan di rumah sakit tipe C dan D, serta puskesmas di Kab/kota di Sumut selama 1 tahun.


Hal ini sesuai Surat Keputusan Permenkes No. 299 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Program  Internship Dokter Indonesia dan Penempatan Dokter Pasca Internship. “Ini berlaku untuk  seluruh propinsi. Sedangkan sub komitenya berasal dari Dekan Fakultas Kedokteran, Asosiasi  Rumah Sakit, dan Ikatan Dokter Indonesia,” kata Kadis Kesehatan Sumut dr. Candra Syafei  Sp.OG, di ruang kerjanya, Senin (5/12).


Diterangkannya, untuk penentuan dokter yang akan ditempatkan itu nantinya, akan ditentukan  oleh Komite Internship Dokter Indonesia (KIDI). “Ini merupakan program baru bagi dokter yang  baru tamat dan wajib dilakukan, tidak boleh memilih tempat sendiri selama 1 tahun. Setelah itu  baru bebas memilih apakah akan mengambil spesialis atau tidak,” sebutnya.


Penempatan dokter ini, kata Candra, diharapkan untuk memberikan keterampilan dan masalah  administrasi dokter tersebut menjadi baik. “Penempatannya di rumah sakit kelas C dan D. Jadi,  diharapkan tiap kab/kota ada dua dokter yaitu di rumah sakit dan puskesmas,” kata Candra.


Menurut Candra, para dokter yang baru tamat ini akan didampingi oleh seorang dokter pendamping  atau supervisor. Dimana satu dokter pendamping untuk 5 sampai 10 dokter yang ditempatkan.  “Tapi, paling tidak satu dokter pendamping akan mendampingi lima dokter yang dididik tadi,”  katanya.


Sekretaris Umum IDI Sumut dr. Ade Taufiq, SpOG menuturkan, untuk program tersebut mereka  sedang mempersiapkan sekitar 200 dokter alumnus USU, karena USU memiliki Kurikulum Berbasis  Kompetensi. “Ada sekitar 60 dokter dari seluruh kab/kota di Sumut, yang sudah dilatih di  Jakarta, termasuk dokter dari seluruh Indonesia untuk mendampingi dokter yang akan  ditempatkan nantinya,” ujar Ade Taufiq yang juga sebagai ketua disivi dokter pendamping.


Dokter yang diberikan pelatihan itu, merupakan dokter umum yang sudah memiliki Surat Tanda  Registerasi dan mempunyai izin praktek dari IDI. “Diharapkan penempatan dokter muda ini akan  membantu pelayanan di rumah sakit  dan puskesmas,” ujarnya. (h02)



 

Internasional

Dugaan Kunci Jawaban UN SM...

MEDAN (Waspada): Dugaan kertas kunci jawaban Ujian Na...

Ketua MPR-RI Buka Muktamar...

MEDAN (Waspada): Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat...

Dua Pasangan Tanpa Nikah T...

MEDAN (Waspada) : Aparatus Kec. Medan Perjuangan bers...

Wakil Ketua DPD Farouk Muh...

MEDAN (Waspada): Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah ...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada