Top Stories

Trump Tandai 100 Hari Kerja Dengan Menyerang Media
May Day Diperingati Di Seluruh Dunia
Salah Cakap, Menteri Jepang Mundur
Tiongkok Luncurkan Kapal Induk Pertama Buatan Dalam Negeri
PM Malaysia Akan Hadiri Aksi Peduli Muslim Rohingya

Opini

Al-Baghdadi Masih Hidup, Trump Salahkan The New York Times

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Sabtu (22/7) waktu setempat, m...

Imam Al-Aqsa: Negara-Negara Arab Sibuk Saling Bertengkar

YERUSALEM, Palestina (Waspada): Imam Masjid Al-Aqsa dan mantan Mufti Agung, Sheikh Ikr...

Trump Tandai 100 Hari Kerja Dengan Menyerang Media

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden Amerika Serikat Donald Trump merayakan 100 hari masa kepresidenan...

May Day Diperingati Di Seluruh Dunia

Tanggal 1 Mei yang jatuh pada hari Senin diperingati sebagai Hari Buruh (May Day). Hari yang dikenal...

Salah Cakap, Menteri Jepang Mundur

TOKYO, Jepang (Waspada): Menteri Jepang, yang mengawasi pembangunan kembali daerah hancur akibat tsu...

Tiongkok Luncurkan Kapal Induk Pertama Buatan Dalam Negeri

BEIJING, Tiongkok (Waspada): Tiongkok Rabu (26/4) meluncurkan kapal induk pertama buatan sendiri, ha...

PM Malaysia Akan Hadiri Aksi Peduli Muslim Rohingya

KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Perdana Menteri Malaysia Najib Razak akan menghadiri demonstrasi b...

Mimbar Jumat

Al-Baghdadi Masih...

WASHINGTON, AS (Waspada): Pres...

Imam Al-Aqsa: Neg...

YERUSALEM, Palestina ...

Trump Tandai 10...

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden ...

May Day Diperinga...

Tanggal 1 Mei yang jatuh pada hari ...

Lentera

Al-Baghdadi Masih...

WASHINGTON, AS (Waspada): Pres...

Imam Al-Aqsa: Neg...

YERUSALEM, Palestina ...

Trump Tandai 10...

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden ...

May Day Diperinga...

Tanggal 1 Mei yang jatuh pada hari ...

Lentera Ramadhan

Al-Baghdadi Masih...

WASHINGTON, AS (Waspada): Pres...

Imam Al-Aqsa: Neg...

YERUSALEM, Palestina ...

Trump Tandai 10...

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden ...

May Day Diperinga...

Tanggal 1 Mei yang jatuh pada hari ...

Banner
PM Malaysia Akan Hadiri Aksi Peduli Muslim Rohingya
Articles | Internasional
Written by Wantana on Monday, 28 November 2016 09:31   
Share


KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Perdana Menteri Malaysia Najib Razak akan menghadiri demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib etnis Muslim Rohingya pada Minggu (4/12) mendatang. Rencana itu disampaikan Deputi PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, Minggu (27/11). Namun, lokasi persisnya belum ditentukan sampai hari ini. Hamidi mengajak seluruh politikus Malaysia dari lintas partai mengikuti demonstrasi.

 


“Mari kesampingkan dahulu perbedaan politik kita. Sebagai Muslim, kita sama-sama berkumpul untuk mengungkapkan kepedulian kita terhadap saudara-saudara Muslim kita di Myanmar,” kata Ahmad Zahid Hamidi saat mengunjungi Universiti Pendidikan Sultan Idris.

Pada 4 Desember nanti, lanjut dia, para tokoh Malaysia juga akan membahas tuntutan agar Nobel Perdamaian atas Aung San Suu Kyi dicabut. Seperti diketahui, pada 1991 silam perempuan pro-demokrasi itu dianugerahi penghargaan tersebut. “Kalau seseorang diberikan kehormatan semacam itu namun tidak mampu merawat perdamaian, maka patut dipertanyakan,” jelas Hamidi.

Menurutnya, Malaysia dan negara-negara jiran telah berbuat banyak untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Rohingya. “Kami telah menunjukkan konsen yang mendalam terhadap isu Rohingya. Sebagai kaum Muslim, kami bisa merasakan penderitaan mereka (etnis Rohingya),” ucapnya.

Hamidi juga berjanji, pemerintah Malaysia segera mengirimkan nota protes kepada Myanmar. Tujuannya mendesak agar segala kekerasan dihentikan terhadap komunitas Rohingya, khususnya di wilayah Rakhine.“Kabinet telah mengadakan rapat dan memutuskan mengirimkan nota protes ke Kedubes Myanmar di Kuala Lumpur," ujarnya. Ia menegaskan urusan dalam negeri Myanmar tidak bisa diintervensi. Namun, persoalan Rohingya sudah menyita perhatian dunia.

Putuskan hubungan
Sementara itu, Imam besar Penang, Datuk Dr Wan Salim Wan Mohd Noor, mendesak Malaysia memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar sebagai protes terhadap perlakuan Myanmar kepada warga Muslim Rohingya. Dia bahkan menyatakan langkah ini harus ditiru negara-negara Islam di seluruh dunia.

"Solidaritas dengan Rohingya bisa menjadi cara kita dalam menunjukkan kesatuan di antara negara-negara Islam," tegasnya. Divisi Tanjung Penang partai berkuasa di Malaysia (UMNO) juga menyerukan agar Malaysia memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar sebagai solidaritas terhadap etnis Rohingya.

Kepala divisi Tanjung UMNO Datuk Ahmad Ibnihajar juga menyerukan pemerintah pusat mempertimbangkan kembali keputusannya untuk tidak menarik tim nasional sepak bola Malaysia dari Piala AFF yang digelar di Myanmar dan Filipina. (TMM/NST/And)



 

Internasional

Darurat Militer Di Marawi ...

MANILA, Filipina (Waspada): Kongres Filipina, S...

Al-Baghdadi Masih Hidup, T...

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden Amerika Serik...

Imam Al-Aqsa: Negara-Negar...

YERUSALEM, Palestina (Waspada): Imam Ma...

Trump Tandai 100 Hari Ke...

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden Amerika Serikat Do...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada