Opini

Pastikan Untuk Kebutuhan Jamaah Haji Seperti Hotel

Presiden Joko Widodo menginginkan dana haji yang tersimpan di pemerintah bisa diinvestasikan untuk p...

Pajak, Utang Dan Swasta Asing

Pembangunan infrastruktur yang sedang dilakukan pemerintah saat ini sudah tepat. Sayangnya volume pe...

Merawat Ingatan Tentang Sultan Aceh

Upaya-upaya untuk menyambut inspirasi dari Sultan Aceh itu yang mesti diterjemahkan oleh angkatan se...

Perda Halal: Harapan & Tantangan

Kelahiran Perda ini bisa disebut pada berada pada masa transisi, yakni antara menjelang keberlakukan...

Agama Dan Perilaku Modernitas

Tidak mungkin wahyu yang harus menyesuaikan diri dengan modernitas. Sebaliknya, modernitas yang har...

Polemik Dana Haji

Pengelolaan dana haji itu harus mematuhi prinsip syariah, artinya untuk kepastian hukum di luar prin...

Kemiskinan Di Indonesia

Kebijakan pemerintah yang salah mengatur negara dan anggaran, perilaku pribadi orang miskin, pertamb...

Mimbar Jumat

Pastikan Untuk Ke...

Presiden Joko Widodo menginginkan d...

Pajak, Utang Dan ...

Pembangunan infrastruktur yang seda...

Merawat Ingatan T...

Upaya-upaya untuk menyambut inspira...

Perda Halal: Hara...

Kelahiran Perda ini bisa disebut pa...

Lentera

Pastikan Untuk Ke...

Presiden Joko Widodo menginginkan d...

Pajak, Utang Dan ...

Pembangunan infrastruktur yang seda...

Merawat Ingatan T...

Upaya-upaya untuk menyambut inspira...

Perda Halal: Hara...

Kelahiran Perda ini bisa disebut pa...

Lentera Ramadhan

Pastikan Untuk Ke...

Presiden Joko Widodo menginginkan d...

Pajak, Utang Dan ...

Pembangunan infrastruktur yang seda...

Merawat Ingatan T...

Upaya-upaya untuk menyambut inspira...

Perda Halal: Hara...

Kelahiran Perda ini bisa disebut pa...

Banner
Medan Kota Kuliner & Hotel
Articles | Opini
Written by muhammad faisal on Tuesday, 07 February 2017 10:26   
Share

 

Kecenderungan masyarakat Medan yang suka makan di luar rumah merupakan suatu harapan yang cukup exciting bagi perusahaan kuliner masa mendatang

Dilihat dari pertumbuhan usaha kuliner dan perhotelan maka kota Medan boleh bangga dibanding dengan berbagai ibu kota provinsi lainnya di Sumatera. Pertumbuhan ini membuktikan bahwa perekonomian kota Medan terus bergerak. Dengan pertumbuhan ini kota Medan menjadi salah satu kota penggerak perekonomian daerah maupun nasional. Yang perlu dipikirkan oleh pelaku usaha kuliner dan hotel saat ini adalah upaya mengoptimalkan kemampuan pasarnya. Walau tidak sepi tapi masih dapat ditingkatkan occupancy rate nya.

Pemikiran ini juga harus dilakukan oleh dinas dalam pemerintahan kota Medan karena dapat mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kota. Sebab itu merubah wajah kota Medan menjadi berbeda dengan wajah kota umumnya harus dilakukan. Susun tata kota dengan indah dan menarik agar ada kesan tertentu bagi wisatawan yang datang. Wisata itu adalah sebuah kesan yang menyenangkan dari tata kelola kota yang indah dan sejuk.

Pemasaran hotel dan kuliner harus didorong oleh pemikiran kreatif agar pasar tumbuh secara optimal. Potensi usaha (kuliner dan hotel) yang telah terbina harus dimanfaatkan optimal bagi kemajuan pariwisata dan perekonomian kota Medan. Kerja sama kelompok usaha dengan pemerintahan kota perlu diciptakan dalam memikirkan optimalisasi pasar. Kemajuan usaha kuliner dan perhotelan menyangkut pada kepentingan bersama antara perusahaan dan pemerintah kota Medan.

Perluasan pasar akan mendorong usaha pendukung (usaha ikutan) tumbuh, kesempatan kerja tercipta, pendapatan asli daerah pemerintah kota naik. Di samping itu posisi usaha rakyat lainnya (usaha inklusif) dapat berkembang yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kota akan tumbuh sebagai kota jasa mendampingi industri, perdagangan dan keuangan serta pendidikan yang telah tumbuh sebelumnya. Sebab itu kemajuan kota Medan harus dilakukan secara bersama antara pemerintah kota, pengusaha dan masyarakat.

Sebagai ibu kota provinsi sebenarnya kota Medan sudah dikenal sejak lama. Ia tumbuh secara alami melalui hubungan perdagangan dan budaya serta masuknya imigran antar negara sejak zaman penjajahan dulu. Ia merupakan kota terbuka yang menyebabkan kota cepat berkembang dan berpotensi untuk maju. Keterbukaannya inilah salah satu sebab mengapa kota Medan cepat tumbuh. Keterbukaan ini harus menjadi ciri khas kota masa mendatang sejalan dengan perkembangan ekonomi, politik dan budaya.

Sebab itu pemerintah kota harus menggali berbagai hikayat dan legenda maupun sejarah serta budaya kota Medan dan daerah Deli agar wisata dapat mendukung perkembangan usaha kuliner dan hotel. Membangun musium kota Medan sangat disarankan agar hikayat, legenda dan sejarah maupun budaya tidak hilang. Ia menjadi minat ahli perkotaan dan sejarah serta profesional lainnya. Banyak wisatawan ingin tahu bagaimana Medan sebelumnya secara lebih konkrit. Ia perlu diperagakan dalam sebuah musium kota.

Untuk daerah Sumatera Utara perkembangan hotel dapat dikerjasamakan dengan kota kota di daerah yang juga memiliki potensi bagi kepentingan bersama dalam aktivitas ekonomi khususnya usaha perhotelan. Demikian juga dengan kota kota secara nasional dalam kegiatan wisata dan MICE. Kerjasama kelompok hotel di Medan (PHRI) dengan organisasi profesi dan organisasi nasional lainnya perlu dibentuk agar Medan juga dimeriahkan dengan berbagai event MICE tingkat nasional. Alangkah baiknya jika sebagian kegiatan MICE tingkat nasional dapat ditarik ke kota Medan agar pemasaran melebar dan wajah kota Medan benar benar berwajah nasional. Kejenuhan peserta/wisawan pada kota yang selama ini melaksanakan MICE harus direbut oleh kota Medan dengan penyajian yang berbeda.

Kerjasama ini diciptakan melalui strategi bisnis yang didukung oleh pemerintah kota. Jangan dikatakan susah dan tidak mungkin karena di balik kata susah dan tidak mungkin itu muncul manfaat bagi pemerintah kota dan keuntungan bagi pengusaha. Intelijen bisnis para pengusaha sangat diperlukan bagi menciptakan kreasi kebijakan agar jangkauan pasar menjadi luas. Dengan potensi yang sudah ada perlu dimiliki tenaga pemasaran profesional yang menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ia tidak sekadar mampu menjual tapi mampu menciptakan strategi pemasaran effektif.

Pertumbuhan usaha kuliner lebih terfokus kepada pembeli lokal. Kecenderungan masyarakat Medan yang suka makan di luar rumah merupakan suatu harapan yang cukup exciting bagi perusahaan kuliner masa mendatang. Kecenderungan ini muncul dari ibu-ibu muda yang tak paham memasak untuk keperluan keluarga. Lifestyle mereka sudah berubah. Disamping itu didukung pula oleh peningkatan pendapatan masyarakat golongan menengah atas serta kecenderungan perubahan kehidupan kerja formal dan bisnis. Perubahan ini hampir terjadi pada semua tingkatan umur dari remaja sampai kepala keluarga.

Tak ada lagi perbedaan keramaian antara waktu siang dan malam di kota ini sebagai pertanda perekonomian kota Medan memiliki waktu kerja yang lebih panjang. Ini merupakan kesempatan dimana kegiatan ekonomi berjalan lebih beragam dan lebih banyak. Kota terdorong maju lebih cepat. Pemerintah kota harus memberikan perhatian dan memberikan fasilitas berusaha yang lebih nyaman siang atau malam hari. Perkembangan ekonomi harus disambut pemerintah kota untuk kemajuan dan tidak dibiarkan berkembang secara alami.

Panjangnya waktu kerja bisnis kota Medan juga sebagai sinyal pertumbuhan usaha kuliner masa mendatang semakin berkembang. Perkiraan ini didukung perubahan tindak tanduk masyarakat. Sudah tidak ditemukan lagi para pegawai pulang makan dan shalat di rumah siang hari. Tidak janggal lagi pegawai bekerja malam hari, lelaki maupun perempuan. Telah banyak pula kelompok perempuan menjadi tenaga profesional. Telah tumbuh sekolah yang waktu belajarnya sehari penuh (fullday) dan usaha penitipan anak dan orang jompo.

Saat ini terdapat kecenderungan rumah hanya untuk tempat beristirahat dan pertemuan keluarga malam hari. Itu makanya luas rumah saat ini semakin kecil dan condomonium laku terjual. Tuntutan kerja dan bisnis yang semakin bersaing menjadikan mereka harus serba praktis dan efisien. Dunia ini semakin sempit sehingga banyak tatakrama kehidupan ditinggalkan. Tamu tamu tidak lagi diterima dirumah tapi direstoran sambil makan bersama. Hal ini juga sebagai pendukung bagi kemajuan usaha kuliner masa mendatang. Kemajuan ekonomi dan bisnis merubah tatanan kehidupan yang selama ini dianut.

Belum ada penelitian yang menghitung berapa besar tenaga kerja yang terserap pada usaha kuliner baik yang formal maupun nonformal di kota Medan. Secara kasar perhitungan ini dapat dilakukan agar usaha kuliner tidak dilupakan saat menghitung peran dunia usaha menciptakan lapangan kerja. Perannya cukup besar. Lebih lebih terfokus pada tenaga kerja yang berpendidikan menengah ke bawah yang dalam perkiraan statistik menempati urutan terbesar tenaga kerja Indonesia.

Dipandang dari kepentingan pemerintah kota maka berbagai lokasi usaha kuliner perlu dibangun pada beberapa tempat secara profesional karena bisa menambah pendapatan asli daerah dari retribusi atau parkir. Penataan kota pun semakin rapih. Kesempatan berusaha semakin terbuka dan kesempatan kerja tercipta. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memajukan usaha kecil, mikro dan usaha rakyat. Pemerintah kota harus menyadari bahwa membangun kota harus diawali dari membangun perekonomiannya.

Perusahaan hotel lebih terfokus pada wisatawan dan tamu nasional maupun internasional. Selama ini tamu antar kota dalam satu provinsi tidak pernah dijadikan target pasar oleh perusahaan hotel. Padahal jika diadakan kerjasama antarhotel antarkota maka potensi ini dapat memperluas pasar. Tenaga pemasaran berkeahlian tentu tahu kiatnya. Banyak tamu potensial luar Medan yang ingin menikmati suasana kehidupan kota Medan beberapa saat. Tentu dengan program khusus. Sebaliknya banyak pula tamu potensial kota Medan yang bepergian ke luar kota yang ingin mendapatkan kemudahan dalam perjalanan. Numpang nginap di rumah keluarga merupakan kebiasaan hidup yang mulai ditinggalkan.

Kecenderungan terjadinya peningkatan traveling, naiknya pendapatan, munculnya ragam kuliner, perubahan gaya hidup, naiknya tingkat pendidikan, status sosial harus dibidik sebagai potensi yang dapat memperluas pasar. Siapa menyangka pada long weekend hari besar berbagai agama dapat menciptakan arus pergerakan manusia yang disebut dengan wisatawan. Siapa menduga hari libur panjang sekolah merupakan peak season bagi usaha penerbangan dan keramaian hotel dan restoran serta tempat hiburan. Sebab itu hubungan antar hotel antar kota dalam provinsi harus dipererat bagi kepentingan bersama usaha perhotelan dan perekonomian daerah.

Banyak hal lain yang sebenarnya lebih dipahami oleh perusahaan hotel. Namun tidak diwujudkan karena merasa tidak mungkin dan kurangnya semangat kerja. Sehingga low season berjalan begitu saja tanpa ada upaya meningkatkan hunian hotel (occupancy rate). Intinya adalah potensi kuliner dan perhotelan kota Medan harus dioptimalisasikan pemasarannya bagi pertumbuhan ekonomi kota Medan. Hubungan harmonis dan koordinasi antara pengusaha dengan pemerintah kota harus diciptakan yang dapat memberi manfaat pada kedua belah pihak.

Oleh Bachtiar Hassan Miraza

Penulis adalah Pemerhati Ekonomi, bhmiraza@gmail.com.


 

Internasional

Rebut Medali Sebanyaknya J...

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memi...

Pastikan Untuk Kebutuhan J...

Presiden Joko Widodo menginginkan dana haji yang ters...

Pajak, Utang Dan Swasta As...

Pembangunan infrastruktur yang sedang dilakukan pemer...

Merawat Ingatan Tentang Su...

Upaya-upaya untuk menyambut inspirasi dari Sultan Ace...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada