Top Stories

Opini

Narkoba Musuh Bersama Dalam Islam

Fuqaha Hanafiyah dan Malikiyah bahkan membolehkan hukuman ta’zir itu sampai berupa hukuman bunuh...

Bulan Rajab Dan Keutamaannya

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu ...

Kehidupan Akhirat Bukan Ramalan

Kelompok yang tidak mengimani hari Akhirat bukan hal baru. Alquran telah menjelaskan kelompok ma...

Kehidupan Akhirat Bukan Ramalan

Kelompok yang tidak mengimani hari Akhirat bukan hal baru. Alquran telah menjelaskan kelompok ma...

Jihad Melawan Kemunafikan

Ibnu Abbas adalah Ibnu Arabi menegaskan, jihad dengan lisan melawan kaum munafik merupakan kewajib...

Jabat Tangan Dengan Bukan Mahram

Hukum bersalaman antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram di negeri ini belum begitu melua...

Karakteristik Munafik Dalam Alquran

(Kajian QS. Al Baqarah ayat 8-20) Karakteristik munafik bermuka dua dijelaskan di dalam Alqu...

Mimbar Jumat

Narkoba Musuh Ber...

Fuqaha Hanafiyah dan Malikiyah ...

Bulan Rajab Dan K...

Sesungguhnya bilangan bulan di ...

Kehidupan Akhirat...

Kelompok yang tidak mengimani h...

Kehidupan Akhirat...

Kelompok yang tidak mengimani h...

Lentera

Narkoba Musuh Ber...

Fuqaha Hanafiyah dan Malikiyah ...

Bulan Rajab Dan K...

Sesungguhnya bilangan bulan di ...

Kehidupan Akhirat...

Kelompok yang tidak mengimani h...

Kehidupan Akhirat...

Kelompok yang tidak mengimani h...

Lentera Ramadhan

Narkoba Musuh Ber...

Fuqaha Hanafiyah dan Malikiyah ...

Bulan Rajab Dan K...

Sesungguhnya bilangan bulan di ...

Kehidupan Akhirat...

Kelompok yang tidak mengimani h...

Kehidupan Akhirat...

Kelompok yang tidak mengimani h...

Banner
Fungsi Alquran Bagi Kehidupan Manusia
Articles | Mimbar Jumat
Written by Edy Rachmad on Friday, 07 April 2017 09:36   
Share
(Kajian QS. Al Baqarah Ayat 185)

 

Petunjuk Alquran tidak akan hadir dengan sendirinya kecuali kepada orang-orang yang berusaha untuk membacanya (qiraah bukan tilawah)

Kuat dugaan bahwa faktor yang membuat umat Islam sekarang ini terbelakang dalam berbagai hal karena terlalu sempit dalam memahami petunjuk Alquran. Petunjuk yang dipahami dari Alquran hanya terbatas kepada persoalan akidah saja. Padahal petunjuk dimaksud berkaitan dengan kehidupan.

Pernyataan Alquran sebagai hudan linnas dipahami pula sebagai sebuah sekat bahwa petunjuk dimaksud hanya tertentu kepada komunitas orang-orang Muslim saja. Anggapan yang seperti ini membuat keterlenaan bagi umat Islam yang seolah petunjuk dimaksud akan datang dengan sendirinya.

Bukan merupakan hal yang mustahil jika nantinya orang-orang non muslim lebih banyak mendapat petunjuk dari Alquran dari pada orang-orang Muslim. Karena itu, Alquran sekarang ini gencar dikaji di negara-negara yang notabene penduduknya bukan beragama Islam.

Kemajuan peradaban yang dicapai Barat sekarang ini, khususnya di bidang teknologi, tidak ada yang bertentangan dengan Alquran. Bahkan beberapa ayat Alquran terkesan mendukung kemajuan tersebut karena sangat besar manfaatnya bagi kehidupan umat manusia.

Tentu saja penemuan yang seperti ini semakin menguatkan posisi Alquran sebagai kitab petunjuk dan kitab inspirasi. Pengakuan sebagian manusia bahwa beriman kepada Alquran terasa belum cukup jika tidak berupaya untuk mendalami dan mengamalkan isinya. Perlu untuk diketahui bahwa kitab suci Alquran tetap saja berada pada keagungannya meskipun tidak ada upaya untuk menyosialisasikannya.

Sebaliknya, Alquran tetap saja berada pada ketinggiannya meskipun ada sebagian manusia berupaya menista, mengejek dan melemahkannya. Pembelaan terhadap Alquran tidak hanya mempertahankannya dari berbagai rongrongan tetapi pembelaan yang paling berarti adalah menggali petunjuknya.

Umat Islam harus terus berjihad menggali pesan-pesan Alquran supaya kehidupan umat ini lebih maju dari umat yang lain. Perlu disadari bahwa membungkamkan diri terhadap pesan-pesan Alquran adalah bagian dari penistaan terhadap Alquran itu sendiri.

Allah SWT menamai kitab sucinya Alquran yang seakar dengan kata qiraah yang artinya sesuatu yang harus dibaca berbeda dengan tilawah. Kata qiraah lebih tertuju kepada aspek intelektual, pemikiran dan penelaahan. Adapun kata tilawah bersifat spiritual yaitu hanya mencari pahala saja.

Berdasarkan penggunaan kata qiraah yang kemudian diambil menjadi kata Alquran menunjukkan bahwa Alquran adalah kitab suci yang harus dibaca. Dengan demikian, apa saja petunjuk yang terdapat di dalam Alquran hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang membacanya saja.

Dalam QS. Al Baqarah ayat 185 dijelaskan bahwa fungsi Alquran bagi kehidupan manusia adalah sebagai petunjuk dan sebagai penjelas. Kedua fungsi ini memberikan arah baru bagi kehidupan manusia sebagai khalifah Tuhan di muka Bumi baik dalam penataan maupun pengelolaan.

Kedua fungsi di atas menunjukkan semua manusia berhak mendapatkan petunjuk darinya sebagaimana dapat dilihat melalui penggunaan kalimat hudan linnas. Penggunaan kedua kata ini menunjukkan bahwa Alquran welcome bagi siapa saja yang ingin menjadikannya petunjuk.

Kata hudan adalah berbentuk nakirah yang selalu diberi makna umum (menyeluruh). Dengan demikian, petunjuk yang dimaksud pada ayat tersebut juga bersifat umum yang tidak hanya berkenaan dengan akidah saja tetapi berkenaan bagi semua lini kehidupan manusia.

Kemudian digunakan pula kata linnas pada ayat tersebut yang maknanya mencakup "semua manusia" tanpa adanya pengecualian. Karena itu siapa saja berhak untuk mendapat petunjuk melalui Alquran bagi siapa saja yang mau menjadikannya sebagai sumber petunjuk.

Petunjuk Alquran tidak akan hadir dengan sendirinya kecuali kepada orang-orang yang berusaha untuk membacanya (qiraah bukan tilawah). Karena itu siapapun yang membaca Alquran akan dapat petunjuk darinya meskipun kepada orang-orang yang tidak beriman.

Muhammad 'Abduh di dalam tafsirnya al-Manar menyebutkan petunjuk yang terdapat di dalam Alquran adalah petunjuk yang paling sempurna. Kesempurnaan petunjuk ini berlaku kepada semua manusia secara totalitas tanpa terikat kepada atribut-atribut tertentu.

Pernyataan 'Abduh ini mengindikasikan bahwa kemajuan yang telah dicapai non muslim saat ini tidak mustahil karena menginspirasi pesan-pesan Alquran. Hal ini terjadi karena mereka berusaha secara sungguh-sungguh untuk mendapatkan petunjuk darinya.

Sebaliknya, umat Islam tetap saja berada di dalam kemunduran karena tidak berupaya secara sungguh-sungguh mendapatkan petunjuk dari Alquran. Bahkan tidak sedikit pula di kalangan umat Islam yang mengaku beriman dengan Alquran akan tetapi mereka tidak mampu membacanya.

Inilah agaknya yang dapat dipahami tentang maksud dan tujuan Allah SWT menamakan kitab suciNya yang terakhir ini dengan Alquran. Penamaan ini mengisyaratkan agar manusia senantiasa membacanya dengan serius karena petunjuk yang di kandungnya sangat banyak.

Tanpa adanya upaya serius untuk membaca Alquran maka pastilah pesan-pesannya tidak akan terjewantahkan di dalam kehidupan. Karena itu, untuk mendapat petunjuk dimaksud maka Alquran harus dibaca melalui metode qiraah dan tidak cukup hanya sebatas metode tilawah.

Urgensi mengkaji Alquran melalui metode qiraah karena keberadaannya sebagai kitab yang maha agung. Menurut M. Quraish Shihab dalam tafsir al-Mishbah, petunjuk Alquran berdiri sendiri yang kemudian diberikan penjelasan sehingga petunjuk tersebut semakin nyata.

Sebagai kitab yang diperuntukkan bagi semua manusia maka semua peran kehidupan tertera di dalam Alquran bahkan isyaratnya melampaui peradaban manusia. Dalam tataran ini, Alquran tidak hanya menunjuki manusia tentang kehidupan Dunia tetapi merambah lebih jauh pada kehidupan Akhirat.

Bentuk-bentuk petunjuk yang terdapat di dalam Alquran dijelaskan secara rinci sebagaimana disebutkan pada kalimat wabayyinatin minal huda. Maksudnya, Alquran tidak hanya menyebutkan suatu petunjuk tetapi memberikan jalan untuk mendapatkan petunjuk tersebut.

Sebagai contoh, Alquran memberikan petunjuk bahwa jin dan manusia mampu menembus langit. Kemudian Alquran menjelaskan untuk mencapainya harus dengan alat (kekuatan). Bagaimana alat dimaksud maka manusialah merancangnya karena yang penting adalah manusia berpeluang melakukannya.

Selain memberikan penjelasan tentang petunjuk maka Alquran juga memberikan keterangan tentang pemisahan (pertentangan) seperti Musa dengan Firaun, Mukmin dengan Munafik dan lain-lain. Maksudnya, menurut Muhammad 'Abduh ialah bahwa Alquran menjelaskan tentang kebenaran dan kebatilan serta keutamaan dan kehinaan.

Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi Alquran bagi kehidupan manusia adalah untuk memberikan petunjuk. Petunjuk ini tidak akan datang dengan sendirinya kecuali jika Alquran dikaji secara serius dan mendalam (qiraah) bukan hanya sekadar tilawah. ***** ( Achyar Zein : Dosen UIN SU )



Tags: Mimbar Jumat  
 

Internasional

Fungsi Alquran Bagi Kehidu...

(Kajian QS. Al Baqarah Ayat 185) Petunjuk Alqur...

Narkoba Musuh Bersama Dala...

Fuqaha Hanafiyah dan Malikiyah bahkan membolehkan...

Bulan Rajab Dan Keutamaann...

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah d...

Kehidupan Akhirat Bukan Ra...

Kelompok yang tidak mengimani hari Akhirat bukan ...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada