Top Stories

Kemristekdikti Siap Bina 900 Perusahaan Berbasis Teknologi
Pelaku Ekonomi Kreatif Penting Ikut Program JKN
146.066 Peserta Lulus Ujian SBMPTN
Kemdikbud Siapkan Rp1,4 Triliun Untuk Perbaiki 1.800 Sekolah Rusak
Mendikbud: Beri Ruang Ekspresi Bagi Seniman Jalanan

Opini

Tradisi Mudik Jadi Pengingat Masalah Kependudukan

JAKARTA (Waspada): Jika ditinjau dari aspek sosial budaya, mudik lebaran adalah ritual tahunan para ...

Pemerintah Siapkan Perpres Sekolah Lima Hari

JAKARTA (Waspada): Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Muhadjir Effendi  menegaskan kalau Peraturan M...

Kemristekdikti Siap Bina 900 Perusahaan Berbasis Teknologi

JOMBANG (Waspada): Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) terus meningka...

Pelaku Ekonomi Kreatif Penting Ikut Program JKN

JAKARTA (12/06/2017) :  Dalam rangka memperluas cakupan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasion...

146.066 Peserta Lulus Ujian SBMPTN

JAKARTA (Waspada): Sebanyak 148.066 peserta atau sekitar 14,36 persen dari 797.738 pendaftar SBMPTN ...

Kemdikbud Siapkan Rp1,4 Triliun Untuk Perbaiki 1.800 Sekolah Rusak

JAKARTA (Waspada): Sedikitnya 7 ribu bangunan SMP Negeri dan swasta di Indonesia mengalami  kerusaka...

Mendikbud: Beri Ruang Ekspresi Bagi Seniman Jalanan

JAKARTA (Waspada): Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy  meminta...

Mimbar Jumat

Tradisi Mudik Jad...

JAKARTA (Waspada): Jika ditinjau da...

Pemerintah Siapka...

JAKARTA (Waspada): Menteri Pendidik...

Kemristekdikti Si...

JOMBANG (Waspada): Kementerian Rise...

Pelaku Ekonomi Kr...

JAKARTA (12/06/2017) :  Dalam rangk...

Lentera

Tradisi Mudik Jad...

JAKARTA (Waspada): Jika ditinjau da...

Pemerintah Siapka...

JAKARTA (Waspada): Menteri Pendidik...

Kemristekdikti Si...

JOMBANG (Waspada): Kementerian Rise...

Pelaku Ekonomi Kr...

JAKARTA (12/06/2017) :  Dalam rangk...

Lentera Ramadhan

Tradisi Mudik Jad...

JAKARTA (Waspada): Jika ditinjau da...

Pemerintah Siapka...

JAKARTA (Waspada): Menteri Pendidik...

Kemristekdikti Si...

JOMBANG (Waspada): Kementerian Rise...

Pelaku Ekonomi Kr...

JAKARTA (12/06/2017) :  Dalam rangk...

Banner
Kesadaran Masyarakat Tentang Produk SNI Masih Kurang
Articles | Nasional
Written by muhammad faisal on Monday, 15 May 2017 06:23   
Share

 

JAKARTA (Waspada): Masyarakat Indonesia masih belum banyak yang menyadari pentingnya membeli produk atau barang yang memenuhi aturan baku kesehatan dan keselamatan berstandar nasional. Sebagian besar masih berpatokan pada harga yang murah.

 

"Kalau membeli barang, khususnya produk makanan, masih banyak yang belum memerhatikan tanggal kadaluarsanya, kandungan apa saja yang ada di dalamnya atau apakah sudah berlabel SNI atau belum," kata Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya, usai sosialisasi Standardisasi Nasional Indonesia (SNI)  melalui kegiatan sepeda sehat di Jakarta, Minggu (14/5).

 

Saat ini sebenarnya sudah ada lebih dari 10.500 sertifikasi SNI yang dikeluarkan BSN. Jumlah itu meliputi 200 produk, mulai dari makanan dan minuman, elektronik, sepeda, helm, sampai mainan anak.

 

Jumlah itu diakui Bambang masih belum maksimal, mengingat banyaknya jenis produk yang berada di pasaran.

 

"Tapi yang lebih penting justeru kesadaran masyarakat untuk membeli barang berlabel SNI, yang pada akhirnya berpengaruh pada keinginan perusahaan atau industri untuk mendaftarkan hasil produksinya sebegai barang berstandar nasional," kata Bambang.

 

Saat ini BSN tengah mengupayakan agar pelaksanaan uji petik bagi produk-produk di pasaran yang tidak berlabel SNI atau memakai label SNI palsu, lebih ditingkatkan lagi. Uji petik ini ditengarai mampu membuat efek jera bagi produsen yang 'bandel' karena akan melibatkan aparat kepolisian dan kementerian terkait.

 

"BSN bersama Kementerian Perdagangan dan pihak berwenang akan sering-sering melakukan uji petik bagi produk yang ternyata tidak memenuhi standar nasional. Kami juga tengah menunggu Rancangan Peraturan Pemerintah terkait hal ini disahkan sebagai PP," kata Bambang.

 

Persoalan masih sedikitnya kesadaran masyarakat akan arti standardisasi produk tidak hanya dialami Indonesia. Sekretaris Utama BSN, Puji Winarni mengatakan, persoalan serupa juga masih dialami oleh negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

 

"Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat pun, masih ada persoalan-persoalan terkait sosialisasi. Tapi mungkin jumlah dan kompleksitasnya berbeda dengan Indonesia," ujarnya.

 

Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Humas Badan Standardisasi Nasional (BSN), Budi Rahardjo menambahkan, melalui kegiatan santai semacam bersepeda bersama, BSN dapat mengkampanyekan pentingnya membeli dan menggunakan produk ber-SNI, khususnya sepeda yang kini semakin banyak digunakan masyarakat.

 

"SNI Sepeda Roda Dua telah diberlakukan secara wajib oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Perindustrian No. 114/M-IND/PER/10/2010. Sekarang tinggal kita mengedukasi konsumen, agar ketika membeli sepeda, harus cermat bahwa sepeda yang dibelinya sudah ber-SNI,” ujar Budi.


BSN menetapkan SNI 1049:2008 Sepeda – Syarat keselamatan setelah melalui rapat konsensus Panitia Teknis (sekarang namanya Komite Teknis) 43-01, Rekayasa Kendaraan Jalan Raya pada tanggal 5 Nopember 2006. “SNI ini merupakan revisi dari SNI 09-1049-1989. Revisi dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti kemajuan teknologi, tuntutan akan peningkatan mutu produk, serta jaminan perlindungan konsumen dan produsen.”kata Budi. (dianw/C).

 

 

 

Internasional

Kekayaan Kuliner Nusantara...

JAKARTA (Waspada): Semangat nasionalisme generasi mud...

Tradisi Mudik Jadi Penging...

JAKARTA (Waspada): Jika ditinjau dari aspek sosial bu...

Pemerintah Siapkan Perpres...

JAKARTA (Waspada): Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ...

Kemristekdikti Siap Bina 9...

JOMBANG (Waspada): Kementerian Riset Teknologi dan Pe...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada