Top Stories

Sosialisasi Perda Tentang Pajak Reklame
Polisi Gerebek Freedom Club
Tujuh Titik Kemacatan Perlu Diwaspadai
Mi Mengandung Unsur Babi Beredar Di Medan
Sekolah 5 Hari Batal Keputusan Tepat

Opini

Pemprovsu Diminta Beri Jaminan Keamanan Pengguna Jalan Tol

MEDAN (Waspada): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) diminta memberikan jaminan keamanan ...

9 Pejabat Eselon III Disnaker Dilantik

MEDAN (Waspada): Sekdaprovsu Hasban Ritonga melantik sembilan pejabat eselon III di lingkungan Dinas...

Sosialisasi Perda Tentang Pajak Reklame

MEDAN (Waspada): Keberadaan peraturan daerah (Perda) No.11 tahun 2011 dan peraturan wali kota (Perwa...

Polisi Gerebek Freedom Club

MEDAN (Waspada): Subdit IV Renakta Dirkrimum Poldasu menggerebek hiburan malam Freedom Club di Jl. K...

Tujuh Titik Kemacatan Perlu Diwaspadai

MEDAN (Waspada): Menjelang liburan Idul Fitri 1438 H/2017, Polsek Pancurbatu mengimbau warga yang me...

Mi Mengandung Unsur Babi Beredar Di Medan

MEDAN (Waspada): Beredarnya produk Mi Samyang asal Korea yang mengandung unsur babi di Medan, merupa...

Sekolah 5 Hari Batal Keputusan Tepat

MEDAN (Waspada): Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri  Medan (Unimed) Prof. Dr. Khairil Ansar...

Mimbar Jumat

Pemprovsu Diminta...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Provins...

9 Pejabat Eselon ...

MEDAN (Waspada): Sekdaprovsu Hasban...

Sosialisasi Perda...

MEDAN (Waspada): Keberadaan peratur...

Polisi Gerebek Fr...

MEDAN (Waspada): Subdit IV Renakta ...

Lentera

Pemprovsu Diminta...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Provins...

9 Pejabat Eselon ...

MEDAN (Waspada): Sekdaprovsu Hasban...

Sosialisasi Perda...

MEDAN (Waspada): Keberadaan peratur...

Polisi Gerebek Fr...

MEDAN (Waspada): Subdit IV Renakta ...

Lentera Ramadhan

Pemprovsu Diminta...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Provins...

9 Pejabat Eselon ...

MEDAN (Waspada): Sekdaprovsu Hasban...

Sosialisasi Perda...

MEDAN (Waspada): Keberadaan peratur...

Polisi Gerebek Fr...

MEDAN (Waspada): Subdit IV Renakta ...

Banner
Instansi Terkiat Diharap Lakukan Pengawasan Ketat
Articles | Medan
Written by Syafri Harahap on Friday, 19 May 2017 06:37   
Share

MEDAN (Waspada): DPRD Medan berharap pemerintah kota (Pemko) dan instansi terkait lainnya melakukan pengawasan yang sangat ketat. Karena  sangat mungkin terjadi  adanya permainan para spekulan untuk menaikkan harga bahan kebutuhan di pasar.

Dua orang anggota DPRD Medan berbicara kepada Waspada, Kamis (18/5). Mereka adalah Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Muhammad Nasir, dan Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) Abdul Rani. Keduanya menanggapi tentang kemungkinan terjadinya kenaikan harga di pasar pada menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Membaca media massa, M.Nasir dan Abdul Rani,  mengaku senang, karena baik wali kota Medan maupun pihak Bulog Sumut  menyebutkan bahwa stok bahan kebutuhan masyarakat aman sampai beberapa bulan ke depan. Bahkan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan dengan harga murah, Pemko telah mengadakan Pasar Murah di 151 titik.

Begitupun, menurut M.Nasir, melihat pengalaman tahuntahun yang lalu, hargaharga di pasar juga mengalami kenaikan. Masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan Pasar Murah sebagai tempat memenuhi kebutuhan seharihari. Karena produk yang dijual di Pasar Murah sangat terbatas.

Kenaikan harga di pasar, kata Nasir, diduga bukan karena stok yang menipis, melaikan ulah para spekulan, yang membuat isu bahan kebutuhan terbatas. ‘’Spekulan biasanya membuat isu menakutnakuti konsumen, seolaholah barang terbatas,’’ katanya.

Menurut Nasir, hal inilah yang harus diwaspadai untuk melindungi masyarakat dari ulah spekulan yang memanfaatkan moment Ramadhan dan Idul Fitri untuk meraih keuntungan besar.

Bukan hanya Pemko Medan, kata Nasir, instansi terkait lainnya harus melakukan pengawasan yang sangat ketat, agar konsumen tidak menjadi korban. ‘’Pemko dan kepolisian harus bersinergi dengan langsung menindak spekulan, bila terjadi kenaikan harga yang tidak wajar di pasara,’’ sebutnya.

Ritel Modern

Hal yang sama juga disebutkan Ketua FPPP Abdul Rani. Selain itu dia berharap kepada instansi terkait untuk mengawasi usahausaha ritel modern. Karena, sering ditemukan pengusaha retail modern memanfaatkan moment Ramadhan dan Idul Fitri untuk menjual produkproduk kadaluarsa atau hampir kadaluarsa.

‘’Tahuntahun sebelumnya banyak ditemukan produkproduk kadaluarsa atau hampir kadaluarsa beredar. Sepertinya pengusaha memanfaatkan moment ini untuk menghabiskan stok lama mereka,’’ kata Abdul Rani.

Khusus untuk pelaksanaan Pasar Murah yang dilakukan Pemko, walaupun sangat diapresiasi, namun diharapkan pelaksanaannya tidak seluruhnya di kantor lurah. Tapi dilokasinya yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat yang memang sangat membutuhkannya.

‘’Setelah membaca media massa, persepsi saya mengatakan Pasar Murah yang dilaksanakan di 151 titik itu digelar di kantorkantor lurah. Sementara di banyak tempat, letak kantorkantor lurah itu berada jauh dari lingkungan masyarakat. Ini juga saya pikir kurang efektif. Harusnya dicari tempat yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat,’’ tambah Abdul Rani. (m12/I)



Tags: spekulan  
 

Internasional

FDS Jangan Jadi Sarana Ben...

MEDAN (Waspada): Guru Besar Universitas Islam Negeri ...

Pemprovsu Diminta Beri Jam...

MEDAN (Waspada): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (...

9 Pejabat Eselon III Disna...

MEDAN (Waspada): Sekdaprovsu Hasban Ritonga melantik ...

Sosialisasi Perda Tentang ...

MEDAN (Waspada): Keberadaan peraturan daerah (Perda) ...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada