Top Stories

Pergilah Kau
Pesan
Camelia
Hanya Seorang Ibu
Bahasa Kalbu

Rembulan bagai bola cahaya besar yang membenderang melunakkan langit malam yang gelap. Kerlip bintang pun berpijar satu-satu, cahayanya mampu mengubah malam yang hitam seakan kian bersahabat. Titik-titik pijaran benda langit itu menandakan bahwa dalam hidup tidak selamanya kelam, hati akan selalu bisa menemukan harapan, dan cahaya di langit itu secerah sucinya nurani. Malam-malam yang berlalu tidak akan terlewatkan tanpa makna. Assyifa terjaga dari tidurnya yang lelap. Matanya melihat ke jarum jam yang menunjukkan pukul setengah dua pagi hari. Kakinya melangkah perlahan menuju kamar mandi dan dia menyegerakan diri membasuh muka serta berwudhu. Sajadah baldu tebal kehijauan terhampar di lantai sudut kamar, seakan memanggil-manggil jiwanya untuk mendirikan sholat sunnah dua rakaat. Dalam penuh pengharapan di setiap tahajudnya, Assyifa bersujud dan memohon kepada Sang Pencipta agar diberi kemudahan dalam kehidupannya.

Opini

UNTAIAN KASIH

By Rizqia Maulida Sepuluh tahun silam bangunan klasik tempat kami berlindung dari terik dan rin...

Orange Juice Love

Oleh : Irene F Saragih Minggu sore ini, langit hitam. Perlahan air mulai jatuh membasahi halam...

Pergilah Kau

Oleh : NeZa GUNDAH hati Danis melihat rintik hujan yang tak kunjung reda. Titik-titik air yang tu...

Pesan

Oleh :Nurul Ramadhani Hari ini tepat 2 tahun umur pacaranku dengan Chiko. Kami sudah janjian ke...

Camelia

Camelia menerawang tajam ke wajahku. Seakan-akan dia sedang menghitung pori-poriku. Tubuh gemukn...

Hanya Seorang Ibu

Tak ada seorang pun di dunia ini yang tidak menyayangi ibunya. Ibu adalah segala-galanya. Ibu a...

Bahasa Kalbu

Rembulan bagai bola cahaya besar yang membenderang melunakkan langit malam yang gelap. Kerlip bi...

Mimbar Jumat

UNTAIAN KASIH...

By Rizqia Maulida Sepuluh tahu...

Orange Juice Love...

Oleh : Irene F Saragih Minggu...

Pergilah Kau...

Oleh : NeZa GUNDAH hati Danis me...

Pesan...

Oleh :Nurul Ramadhani Hari ini...

Lentera

UNTAIAN KASIH...

By Rizqia Maulida Sepuluh tahu...

Orange Juice Love...

Oleh : Irene F Saragih Minggu...

Pergilah Kau...

Oleh : NeZa GUNDAH hati Danis me...

Pesan...

Oleh :Nurul Ramadhani Hari ini...

Lentera Ramadhan

UNTAIAN KASIH...

By Rizqia Maulida Sepuluh tahu...

Orange Juice Love...

Oleh : Irene F Saragih Minggu...

Pergilah Kau...

Oleh : NeZa GUNDAH hati Danis me...

Pesan...

Oleh :Nurul Ramadhani Hari ini...

Banner
Cemerlang

Rindu Tengah Malam
Written by Siswoyo on Monday, 12 July 2010 08:29   

Oleh : Erny Wirdaningsih

Kereta api jurusan Bandung-Jakarta baru saja tiba di stasiun. Kusandang tas ranselku di bahu, lalu langkahku menjauh dari rentetan gerbong kereta. Jam di pergelangan tanganku menunjukkan angka pukul setengah satu malam. Mataku mencari-cari sesosok yang memang sudah sangat kurindu beberapa hari ini.

Read more...
  Section:  Edisi SMW - File Under:  Cemerlang  |  
 
Cowok Idaman
Written by Siswoyo on Monday, 12 July 2010 07:36   

OLEH: Nanda Putri

KEINDAHAN pelangi yang memancarkan warnanya berkilau menyinari langkah kaki dua sahabat sejoli yang baru saja pulang sekolah, tampak sekali keceriaan yang terpancar dari wajah mereka meskipun saat itu cuaca sangat dingin karena hujan selesai turun, banyak genangan air dimana-dimana yang kerap kali terdengar percikannya setiap mobil-mobil lewat melintasi genangan air tersebut.

Read more...
  Section:  Edisi SMW - File Under:  Cemerlang  |  
 
UNTAIAN KASIH
Written by Siswoyo on Monday, 05 July 2010 06:54   

By Rizqia Maulida

Sepuluh tahun silam bangunan klasik tempat kami berlindung dari terik dan rintik, berdiri kokoh. Rumah masa kecilku kosong, tidak berpenghuni, dan dibiarkan begitu saja ketika kami ikut ayah yang dipindahtugaskan ke ibukota.

Read more...
  Section:  Edisi SMW - File Under:  Cemerlang  |  
 
Orange Juice Love
Written by Siswoyo on Monday, 05 July 2010 06:45   

Oleh : Irene F Saragih

Minggu sore ini, langit hitam. Perlahan air mulai jatuh membasahi halaman yang penuh rumput, semakin deras. Tidak tahu kapan akan berhenti, aku mencoba mencari kesibukan di kamar ditemani laptop kesayanganku. Brown namanya. Aku mulai membuka aplikasinya satu persatu. Tidak ada yang menarik. Aku menjatuhkan tubuhku ke tempat tidur dengan membiarkan brown tetap menyala di atas meja.

Read more...
  Section:  Edisi SMW - File Under:  Cemerlang  |  
 
Pergilah Kau
Written by Siswoyo on Monday, 05 July 2010 03:29   

Oleh : NeZa

GUNDAH hati Danis melihat rintik hujan yang tak kunjung reda. Titik-titik air yang turun dari langit itu seperti ikut bersedih. Danis masih terkenang masa indahnya saat Aldy mengisi hari-harinya yang panjang dan indah. Danis juga membuat persamaan hatinya dengan hujan, terus menangis.

Read more...
  Section:  Edisi SMW - File Under:  Cemerlang  |  
 
«StartPrev123NextEnd»

Page 1 of 3

Internasional

Cowok Idaman...

OLEH: Nanda Putri KEINDAHAN pelangi yang mema...

UNTAIAN KASIH...

By Rizqia Maulida Sepuluh tahun silam bangunan k...

Orange Juice Love...

Oleh : Irene F Saragih Minggu sore ini, langit ...

Pergilah Kau...

Oleh : NeZa GUNDAH hati Danis melihat rintik hujan...

JoomlaXTC NewsPro - Copyright 2009 Monev Software LLC

Portal Harian Waspada