Belajar Budaya Indonesia Makin Diminati Mahasiswa Asing, 18 Orang Belajar di Medan dan Banda Aceh

0

JAKARTA (Waspada): Minat mahasiswa asing mempelajari budaya Indonesia lewat program Darmasiswa semakin tinggi. Tahun ini sebanyak 679 orang pelajar asing dari 94 negara, menyebar di 70 perguruan tinggi di Indonesia lewat program Darmasiswa yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Didik Suhardi mengatakan, pada awalnya program ini hanya mengundang peserta dari kawasan ASEAN dengan peserta berjumlah puluhan orang saja.

“Dengan pertimbangan bahwa program ini sangat strategis sebagai sarana diplomasi budaya, jumlah dan cakupan negara yang diundang terus ditingkatkan. Untuk tahun akademik 2018/2019, para peserta mengikuti pendidikan di 70 perguruan tinggi di Indonesia,” kata Didik saat pembukaan Darmasiswa 2018/2019 di Jakarta, Kamis (30/8). Hadir dalam pertemuan tersebut duta besar atau yang mewakili dari negara-negara asal peserta Darmasiswa, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Sekretariat Negara, Kementerian Hukum dan HAM, serta unsur Kepolisian RI yang menjadi mitra pelaksanaan program Darmasiswa RI.

Darmasiswa adalah program pemberian beasiswa non-gelar selama satu tahun oleh Pemerintah RI kepada mahasiswa asing dari negara-negara sahabat untuk belajar bahasa Indonesia dan seni budaya Indonesia pada perguruan tinggi negeri dan swasta serta lembaga pelatihan di Indonesia.

Program ini juga telah menjadi hubungan timbal-balik pemberian beasiswa antara Indonesia dengan negara mitra, dan telah menjadi program soft diplomacy or people to people contact dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Program Darmasiswa sendiri sudah dilaksanakan sejak tahun 1974, sampai saat ini telah diikuti oleh 7.852 peserta dari 117 negara sahabat, dan belajar di berbagai perguruan tinggi dan swasta yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kepada para peserta Darmasiswa, Didik menekankan bahwa peserta tidak hanya belajar di perguruan tinggi, tetapi juga belajar dari lingkungan masyarakat sekitar. Pengalaman mereka selama satu tahun di Indonesia diharapkan akan menjadi pengalaman terbaik yang perlu mereka informasikan secara luas di negara masing-masing.

Kepala Biro Program Kerjasama Luar Negeri (PKLN) Kemdikbud Suharti menambahkan, Darmasiswa juga bertujuan sebagai ajang perkenalan sesama peserta Darmasiswa. Mereka diharapkan dapat membangun jejaring dan bersama-sama komit mengikuti program ini, serta bisa berperan aktif dalam pengembangan bahasa dan seni budaya Indonesia.

Di Politeknik Negeri Medan ada tiga mahasiswa asing asal Arab Saudi, Madagascar dan Senegal yang belajar Bahasa Indonesia. Lima orang mahasiswa asing lainnya belajar hal yang sama di Universitas Negeri Medan.

Di Universitas Syiah Kuala ada 8 mahasiswa asing dan di Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh ada 2 mahasiswa asing yang berminat memperdalam Bahasa Indonesia.

“Saya berharap program ini terus berlanjut dan berperan lebih besar dalam mendukung upaya Indonesia untuk meningkatkan pengembangan bahasa Indonesia dan diplomasi budaya Indonesia di luar negeri,”pungkas Suharti.(dianw/C).

Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi saat memberi sambutan pada pembukaan Darmasiswa 2018/2019, Kamis (30/8).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here